Jumat, Januari 24

Banyak, Orang Gila!

Terlalu banyak orang gila di sini. Ya, disini. Kamu yakin nggak dengan pernyataan itu? Pastilah yakin. Buktinya, kamu bisa lihat sendiri. Di kehidupan sehari-hari atau dimanapun

Mau kasih bukti?

Ternyata.. karena mereka mencapai sesuatu dengan cara yang instan. Mungkin ingin cepat mahsyur dan kaya. Namun, entah bagaimana konsekuensi di masa depan seperti apa.

Instan, instan dan instan. Itulah yang terjadi sekarang. Baik itu pemikiran-pemikiran instan, maupun tindakan-tindakan instan untuk memenuhi tujuan hidup mereka.

Pemikiran pertama itu sangaatlah sederhana. Namun rumit aplikasinya. Hidup serba sulit dan materialistis. Harga sembako mahal, pendidikan mahal dan dikomersialisasi, untuk keamanan dan kesehatan saja sulitnya minta ampun. Lantas, orang-orang yang dapat nikmat pendidikan malah (mungkin) dididik untuk menjadi robot dan apatis. Diajarkan seperti itu. Lalu, ketika sudah mendapat apa yang sudah didapat, mereka akan mempunyai kebanggaan sendiri karena menjadi.... pekerja... tanpa... hati.... dan minat..... Karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tadi yang serba mahal.

Kita saja sudah dicekcoki oleh pemikiran "UANG", "GAJI", "PROSPEK BAGUS" dan lain-lain untuk bisa mendapatkan sesuatu secara instan. Cepat kaya lah, kasarannya. Sungguh sayang. Jangka hidup, insya allah masih panjang. Hidup tak hanya pekerjaan dengan uang gaji yang besar serta prospek bagus (untuk memenuhi kebutuhan materialis industri).

Itu gila menurutku. Terlalu banyak orang gila disini... Plus plus gengsi, ah, tambah gila.

Pemikiran kedua yakni pemikiran instan yang sengaja sudah dipaket untuk mendidik manusia menjadi robot yang penurut. Maaf ya, pendidikan.

Ah, ini kan.. guessing but the fact, I watched the reality in our school life. Pendidikan yang sudah dibentuk sedemikian rupa, mungkin sudah bercampur aduk dengan bisnis pendidikan, keuntungan, kerugian, prospek, materi, bahkan, ah entahlah... politis? Mungkin.. Sehingga menjadikan kami sebagai manusia robot yang nurut. Nurut gimana yah? Nurutnya itu... ketika hasil tambang dan hasil sumber daya alam, diambil begitu saja. Sudah ada kok, ahli tambang dan ahli kelola sumber daya alam asli Indonesia. Namun, mereka menjadi robot untuk bekerja di sebuah perusahaan tersohor. Tak lain dan tak bukan, perusahaan yang secara halus mengambil hasil-hasil alam keren di negeri ini.

"Kamu ngomongin negeri? Guessing what? World is crazy, bro! Ngapain kamu mikirin negeri! Jikalau sekolahmu, nilai mata kuliah kamu, nilai ujian kamu, nilai dan lain-lain, bahkan untuk memberi makan anak-istiri, ataupun ngurusin diri sendiri saja tidak becus?!"

So what? See, people come and they are crazy. This is what I mean. 

Tindakan instan? Guess it guys, you know all than me :P

Then, I'm not so idealist since study humanities in my university. I'm still love to study and read science and technology :) When you know that knowledge is a power. Someday, knowledge will be a blur fusion. There is no barrier between science-technology and social-humanities.

Aneh kan, dunia ini? Aneh kan dengan orang-orang yang punya obsesi namun caranya instan? Dan, aneh kan bila kita putus asa karena mengejar dunia. Not balancing between world and here after?

***

Bukannya ingin bagaimana. Bolehlah berobsesi. Boleh aja kok, instan. Tapi, instan itu kan nggak enak. Dan yang terjadi sekarang malah mencetak untuk menjadi manusia unggul dalam segala hal. Namun, kesempurnaan itu malah menjadikan kita robot yang penurut. Akan tersiksa jika sudah mendapatkan apa yang diinginkan dengan cara tersebut. Kesempurnaan itu membuat buta lalu hampa. Mau lari kemana, nak?

Closing:
" Mi instan aja nggak enak dan nggak sehat buat anak kos. Masa anda tidak? ^.^ "

2 komentar:

  1. bener sih banyak yang gengsian dan bikin makin pening kepala. cuma katanya kalo di LN malah cenderung cuek, jadinya individualisnya tinggi. selalu ada sisi positif negatif, ambil yang baik-baik aja dan tetap semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini semacam random thought di malam hari mbak :)

      Hapus

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.