Rabu, Juli 3

Jangan-jangan?

Inilah waktu yang pas.

Dengan pantulan lampu neon dan sinar kuning berasal dari meja belajar. Aku merenung sambil menatapi dinding biru muda tanpa cacat. Untuk apa? Membayangkan kamu? Salah! Aku membayangkan bagaimana caranya aku menghafal kode ASCII yang tak kumengerti apa tujuannya. Pun bahasa Java, yang kukira bahasa Jawa berlogat medhok. Bukan rupanya.

Apapula Pascal?

Apapula C++ ?

Kau kira aku calon enjinia robot? Jangan-jangan aku salah masuk kamar. Eh, bukan kamar, tujuan batin dan hidup yang akan membaur menjadi satu. Dan melebur dalam tubuh dan hati manusia itu selama 4 tahun, iya kah? Jangan-jangan.

Biar aku dan Tuhan yang tahu. Mengapa mereka eksis berada. Dan dimengerti para expert tertentu saja, tanpa mau tahu apa maksud mereka; para bahasa aneh tersebut. Maaf, bukannya aku tak mau tahu, dinding biru muda.

***

Tapi yang kutahu adalah, tanpa mereka. Semua aplikasi pada gadget takkan ada. Mereka - bahasa aneh tersebut dan para expert enjinia bangga mereka berada.

Ah, bila kamu benar-benar menjadi expert itu, sanggupkah kamu membayangkan programming menjadi mata pelajaran favorit di dunia ini selain sastra dan sains terpadu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.