Jumat, Agustus 30

Note FB yang Jleb Wkwk

Note FB yang jleb wkwk

Terkadang kita terlalu fokus sama yang namanya keberhasilan. Seenggaknya, itu yang sebenernya sedang kita capai sekarang. IPK Bagus, banyak temen, link luas, kerjaan lancar. In case, sekarang ini, lagi musim-musimnya banget yang namanya "Galau IPK", atau galau penjurusan.

Yes! kita sebenernya sedang terfokus sama sosok yang namanya SIAK NG yang di dalemnya tertera huruf A B C atau mungkin D. Ekspektasi kita yang berlebihan terkadang ngerasa kita ngerasa jatuh-bangun ketika ngeliat angka itu satu persatu mulai muncul, seakan angka itu adalah segalanya kelanjutan perkuliahan, karir, atau yang lebih jauh lagi, masa depan.

Belakangan ini, saya sempet ngerasa bosan dengan Twit yang muncul di timeline Twitter saya:
A: "Woy, nilai matkul ______ udah keluar!" (ga nyampe 1 menit, langsung ada yang Retweet dengan gak santai).
B: "Ah demi apa? nilai lo berapa?"
A: "Nilai gue ga bagus, B-. Ah kok dosennya pelit banget sih! padahal gw kan...blablablabla"

Dan langsung deh emotional words tiba-tiba muncul di timeline Twitter, menggambarkan kegalauan seakan-akan angka B- itu adalah perusak masa depan para pelita bangsa. Ada yang nyalahin dosen yang geblek, ada yang marah-marah gajelas, bahkan ada yang ngata-ngatain si dosen, memberi judgement seakan dosen itu SALAH. You think you are the best, so your ego got hurt.

By the way, pasti perasaan puas dan kecewa pernah kan kita dapetin di kuliah? Seneng, karena gak pernah nyangka dapet nilai yang "se-pantas" itu, seneng kara usaha selama ini "dibayar" dengan harga tinggi. Tapi kadang kita juga kecewa, karna nilai gak sesuai ekspektasi, kita gak ngerasa pantas dapetin serendah itu, tanpa pikir panjang apa sebenernya hikmah dibalik kegagalan yang kita alami. Kita lalu merasa jatuh, merasa paling gagal sedunia. Ada juga yang merasa biasa-biasa aja. Tapi deep down inside your heart, pasti rasa kecewa dan sedih sekecil apapun itu ada. To sum up, pandangan kita terhadap sosok nilai itu. Sempit!

Pandangan lain tentang si Nilai itu juga dateng dengan cara yang lain. Di semester selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan klasik sering kita tanya ke senior,
"Eh kak, si dosen A ngajarnya enak ga?" itu pertanyaan standar. Atau bahkan "Kak, si dosen A ngasih nilainya pelit ga?".
"Oh nggak kok, gue aja yang nyantai gini dapet A-"
"Pokonya, kalo matkul yang itu, jangan sampe lo dapet dosen si B"

Nah, seakan-akan sosok dosen yang "gampang ngasih nilai" itu seperti malaikat yang turun dari langit, dan dosen yang susah ngasih nilai itu di-judge sebagai dementor, yang bisa merenggut kebahagiaan lo satu semester atau lebih.

Satu kata: Ironis!

Itu yang saya alami atau mungkin yang saya lakukan di awal masa-masa perkuliahan ini. Kuliah terpatok nilai, seakan nilai adalah satu-satunya indikator keberhasilan. Kita kadang ambisiu, menghalalkan segala cara, menyusun strategi matang-matang untuk mencapai nilai ABCD yang seakan-akan kita anggap sebagai (the one and only) output dari segala aktivitas perkuliahan yang kita lakukan. Lebih ironis lagi, kita secara sadaar atau ngga, langsung maupun tidak langsung, bersifat individualistis, kompetitif, dan mampu menjatuhkan orang lain, atau mungkin teman sendiri!

Kadang kita lupa, bahwa pembentukkan jati diri, teman-teman, pengalaman hidup, dan pelajaran berharga yang kita dapet itu justru gak kalah lebih penting dari sekedar nilai. Kita gak akan pernah tau gimana masa depan kita. Kita gak akan pernah tau apakah kita kaya atua miskin kedepannya, bahagia atau sedih, panjang umur atau sehat selalu atau mungkin besok kita mati? Kita gak akan pernah tau.

Yuk, ubah perspektif kita!

Coba lihat dari sisi baiknya. Mungkin aja dibalik sikap dosen yang pelit ngasih nilai, ternyata materi yang disampaikan justru lebih bermutu dari dosen yang gampang ngasih nilai. Nilai bagus atau jelek itu bukan menggambarkan kualitas dan kompetensi seseorang. So, makna perkuliahan  harus kita kaji lagi. Kita kuliah buat apa? Ngejar nilai atau ngejar ilmu?

