Jumat, Juni 20

Cinta, Belum Pantes Sih :/

Well done, I come back :)

Mungkin belum pantas-pantas amat sih membicarakan ini. Perkara umur yang masih terlalu belia dan waktu untuk belajar, mengeksplorasi, bergerak, dan berkomunikasi sangat panjang waktunya. Ya, meskipun nggak tahu apakah masih diberikan kesempatan umur dan nafas. Inilah, saat mengalami perjalanan belajar Islam dengan pengalaman dan logika, aku merasa dekat walaupun sederhana. Namanya....

Cinta.

Oke jadi gini. Aku menyimpulkan bahwa setiap pertemuan akan ada kontak mata dan frekuensi bertemu bisa jadi sering terjadi apabila satu kelas, satu kepanitiaan, satu jurusan, satu dan lain-lain atau satu apa deh terserah. So, pasti ada perbauran dong antara laki-laki dan perempuan. Kalo temen saya mah bilang, kalo nggak pake hijab alias papan kayu atau kain, ya bakalan terjadi.

Pandangan pertama. Hap! Ini parah, logika aku masuk banget disini. Cinta bisa terjadi bukan karena hati, tapi ada rangsangan dan hormon oleh otak serta persepsi seseorang. Cuma ini sih, Islam udah mewanti-wanti. Makanya ada pembatasan dalam bergaul antara laki-laki dan perempuan.

Terus cinta? Nah ini dia.

Kemaren aku mendengar sebuah lagu nasyid yang berjudul "Jangan Jatuh Cinta". Looks so contradictive. Ketika massa lebih memilih jatuh cinta, namun ada beberapa atau satu untuk memilih tidak jatuh cinta. Lebih baik memendam dan berdo'a supaya dikuatkan bahwa jatuh cinta yang terjadi bukanlah termasuk pandangan pertama yang telah bercampur dengan mengagumi, menginginkan orang itu atau posesif, dan mungkin, pengen ah ....don't mention it, you know that actually. Awalnya sih nggak ada hijab, pembatasan dan frekuensi bertemu nih. Awalnya biasa aja nih, tapi ngerasa beda. That's the function of syaithan. Canggih yak?

Terus terus? Umurku belum pantas sih.

Jadi logikanya disini aja dulu. Kalau lebih jauh, bisa jadi ada beberapa orang untuk memilih nikah muda dan tetap melanjutkan sekolah daripada pacaran atau jatuh bergelimpangan karena undercontrol love. Widih, serem. Pasti banyak terjadi seperti ini. Pasti, karena aku berada dalam lingkaran teman-teman yang insya allah baik-baik.

Bukan gimana-gimana, setiap helaan nafas, ternyata pikiran ini belum sampai karena masih banyak kekurangan.

Ya oke, cewek nggak bisa atau nggak berani mengungkapkan isi hati sebenarnya, makanya dipendam atau lemah-lemahnya, berdo'a dan ngarep deh. Masa iya Allah ngasih jodoh yang salah? Bukannya, udah ditentuin? Cinta-cinta beginian, ternyata, ada di masa remaja. Bahkan sebenernya masa remaja ga ada dalam Islam, yang ada masa BALIGH alias dewasa. Jadi, masa yang penuh tantangan dan jembatan buat "menjadi apa", "untuk siapa", "mau kemana" dan "senengnya apa".

Memang belum pantas sih. Tapi, aku ngerasa Islam canggih aja, masuk ke logikaku yang masih mencari-cari kebenaran. Memang aku ngerasa ini terlalu digeneralisir dan disederhanakan banget. Justru kalau sadar dikit, banyak pengaruh yang membuat "cinta" terungkap. Simbol-simbol "jomblo","single" dan "udah ada yang punya" jadi faktor dari beberapa faktor yang bisa membuatnya terungkap? Zaman sekarang? Yak, keras. Hahaha.

Ohiya, ini konteks sempit.

Makasih jemari yang mau sedikit bekerja sama dengan otak, kemudian menari bebas secara gamblang di atas keyboard :D Nggak tahu lagi harus mengetik apa :)) Malu banget -_-

2 komentar:

  1. Sama, belum pantes nih umurku T.T
    Pun belum pernah bahas cinta-cintaan di blogku hahahaha...

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama nih mbak, tapi posisi netral malah bikin ngiri sama orang lain yang sering berurusan sama "cinta" hehe :P

      Hapus

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.