Rabu, April 23

Finally, aku baru paham bahwa nggak ada kebebasan yang kekal. Tapi, orang-orang berhak memilih, apakah dia mau bebas tanpa batas atau sebaliknya.

Mungkin, ini agak sok tahu dan sok paham. Padahal, aku sendiri merasa belum bebas, karena kita masih diatur oleh suatu aturan. Aturan itu mengikat dan gak membiarkan kita terjatuh, terjerembab, menjadi ceroboh, hancur berantakan, atau sembarangan. Entah apa nama aturan ini. Yang pasti, dia menyatu dengan diri kita.

Dan dari situlah aku yakin lagi, ini soal pilihan. Bebas untuk memilih apa, siapa, dimana, dan kapan. Kalau nggak bebas memilih, bisa jadi uring-uringan karena haknya nggak tercapai. Mau memilih untuk melakukan kebaikan atau tidak?

This morning is the most random story, after long time not writing anything in this blog. 

:')

2 komentar:

  1. mau bebas sebebas bebasnya.. jangan deket deket sama orang contohnya ya duduk dirumah sambil seharian mantengin kompi dan ngeblog haha.. Lama sekali tidak ketemu denganmu Nak... apa kabarnya :D

    BalasHapus
  2. Boleh bebas, asal bertanggungjawab :)

    BalasHapus

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.