Cari

Monday, December 23

Selamat Liburan (Mahasiswa) :D

Menjelang liburan ini, banyak sekali kejadian yang kuhadapi dan itu sangat berharga ternyata.

Mungkin, hari Sabtu dan Minggu kemarin adalah hari menegangkan. Membuat pikiran terus berjalan. Materi yang diberikan dari Pandu Budaya ternyata membuatku berhenti bicara. Hanya otak yang riweuh mencerna.

Mungkin juga, lebih baik menjadi pemimpin bagi diri sendiri dibandingkan pemimpin untuk orang lain. Ehm, maksudnya, memimpin orang lain. Kenapa? You have your own answer, surely. Aku udah dapat materi tentang kepemimpinan, manajemen waktu dan manajemen konflik yang membuat pikiran riweuh. Gimana biar semua materi itu masuk dan sesuai sama satu yang introvert dan suka kedamaian ini.

Oiya, dibutuhkan juga kemampuan orasi atau yeah public speaking yang baik. Memang tak langsung bisa. Tapi, namanya belajar, pasti ada prosesnya. Lihat deh, nanti, pasti bisa berorasi atau public speaking-nya bagus.

Satu lagi! Konflik!

Konflik pengukuhan anggota Pandu Budaya cukup ricuh di Teater Daun. Ini membuat tekanan darahku makin rendah dan takut. Kan, cinta perdamaian. Sepanjang konflik, aku ingin pulang dan semua cepat selesai. Ribut dan hampir berkelahi. Hanya untuk mempertahankan satu orang yang kebetulan kandidat ketua angkatan. Malam pula. Hampir satpam mendatangi kami. Tapi, kayaknya sih udah paham.

Disana, aku dan teman-temanku meringkuk ketakutan. Bersembunyi di balik kerumunan teman-teman yang berbaris 2 banjar. Kami masuk medis, takut, sedih, dan pusing. Yah, kami melihat itu semua di belakang mereka. Yang ku lihat hanya perkelahian, teriak-teriak, marah-marah tapi sambil negosiasi. Lobbying. Itu juga masuk materi sih hehe... Nego yang alot itu membuat semuanya tertekan.

"Kalo kalian ga dikukuhin sekarang, kapan lagi?"

"Kelamaan! Kalian nyiksa pengader tau!"

Itu ucapan-ucapan yang kudengar dari belakang kerumunan itu. Bener sih.

Setengah jam kemudian, semua berdamai lagi. Aku yang masih sakit, harus terpaksa berdiri meninggalkan medis untuk mengikuti eksplorasi pemilihan ketua angkatan. Mana bisa mikir, pikirku. Tapi kupaksa, tanggung jawab. Dari sekian konflik yang kudengar dan pengorbanan waktu selama 4 bulan plus 2 minggu mengerjakan tugas-tugas dari pengader. Dhea, tetap bersamaku dan memastikan supaya aku tidak rubuh saat eksplorasi.

***

Sakit. Sakitku karena tekanan batin dan tekanan darah yang makin mengejarku. Aku pernah desperate. Frustrated. Hampir rubuh. Laptop ini sering mati sendiri karena kehabisan baterai. Nggak pulang ke rumah selama 1 atau 3 minggu. Lupa zhunbei atau belajar. Bahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Laoshi di kelas pun sering kedinginan dan ketakutan. Itu yang kurasakan selama 2 bulan dikader oleh kakak-kakak Pandu Budaya 9.

Terus?

Puncak yang kurasa adalah Sabtu sore. Ketika semua kakak-kakak Pandu Budaya 9 berdiri dan berbaris sejajar dengan tampang menghakimi teman-temanku. Aku nggak suka pake banget. Ini sama aja kayak inisiasi jurusan. Tapi, ini masalah mempertanggungjawabkan janji. Siapa sih, yang ga suka sama janji yang ga ditepati? Ya, itulah yang dirasakan kakak-kakak pengader. Rela digigit nyamuk belakang Pusgiwa. Ah, tapi kan bareng-bareng. Satu salah, semua salah. Dan semua orang berhak tahu, bahwa ada kesepakatan sepihak dan nggak semua orang dateng cultural angkatan sebelum pengukuhan.

Malamnya, kami udah 2 kali melewati jembatan Teksas (Teknik-Sastra) yang konon katanya angker banget. Pertama, waktu magrib dan terakhir jam 12 malam. Yang paling seram, jam 12 malam. Beneran deh, Teksas bagian FIB ketika dilewati, lampunya mati. Kemudian hidup lagi. Tapi, setelah masuk daerah Teknik, lampunya hidup terus. Sepanjang perjalanan pun aku dan Vita, mungkin teman-teman di belakangku merapal ayat Kursi supaya nggak kesurupan atau ngeliat penampakan. Merinding dan dingin. Meskipun di Teknik masih ada kehidupan (ada orang hehe).

Untungnya menginap di ruang BEM UI Pusgiwa. Alhamdulillah "tidak melihat apapun" selama di FIB, Teksas, Teknik, dan Pusgiwa. Ramai-ramai. Semua ditanggung bareng. Eksplorasi usai dan tinggal menunggu siapa yang pantas jadi ketua dan wakil ketua angkatan dan pulang.

