Cari

Friday, January 10

Janji. Promises.

Pantas bila ada orang yang memasang tampang menghakimi seseorag untuk menagih janji yang pernah diucapkan. Kecewa? Tentu. Namanya juga berharap kepada manusia.

Belum lagi, jika ada (lagi) orang yang sangat sabar bila janji itu belum ditagih oleh orang yang mengucap janji. Dengan jaminan, waktu masih lama dan pasti akan menjawab semua. Suatu saat akan terjadi :) See? How abstract. Sebenarnya, kita sendiri nggak tahu sih. Umur orang kapan bertahan dan entah apa yang terjadi hari esok juga belum tahu pasti.

Entahlah, apa jaminan janji? Banyak orang kecewa dengan janji-janji. Contoh kecil saja, orang yang punya otoritas atau kewenangan untuk memberikan sesuatu, pasti punya janji tertentu untuk melunasi dan memenuhi keinginan orang yang berhadapan dengannya. Pasti. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, orang yang punya otoritas itu lupa janjinya. Sehingga bila "orang kecil" ini menagih janji dan menuntut, si "orang kecil" ini dianggap tidak ada apa-apanya. Tidak didengar. Bahkan dilupakan. Betapa kesalnya "orang kecil" ini bila terus disogoki oleh janji-janji.

Janji, jadi bagaimana? Janji sebenarnya nggak bisa main-main dan dimainin. Orang akan berharap bahkan menggantungkan diri pada harapan yang diberikan oleh si pembuat janji. Kemungkinan besar akan terjadi kekecewaan, keresahan, kegalauan, merasa diperlakukan tidak adil, dilupakan, diremehkan, bahkan menghabiskan waktu yang sangat singkat ini.

Dan itulah yang terjadi sekarang. Kan bentar lagi Pemilu. Dan nggak hanya Pemilu, banyak orang yang mengumbar janji di kehidupan sehari-hari untuk kehidupan lebih baik. Banyak, contoh kecil saja sudah bertebaran dimana-dimana :)

Selamat (bermain dengan) berjanji! Hati-hati! ^,^

2 comments:

  1. Haha.. Pemilu lagi, urusan Politik dan saling umbar-umbar kata, bikin males :D

    ReplyDelete

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.