Rabu, Mei 1

Masih Mau Lanjut? :D

Belum merasakan bagaimana titik jenuh. Aku masih larut dalam aktivitas rutin yang seolah-olah mengajakku untuk berperang. Padahal ini baru 1 minggu 2 hari setelah UN. Tetapi rasanya ular besar akan memakanku jika aku lengah 1 atau 5 menit saja untuk bermain.

Aku belum merasakan jenuh. Masih larut. Namun aku bingung, karena diaduk-aduk oleh keadaan. Baik itu pada pendirian atau lingkungan. Atau malah tekanan dari orang lain atau hati yang tidak pas. Ah masa....

Ya jadi? Mau nunggu zona nyaman banget gitu? Sampai benar-benar klop? It will wasting time, bro.

Waktu hanya 1 bulan. Bila intensif, mulai benar-benar intensif terhitung hari ini, maka pas 1 bulan, tambah 18 hari. Belum lagi ujian ini, ujian itu. Ini memang ujian. Ditambah pula ujian diatas kertas. Kalau sekarang, ujian kenyataan! Bila persiapan sebelum ujian diatas kertas saja udah ngeluh dan ingin berhenti.

"Ngerasa pusing gitu".

Berarti, ujian kenyataan udah lulus dong? Apa belum? Oh ya, ujian kenyataan itu hal yang remeh-temeh loh. Seperti mengatur waktu, menyusun baju di lemari, bahkan bangun pagi sekali itu sulit bagi orang yang ingin benar-benar nyaman. Perlukah ditampar? Ya, perlu. Dengan berbagai tulisan pedas yang membuatmu merasa bersalah. Eh, perasaan itu hanya beberapa menit setelah membaca tulisan super pedas dan menampar. Setelah itu? Jawab sendiri-sendiri.

Mungkin harus ada niat yang benar sehingga ada sinkronisasi antara tindakan dan pikiran bawah sadar. Perlu, ya perlu. Supaya nggak nyesel. Karena tiap nyesel itu nyesek dan sakit. Mungkin harus ditampar sama bapak atau dikritik sama ibu dulu baru bergerak. Ah, jangan. Kan sudah besar, sudah tau cinta. Yo mosok untuk mengejar cita-cita harus disuapi seperti balita?

Mungkin ini kritik untuk saya sendiri dan mbak/mas pembaca. Beberapa teman yang senasib dan seangkatan  ini ngerasa bosen padahal belum waktunya. Meskipun liburan kali ini menyenangkan untuk tidak disia-siakan. Seharusnya malu untuk ngeluh, setelah beberapa kali membaca artikel motivasi blog Kak Rizkydea. Memang mimpi itu harus tinggi dan hebat, tapi kalo tindakan tak hebat. Malu ah. Mending pendam saja. Atau jadilah pemimpi yang terus menuliskan mimpinya di buku yang disembunyikan.

Mau seperti itu? Nggak.

Jadi?

Ya mau action. Terus? Kalo hati pengen banget melaksanakan tapi....

Ya kalo banyak tapi-nya. Ntar rasanya sebulan itu kayak naik jet. Banyak penyesalan. Sebulan itu bentar. Bentar-bentar tryout. Bentar-bentar nambah, maunya pindah jurusan. Bentar-bentar nambah jurusan sehingga belajar 3 kali lipat.

Jadi....

MASIH MAU LANJUT? :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.