Sampai ruang BEM, masih sakit. Mungkin masuk angin. Tapi malah nggak bisa tidur. Ruang BEM UI mirip ruang kelas TK. Lucu, ada gambar pemandangan alam. Ada ranting pohon untuk menggantung kertas harapan. Di langit-langit plafon ada jejak-jejak dari kardus yang bertuliskan nama ketua BEM. Beberapa yang ku ketahui. Kak Gari yang memberikan materi manajemen konflik, Kak Faldo Maldini, dan Kak Ali Abdillah. Aku dan Lulu senyam-senyum ketika membaca nama Kak Faldo hehe... Bukan berarti ruangan ini berantakan dan rame. Susah tidur ketika udah melewati semua bareng-bareng, menderita bareng-bareng, dan bergerak bareng-bareng. Tinggal menunggu kukuh.

***

Ternyata aku tidur 2 jam. Baru bisa tidur jam 1 malam gara-gara nulis. Dan dibangunin sama temen. Kulihat jam, hampir jam setengah 4. Belum waktu subuh sih. Ya, siapa tau disuruh tahajud bareng.

Bukan! Malah disuruh bikin lingkaran yang mengitari kayu bakar. Kemudian, 6 calon ketua angkatan maju selangkah untuk memegang lilin sambil berikrar. Ah, ikrar, kataku dalam hati. Lebih baik konkrit. Ditemani dengan lagu Darah Juang yang membuat bulu kudukku merinding. Belum masuk waktu subuh, mungkin setan-setan masih berkeliaran dan menghinggap ke pikiran yang kosong. Beruntung Kak Jati menyalakan mancis. Lumayan buat penerang dan penghangat. Beruntung pula kakak-kakak yang menyiram minyak ke kayu. Menghangatkan semua. Disitulah, ikrar dari semua ikrar diucap. Semoga tidak lupa :)

Menunggu pagi. Aku dan teman-teman Pandu Budaya X (cie, bukan calon lagi) berbahagia. Berembuk apa ikrar (lagi) yang akan dikatakan ketika setiap apel siaga. Beberapa ada yang ngantuk, ketiduran. Pokoknya capek banget lah. Capek bareng-bareng. Kebersamaan mewarnai detik-detik pengukuhan. Gara-gara mereka, sakitku mulai sembuh. Aku sadar, semuanya bareng-bareng. Semua tersiksa. Pengorbanan semua mereka lakukan, sama seperti yang aku lakukan. Mungkin, ga tau ya, nilai ulangan pun bisa anjlok gara-gara ini. Entah lah ya, rezeki siapa yang tau.

Kuanggap waktu itu adalah waktu penyembuh kesepian karena hampir 3 minggu nggak pulang ke rumah. Seperti saudara sendiri. Bercanda. Menganggap hari kemarin adalah pelajaran nanti ketika menjadi pengader ataupun tidak. Semua yang terjadi hari Sabtu dan Minggu adalah aplikasi materi yang udah diberikan dan kepake banget di dunia kerja eaaa....

Alhamdulillah.. kakak-kakak Pandu Budaya 9 dan diatasnya merestui dan mengukuhkan kami menjadi Pandu Budaya 10. Organ gerakan mahasiswa, nyata terdepan, konkrit gerakannya. Bisa dimana aja, ga cuma aksi. Tapi sosial, akademis, bahkan semuanya yang dilatih disini bakal kepake nanti.

Ah ya, Alhamdulillah. Temanku yang menjaga aku biar ga rubuh dan duduk di samping ketika eksplorasi kandidat, menang jadi wakil ketua angkatan. Sedangkan, ketua kelas MPKT A yang sama-sama dari Bekasi menjadi ketua angkatan. Mereka adalah Dhea dan Adi. Balikin atuh, Adi ketua angkatan dan Dhea wakil ketuanya. Keren! すごいい!

Meskipun hujan. Tapi hujan ini bukan karena sedih melihat kita yang lagi sepi semangat dan gerakan mahasiswanya. Karena terharu ngeliat kita udah resmi dan menjadi penerus kakak-kakak pengader. Itu kata Kak Odagoma sih hehe. Hujan kemarin, ternyata membuat semuanya berarti ya. Usai semua. Tapi selanjutnya akan ada tantangan lebih berat lagi.

***

Capek? Semua juga capek. Semua pengorbanan tapi niatnya ikhlas dan serius, insya Allah ada hasil kok. Anggap aja ini latihan. Lebih-lebih dari apa yang kamu alami terdahulu. Ini udah kompleks. Kecapekan, hampir rubuh, desperates, frustrates, bahkan diledekkin temen gara-gara sok sibuk. Itu udah resiko, ketika udah memutuskan dan mengikuti suatu kegiatan yang bakal mengorbankan zona nyaman. You are different. Sayang kalo masa ini nggak belajar tentang kehidupan dan apapun yang bakal berguna nanti.

Ga mudah jadi mahasiswa. That's why someone shut up then speaks after thinking than always shut up without careness. Reality happens and all of them come from real civil people. Critizing all news and everything.

Happy holiday!

No comments:

Post a Comment

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.