Sabtu, Mei 10

Surat untuk Mahkota

Ih!

Kalaulah siang ini tidak mencekam hati dan pikiran kita, mungkin akan aku hancurkan siang ini, dengan beberapa kekuatan yang kita satukan.

Ih!

Lalu? Kita harus apa?
Berlindung di bawah rindangnya pohon yang rimbun,
Berdua sambil menikmati langit biru awan yang peduli pada kita,
Hati yang tak akan pernah bersatu,
Awan-awan bergerak merekam kegiatan kita,
yang sedang menghisap sari-sari terindah dari mahkota.

Ih!

Lalu kita sedang melakukan apa, sih?
Aku mengisap sari-sari itu dengan kepuasan tersendiri,
Tak tertahankan,
Menyenangkan,
Lalu aku terlena, seperti berada di surga dunia.
Sari-sari itu begitu indah....

Namun,

Siang mulai kabur, mentari mulai menurun.
Apa kabar kerja-kerja kita? Apakah sari-sari masih ada dalam mahkota?
Tidak, mereka menutup diri dengan lapisan terluarnya
Sakit, perih, bila terkena,

Namun, apalah gunanya jarum suntik kami yang kuat dan tajam ini.
Mahkota, kamu terlalu berharga untuk dihisap.


Tertanda, 
Lebah-lebah bejat. 

1 komentar:

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.