Nilai emang penting, tapi itu bukan segalanya. Nilai emang jadi penunjang buat dapet kerjaan, bahkan bisa jadi indikator "kelas sosial" kita. Hey, dia bukan segalanya! Masih banyak yang bisa digali di fase hidup kita ini. Kuliah gak sekedar dapetin nilai, dan meraih kesuksesan. Kuliah itu, in my perspective, adalah tempat kita bisa menggali sebanyak-banyaknya pengalaman hidup dan pelajaran berharga dari apa yang belum pernah kita dapetin selama ini. Kuliah adalah fase kita mencari jati diri, mencari teman dan bahkan pasangan hidup. So, jangan habiskan fase ini dengan hanya berpatokan pada nilai ABCD itu kawan! "Kuliah" itu prioritas, bukan hanya "nilai" yang jadi prioritas.

Kita kuliah untuk jadi orang pintar, bukan? Dan pintar itu bukan hanya diukur oleh Nilai! :)

Closure Statement:

"Pleaseeee hidup itu bukan panjat pinang, yang kita harus nginjek2 orang supaya bisa nyampe atas. Kita kan bisa nyampe atas bareng2 dengan cara lain, naik lift misalnya, naik tangga, dll (analoginya). Makanya gue gak setuju dan gak cocok dengna orang yang selalu melulu berorientasi pada kemangan, kelulusan, dan hal-hal 'yang dapat diukur' lainnya. Karena bagi gue, hidup itu bukan cuma sekedar lo jadi Pemenang lalu hidup bahagia selamanya. Kalo kita selalu berfikir mau jadi pemenang, dengan cara meyingkirkan orang lain agar tidak menang, maka kondisi dunia akan jadi piramida. 1 orang yang berhasil di puncak atas, semakin kebawah semakin banyak numpuk orang2 yang 'tidak berhasil'.Lain hal kalo kita berfikir untuk menang sama-sama, kondisinya akan jadi piramida terbalik: banyak orang menduduki posisi atas sebagai pemimpin, dan semakin ke bawah komposisi orang 'tidak berhasil'nya semakin seedikit. Jadi dunia bisa jadi lebih baik ditangan 'orang2 berhasil' yang knii makin banyak banyak bersinergi terus menerus."

"Dan gak ada satupun hal di dunia ini yang percuma, sekalipun itu bernama 'gagal' dan 'masalah'."

Semoga ada hikmah yg bisa diambil ;)

***
Sebuah forward message dari note facebook teman kakak mentor jurusan saya :)

Rabu, Agustus 28

Yeah, Rindu

Tak selamanya apa yang membuat rindu disalurkan oleh Allah. Mungkin itu tak pantas. 

Tapi, apabila aku merindukan hal tersebut dan aku ingin memendamnya sementara waktu. Kemudian aku akan mengeluarkannya bila Allah menghendaki dan memberi jalan. Adalah salah satu orang yang ingin mengungkapkan apa yang sebenarnya telah terjadi. 

Karena You Only Live Once atau YOLO. Jika terus rindu dan rindu. Sementara sudah menangis dan gemetar melihat perjuangan teman-teman mendapatkan suatu hak saat ospek dua hari yang lalu. Maka menyesal. Sesal yang ada di dada. Teman-teman dan aku sendiri adalah orang yang mempunyai rindu masing-masing. Harapan kami, rindu itu disalurkan dan diberi wadah agar rindu itu berguna.

Tak hanya satu sisi. 

Tak hanya satu orang.

Tak hanya pada sesuatu yang mungkin pernah dirindukan tapi sekarang dia menyesal merindukan hal tersebut.

Yeah, rindu. 

Memang tak bisa ditahan. Dipendam tapi pelan-pelan. Tak bisa dibohongi. Tapi bila ada yang mewadahi, rindu itu tak akan seperti sekarang. Menggebu. Bingung dibuang kemana. Energi terkuras. Waktu terbuang sia-sia.

Sabtu, Agustus 10

Ternyata, Titipan.

Actually.

Apa yang pernah kita raih dan dapatkan itu sesungguhnya, titipan. Ya, titipan. Titipan dari Allah SWT buat kita. Seberapa kuat sih, diujicoba sama titipan itu. Kuat nggak? Kalo nggak kuat mah, mungkin udah seneng-seneng sampai beberapa waktu, sampai menghadapi sendiri akan kekecewaan. Kalo kuat? Ngerasa ini tuh cuma rezeki dan kesempatan seumur hidup. Sisanya, tanggung jawab dan resiko penuh atas apa yang didapatkan.

So, please don't have a proudness. Meskipun itu kecil. Jangan kelamaan, ntar kecewa :p

Semuanya titipan ternyata, bro. Umur makin bertambah, tanggung jawab makin membesar. Belum tentu dikasih life bar sama Allah SWT selamanya. Tantangan ada di depan ternyata.

Dan ternyata (lagi), memang harus bergerak terus. Jangan berhenti. Merenungnya sampai disini saja.

And, this is the real proof of "Ganbatte ne" word. Got it! :))

Rabu, Agustus 7

Best Ramadhan Ever Had

Another day makes you love this Ramadhan ever. Don't you remember? How long did you motivate yourself to get best college and you got it in this Ramadhan? 

Try the best guys. This Ramadhan is the best experience ever. 

Happy Eid Mubarak 1434 H. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa karim :)
Mohon maaf lahir dan batin :D

Tetap jaga kesehatan. Jangan rakus. Tubuh yang sudah berada dalam zona nyaman berpuasa jangan dirusak dengan berbagai makanan yang membuat cepat aus. Because, actually, our body is such as a machine. Mesin yang dipanaskan.