Sabtu, Januari 3

Jangan menulis (skripsi, makalah, paper, dan tugas menulis lainnya) ketika sedang jatuh cinta. Karena susunan kata beserta korelasi antar kalimat akan sangat romantis dan tidak objektif.

Entah kata siapa. Tapi buktinya, ketika jatuh cinta saya mampu menulis makalah semalam jadi tanpa minum kopi. Tapi makalah filsafat eksistensialisme dengan rujukan filsuf romantis seperti Martin Bubber, Gabriel Marcel, Milan Kundera, dan Fyord Dostoevsky. Membahasnya pun memiliki tema cinta seperti tatapan, harapan, kesetiaan, misteri, probabilitas, kehadiran, serta dua subjek beda gender.

Ya, itu. Sangat tidak masuk akal sebenarnya, apalagi pada pagi hari jam setengah 9 adalah ujian akhir semester.

***

Hanya ingin berbagi, itulah pengalaman terunik ketika mengalami jatuh cinta ketika musim-musim ujian akhir semester. Semuanya akan terasa aneh dan (sok) kuat.

Itu saja.

Selamat bermalam minggu :)

2 komentar:

  1. Baru tau kalau nulis skripsi pas lagi jatuh cinta susunan katanya jadi romantis dan tidak objektif :))

    Kirain jatuh cinta bikin makin semangat wkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung kak. kalo nulis makalah sih masih mendingan. kalo nulis skripsi, silakan rasakan sendiri hehe

      Hapus

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.