Kamis, Januari 1

Selamat Datang 2015 :)

2014.

Terima kasih Ya Allah. Ternyata aku sudah berjalan dan kabur terlalu jauh, hanya untuk mencari apa yang kucari. Meskipun, sesuatu yang kucari tersebut hampir saja dekat.

Hampir saja.

Tapi yang lebih dekat adalah kematian dan kesempatan.

***

Entah kenapa, 1 Januari yang dihabiskan dengan hura-hura, konser musik, pasar malam, atau zikir nasional bisa jadi memiliki kehampaan makna, tergantung pada mereka yang menyikapi dan menjalankannya. Namun, aku yakin, zikir nasional sangat direkomendasikan bagi mbak/mas pembaca yang butuh pedekate kepada Sang Pencipta untuk menjawab kembali 3 pertanyaan besar: darimana berasal, untuk apa hidup, dan bakal kembali kemana.

Tak hanya zikir nasional, sebelum itu, aku ternyata mengalami banyak hal yang tak terduga dan merasa berubah begitu cepat. Seperti power ranger pink yang kerap kali bertransformasi sesuai panggilan waktu dan kejadian. Tergantung siapa lawan dan kawannya. Pada semester 2 dan 3 mulai pula merasakan perubahan amat cepat, bahkan tak terasa bahwa hal yang paling dekat adalah.....

Menjadi tua atau menjadi dewasa sebagai pilihan.

Menjadi tua, itu pasti.

Menjadi dewasa? Menjalani kuliah dan berbagai organisasi serta tuntutan global, sekaligus membuat diri ini harus terus berubah meskipun ada idealisme yang bertahan keras di kepala. Idealisme adalah kebahagiaan mewah terakhir dimiliki oleh remaja tanggung yang kebetulan menyandang gelar mahasiswa. Pasti akan mengalami banyak akselerasi berupa turunnya berat badan, konflik-konflik dalam organisasi, ngambekan, cemburu, saling jatuh cinta atau pendam-memendam, manipulasi sederhana oleh pemain politik kampus, bahkan keluhan-keluhan tentang perkuliahan akan terus berulang seperti lingkaran setan. Tetapi, itulah yang membuat terbiasa untuk bertahan dan menunggu hal-hal indah.

Terima kasih banyak Ya Allah, 2014 was amazing year for me :D

Kebanyakan ikut organisasi, akhirnya bisa memilih mana tempat yang terbaik, tempat kembali pulang yang terbaik, tempat sahabat-sahabat unik berkumpul, serta tempat berbagi cerita unik. Dibantai dosen saat perkuliahan atau ujian menerjemahkan, membuatku tahu bahwa aku lebih baik belajar sejarah, politik bahkan biologi atau kimia daripada linguistik atau penerjemahan. Selalu merasa kelelahan karena beberapa hari pulang malam, membuatku yakin bahwa tubuhku tak bisa dipaksa dengan segala keinginan tanpa prioritas dan minat tak terasa menderita; passion.

Passion lagi.

Terima kasih SALAM UI 17, udah membuatku berani untuk ikut sosker (sosialisasi kerja) di Puncak Bogor dan rekreasi dengan hiking serta terjun ke sungai, meski aku hampir tenggelam. Seru abis, merasa, puncak-puncak lelah, emosi dan marah hilang ketika berada dalam air. Terima kasih atas filosofinya :D Terima kasih SPACE (Salam Palestine Center) SALAM UI 17 :D semenjak SMP, aku telah mengenal Palestina dari sebuah buku unik karangan Shofwan Al-Banna, kemudian masa lalu yang pernah kuperjuangkan berulang kembali dan berkumpul pada divisi khusus ke-Palestina-an, meskipun minatku tersita pada hal lain, tetapi, secara fakta, Palestina pernah mendukung kemerdekaan Indonesia dan perlu didukung dengan boikot-boikot produk Zionis. As you know lah, itu cara terkuat yang paling sulit dilakukan.

Terima kasih FORMASI 24 FIB UI, aw keren banget deh! Jadi kenal FIB lebih dalam dari sisi lain melalui diskusi-diskusi yang membuatku sempoyongan untuk terus belajar dan banyak membaca berbagai buku. Teman-temannya unik banget, lucu-lucu, dan tetap pede dengan jati diri masing-masing. Terima kasih Kastrad (Kajian dan Strategis Dakwah) dan teman-temannya, karena Allah, aku bisa bertemu dengan kalian seperti "anak-anak reunian", begitu cepatnya akrab sampai tak tahu lagi harus tertawa atau merenung karenanya. Entah kenapa, mirip-mirip gangster berjumlah 10 orang yang masing-masing punya jati diri berbeda tetapi tetap satu. Terima kasih atas pemberian pelajaran dan hikmah sederhana selama 2 semester :') 

Ya, hanya itu....

Mereka berakhir di tahun 2014. 2015, ada beberapa organisasi yang stay karena ada kemungkinan: ngerasa cocok, sudah terlalu dekat, atau kumpulan das man yang punya isi kepala berbeda namun disatukan. Bisa jadi :D Organisasi-organisasi yang tak kusebutkan itulah akan terus berjalan sampai merasa lelah untuk belajar mendekat kepada Allah dengan cara apapun. Bukan berarti gimana-gimana, karena ada saatnya Allah adalah sesuatu terbesar dalam hidup yang di masa depan masih abstrak gambarannya.

Terima kasih, Ya Allah.

Melalui organisasi-organisasi, aku mulai pula mengenal kejamnya saling makan hati dan teman sendiri melalui persaingan. Halus atau tidak, suka atau tidak, di luar sana, itu lebih keras. Maka, ku pegang idealisme dalam kepala ini. Meski masih dangkal, meski dari penampilan luar seperti anak kecil yang polos. Ya Allah, mohon jaga, kuatkan, tumbuhkan, kembangkan, dan lindungi aku serta semua teman-temanku di 2015 ini.

Termasuk saat SIAK War minggu depan nanti.

Aamiin.

***

Pada akhirnya, aku merasa, sangat sayang pada orang tua dan teman-teman di dunia nyata. Rasa sayang, tak tahu apakah itu cinta atau tidak. Yang jelas, tak ada alasan lagi bahwa cinta yang dimaksud adalah cinta sesempit di film-film drama, cinta antara perempuan dan laki-laki :)

Selamat datang 2015, halo :)

2015 年最大的愿望 我爱的人是我的爱人。 
--- @ichinesetweets 23.42 31 Desember 2014

是 谁 的 爱人啊?*oke, ini efek habis nonton film Assalamu'alaikum Beijing*


Mohon maaf atas semuanya, setiap hari selalu minta maaf :)
Dari pembelajar (yang semoga) sampai tak bosan belajar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.