Cari

Tuesday, November 22

HOW DOES IT FEEL TO RIDE JAPAN SHINKANSEN ?



JAPAN, SUMMER 2017!

Perkenalkan, kami, dua delegasi Indonesia yang akan berpartisipasi di ajang konferensi International Student Conference 63 di Jepang dan misi kebudayaan oleh National Geographic pada tahun 2017, yaitu Nadia dan Cordova (mahasiswa prodi Sastra Cina dan HI UI), membutuhkan support kalian!

Yap, di dalam bentuk penyelesaian misi kebudayaan oleh NatGeo dan persiapan konferensi itu, kami mendirikan sebuah channel melalui media YouTube!

Dua tujuan kami menciptakan channel ini. Pertama, kami adalah delegasi terpilih yang akan berdiskusi di panel media internasional, mengenai peran media sosial di era digital. Selain itu, juga sebagai media dalam ekspedisi penyelesaian tugas NatGeo tahun 2017 mendatang.

Support kampanye digital dan misi kebudayaan kami melalui langkah sebagai berikut berikut:
1. Buka link bit.ly/JapanProject2017
2. Masuk ke halaman YouTube Channel 'Cordova Japan'
3. Klik Tombol 'Subscribe'
4. Share ke teman-teman atau rekan kerja yg mungkin antusias atau aktif di YouTube

Jangan lupa subscribe, like dan share ya!

Terima kasih! Semangat dan sukses selalu di seluruh kegiatannya 🙂

Sunday, July 3

Kadang, menjadi perempuan di zaman sekarang itu, menyeramkan.

Perempuan, hampir tak lepas dari pelecehan seksual. Baik itu perempuan baik-baik, ataupun perempuan bagaimana. Tapi, tidak adil juga bila laki-laki kurang menjaga.

Iya, ya, menjaga apa? Hai, bangunlah! 

Wednesday, March 16

Dua Kata

Pasrah.

Sebuah kata untuk menyerah pada urusan langit, isi hati dan tetek bengek ketulusan manusia
Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di sana
Meskipun telah beribu kali mencari-cari tahu,
Berharap pada-Nya demi diolah rasa sedemikian rupa,
Atau bahkan memuntahkan segala pikiran menjelma menjadi sampah-sampah kertas

Rezeki.

Tidak ada kata pasrah, tetapi berserah
Segala daya upaya
Didorong oleh rapalan keyakinan pada-Nya
Semoga Tuhan membantu makhluk-Nya
Siapa yang tulus,
Dan siapa yang berpura-pura. 

Wednesday, February 10

Vicki Zhao / 赵薇 (Zhao Wei): "Dearest" theme song, "My Dear Child" [ENG SUB]





人 来 人 往,勿 失 勿 忘
Ya, jangan pernah meninggalkan orang-orang yang kita sayangi. Meskipun di antara mereka ada yang datang dan pergi.



Begitu lah di akhir videonya.

Friday, January 29

Lingkaran Setan

Rasa bersalah.
Menjadi seorang mahasiswa itu serba salah.
Bermental penguasa, cupu. Bermental idealis, basi.
Lalu maunya apa?
Lalu aku harus bagaimana?

Pertanyaan-pertanyaan itu seolah seperti mahasiswa yang tak tahu berpijak,
tak tahu letak,
tak bisa menentukan arah.

Individualis, dikata tak ada nurani
Idealis, dikata tak realis
-Is –is apa lagi yang kau mau?

Ah, jangan-jangan mahasiswa sekarang dicekcoki cinta,
jodoh tak kemana,
bersemangat memperbaiki diri,
menjaga hati,
agar mendapat jodoh dari wali,
konstruksi media mainstream.

Ah, jangan-jangan mahasiswa sekarang dicekcoki seramnya dunia kerja
jangan-jangan ditakut-takuti oleh industri
jangan-jangan, terpana melihat gedung perkantoran Jakarta nan menjulang
jangan-jangan, kamu didesak orang tua?
cepat lulus
cepat menikah
punya anak bayi mungil nan lucu

Matilah.

Kemapanan. 

