Cari

Thursday, January 16

Tentang Koma, Katanya~

Suatu hari, aku pernah mampir di blog teman waktu SMA. Lalu menemukan sebuah tulisan yang judulnya abstrak. Cukup menarik. Mengimajinasikan manusia sebagai titik dan titik itu kecil. Nggak pantas untuk menyombongkan diri, katanya. Aku senang membaca blog itu, karena menjawab pertanyaan-pertanyaan sunyiku yang tak ada jawabannya.

Aku mengomentari tulisan itu. Untuk sekedar membuat jejak.

"Apakah manusia termasuk bagian dari koma?"

Nggak tahunya, temanku menjawab. Baik banget :))

"Mungkin aja sih, beberapa orang tercipta sebagai sebuah koma buat orang lain. Koma, yang jadi tempat buat istirahat setelah lelah membaca. Koma, yang memperjelas maksud dari setiap perjalanan membaca. Koma itu berguna banget. Tapi ya gitu, namanya juga koma, dia bukan pemberhentian terakhir."

Penasaran. Aku tanya lagi.

"Kalo manusia jadi koma, berarti setelah koma masih ada pemberhentian yang lain?"

Temanku dengan pede menjawab, "Exactly."

Seriously. Ada kepuasan tersendiri.

***

2012 berlalu. Sekarang tahun 2014. Aku membuka blog teman SMA itu dan iseng-iseng membaca tulisannya yang mungkin tak kunjung update. Tiba-tiba, mataku berhenti pada satu tulisan. Memaksa ingatanku dibongkar oleh tulisan itu. Kayaknya pernah baca.

Ternyata benar, setelah kubaca lagi dan membaca komentar-komentar, ada yang salah dalam memahami komentar-komentar itu.

Hmm..

Jadi gini, aku pernah baca buku karya Ust. Felix Siauw. Kalo nggak salah sih, judulnya "Udah Putusin Aja". Dia mengatakan bahwa, orang yang serius gak akan pernah membuat orang lain menunggu. Atau gini dah, ibaratkan orang yang serius, gak akan numpang di suatu pemberhentian sementara. Dia akan fokus ke jalan lurus, ga nengok kemana-mana. Mirip tulisan tanpa koma. Karena jika menumpang di suatu pemberhentian sementara, dia akan melakukan tindakan sewenang-wenang, sok-sokan, dan menghancurkan semuanya.

Salah satunya, orang yang punya tempat pemberhentian bakal nanya gini. "Kapan nih orang pergi? Ganggu aja. Bayar kagak, gratis tok. Kayak rumah dia aja". Atau ngusir. "Pergi lu! Sono cari tempat yang enak! Emang ini rumah lu". Mungkin begitu.

Beda halnya jika dia terus fokus tanpa berhenti di tempat yang tepat, titik namanya. Pasti tidak akan terjadi seperti cuma numpang doang di tempat pemberhentian sementara.

Eh, waiiittt!!!! Berarti.... Jika ada orang yang dijadikan tempat pemberhentian (yang belum berakhir) dan hal itu sama artinya dengan... koma? Oh my God... Kenapa baru paham sekarang (-_-")/*

Seperti itukah maksud dari tulisan blog teman lamaku? Semoga tidak salah paham.

Apakah saya dan mbak/mas pembaca termasuk dari.. koma? Yang mungkin menjadi tempat singgah?

Entah kenapa, ngerasa nyesek. 

6 comments:

  1. hehee, kalo saya pernah dijadikan tempat koma lohh, dan akhirnya baru nyadar setelah lama, hingga akhirnya memutuskan hubungan itu walau pun sebnarnya gx pengen
    semuanya harus jadi pelajaran, alhamdulillah sekarang punya perhentian terakhir :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. alhamdulillah.. saya seneng dengernya mbak. jadi terharu pula :))

      Delete
  2. karena saya sering bingung, sepertinya saya lebih ke arah sebagai tanda tanya daripada koma..hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. tanda tanya berarti manusia filosofis kak hahaha

      Delete
  3. Koma??
    Terkadang aku harus bersyukur menjadi tanda koma. Kenapa? Bukannya koma menjadi tempat pemberhentian sementara. Iya, aku tahu itu. Tempat pemberhentian sementara bagi mereka yg tidak pantas berada dihidupku. Itu saja. Karena Tuhan sudah menyiapkanku yg akan terlahir menjadi titik bagi satu orang saja. Satu orang saja, satu orang yang sempurna di mataku dan mampu berjalan bersisian denganku sampai nafas berhenti berhembus.

    Dan,
    Sekarang sambil menjadi koma, aku sedang menunggu bermertamorfosis menjadi titik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ternyata, dari koma itu akan lahir sebuah titik.. Koma yang berproses :)

      Delete

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.