Tuesday, January 19

Zina adalah Hutang

LAZISWahdah.com – Hari ini, Rabu, 14 Oktober 2105 pukul 09:43, saya membuka fb saya, dan menemukan sebuah video yang di-share oleh group kisah teladan dan sejarah Islam. Video ini berisi kisah nyata yang dipublikasikan oleh koran-koran Arab. Kisah ini menegaskan satu hal, al-jaza’ min jinsil ‘amal, balasan itu sesuai dengan perbuatan.

Mari kita sedikit merenungi kisah yang memiliki banyak pelajaran ini:

Sebuah kisah nyata, dan ini dipublikasikan dalam koran-koran Arab. Aku tidak akan menyebutkan namanya. Yang menceritakan kisah ini adalah orang yang melakukannya sendiri. Dan dia meminta agar pihak koran tidak menyebutkan namanya. Dia hanya ingin agar orang-orang mengetahui kisahnya.

Dia mengisahkan, “Ketika sedang di kampus dengan teman-teman, dan punya banyak hubungan dengan gadis-gadis. Pada suatu waktu, aku bertemu seorang gadis dan melakukan hubungan terlarang dengannya. Dan aku tetap melakukannya hingga dia hamil karena berhubungan denganku. Ketika pihak keluarganya mengetahui hal ini, dan gadis tersebut menceritakan kepada kakaknya, dia menghajarku.

Setelah itu, aku berkata kepadanya, “Aku tidak mengenal adikmu. Carilah orang lain yang menghamilinya!”

Aku kemudian meninggalkannya, dan pergi.

Karena memang tidak memiliki bukti untuk membuktikan kesalahanku, mereka meninggalkanku.

Aku melupakan kejadian ini.

Tahun-tahun berlalu.

Pada suatu hari, aku pulang ke rumah dan menemukan ibuku pingsan di lantai. Aku mencoba untuk menyadarkannya. Setiap kali tersadar, ibu berteriak dan pingsan lagi.  Aku menyadarkannya untuk kedua kalinya, tapi lagi-lagi ia berteriak dan pingsan. Aku mencoba untuk menyadarkannya tiga kali sampai aku berkata, “Wahai ibu, apa yang terjadi?”

Ibu berteriak dan berkata, “Saudarimu!”

“Apa yang terjadi dengan saudariku?” tanyaku.

“Saudarimu dihamili tetangga.” Jawab ibu.

Aku pung langsung menemui tetanggaku, dan mulai menyerangnya sampai dia berkata kepadaku dengan kata-kata yang seolah seperti anak panah yang menghunjam hatiku.

Tahukah kalian apa yang ia katakan kepadaku?

Dia mengatakan, “Aku tidak mengenal adikmu. Coba tanyakan orang lain yang menghamilinya!”

Subhanallah!

Hal yang sama seperti yang kuucapkan kepada keluarga gadis di kampus bertahun-tahun yang lalu.

Balasan tergantung pada amal perbuatannya.

Demikianlah.

Apakah kisah ini selesai? Belum.

Aku mengalami depresi yang berat setelahnya. Kemudian setelah berlalu beberapa tahun, aku memutuskan untuk menikah. Setelah bertunangan dan akad nikah, kami siap untuk pesta pernikahan.

Pada pesta pernikahan, aku mendapatkan kejutan. Calon istriku mengatakan bahwa ia pernah melakukan perbuatan zina sebelumnya. Dia berkata kepadaku, “Tolong tutupi keburukanku, semoga Allah juga menutupi keburukanmu.”

Lalu aku berkata kepada diriku sendiri, “Sudah cukup ya Allah! Cukup! Cukup! Aku sudah menjalani cukup hukuman!”

Aku menghela nafas –mencoba menelan cobaan ini. Dan aku menghabiskan banyak waktu dengan istriku hingga dia melahirkan seorang bayi perempuan yang bagaikan rembulan. Kemudian ketika dia berusia 6 tahun, anakku datang dari luar dengan menangis.

Apa yang telah terjadi?

Penjaga rumah telah memperkosanya.

Tidak ada perubahan, atau kekuatan kecuali atas kehendak Allah, Yang Maha Tinggi lagi Maha Kuasa.

Allah berfirman, “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu, dan Alalh sebaik-baik pembalas tipu daya.” (Al-Anfal: 30).

Saudara-saudariku tercinta…,

Jangan katakan bahwa ini sering terjadi pada orang yang tidak taat. Jangan!

Gadis dari kampus yang berzina dengannya di awal cerita memiliki seorang saudara yang sedih ketika tahu saudarinya diziniai. Lalu Allah memberikannya hukuman kepada saudari si pemuda, ya! Dan dia akan mempunyai seorang suami, yang akan Allah ujia melalui istrinya.

Gadis itu juga mempunyai seorang ayah yang hatinya hancur karenanya, sehingga Allah mengujinya melalui putrinya!

Balasan tergantung dari amal perbuatannya. Jadi dia harus membawa hukuman atas perbuatannya.

Dan untuk orang-orang yang tidak bersalah dalam kisah ini, maka ini menjadi cobaan bagi mereka. Allah ingin mengangkat derajat mereka, dan menghapus dosa-dosa mereka karenanya.

Saudara-saudariku, Allah cemburu untuk para wanita –yang dinodai kehormatannya. Mahasuci Dia! Dan Dia akan membalaskan dendam untuk mereka.

Maka, berhati-hatilah! –Kisah ini selesai sampai di sini.

Ya Allah, alangkah beratnya balasan bagi pelaku zina.

Membaca kisah di atas, sungguh kita teringat dengan tangisan Imam Asy-Syafi’i tentang dosa zina sebagaimana yang diceritakan oleh Salim A. Fillah, penulis buku-buku best-seller.

Satu saat Asy Syafi’i ditanya mengapa hukum bagi pezina sedemikian beratnya?

Wajah Asy Syafi’i memerah, pipinya rona delima.

“Karena,” jawabnya dengan mata menyala, “Zina adalah dosa yang bala’ akibatnya mengenai semesta keluarganya, tetangganya, keturunannya hingga tikus di rumahnya dan semut di liangnya.”

Ia ditanya lagi: Dan mengapa tentang pelaksanaan hukuman itu? Allah berfirman, “Dan janganlah rasa ibamu pada mereka menghalangimu untuk menegakkan agama!”

Asy Syafi’i terdiam… Ia menunduk, Ia menangis.

Setelah sesak sesaat, ia berkata…, “Karena zina seringkali datang dari cinta dan cinta selalu membuat kita iba .. Dan syaitan datang untuk membuat kita lebih mengasihi manusia daripada mencintai-Nya.”

Ia ditanya lagi, “Dan mengapa, Allah berfirman pula, “Dan hendaklah pelaksanaan hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman.” Bukankah untuk pembunuh, si murtad, pencuri Allah tak pernah mensyaratkan menjadikannya tontonan?

Janggut Asy-Syafi’i telah basah, bahunya terguncang-guncang.

“Agar menjadi pelajaran…”

Ia terisak…

“Agar menjadi pelajaran…”

Ia tersedu…

“Agar menjadi pelajaran…”

Ia terisak…

Lalu ia bangkit dari duduknya, matanya kembali menyala, “Karena ketahuilah oleh kalian.. sesungguhnya zina adalah hutang. Hutang, sungguh hutang… dan.. salah seorang dalam nasab pelakunya pasti harus membayarnya!”

Ya, hindarilah segala yang tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang muslim. Zina adalah hutang, hutang, hutang. Jika engkau berhutang, maka ketahuilah bahwa tebusannya adalah anggota keluargamu. Barangsiapa berzina, maka akan ada yang dizinai, meskipun di dalam rumahnya. Camkanlah hal ini jika engkau termasuk orang yang berakal.

Semoga bermanfaat.

http://laziswahdah.com/blog/kisah-nyata-zina-adalah-hutang/ 
****
Lalu, bagaimana dengan orang-orang yang masih menjalin hubungan satu sama lain. Dan, mungkin salah satu di antaranya akan melepas atau terlepas? Apakah termasuk zina juga? 
Apakah zina juga termasuk dalam jalinan hubungan, interaksi-interaksi, tatapan, tawa, suara, bahkan kebersamaan? 
God, help...
***

Friday, January 8

#90 "3 : ALIF LAM MIM"





Entah kenapa, film ini bagus banget dan erat kaitannya dengan artikel Pankaj Mishra di situs theguardian.com , Bulan Terbelah di Langit Amerika, dan novel Kemi (1 sampai 3)