Cari

Wednesday, May 29

"Menurut kita, kita puas ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Padahal menurut penelitian, ternyata kita justru puas bukan karena hasil akhir, tapi kita puas ketika kita berproses menuju ke tujuan akhir tersebut." - My friend said.

"Riset: manusia cenderung lebih senang ketika mengalami kemajuan mencapai tujuan dibanding mencapai tujuan itu sendiri" - Roby Muhammad (Co-founder and Chief Scientist at Provetic, 9 Summers 10 Autumns movie).

Saturday, May 25

Thanks, thanks!!

Thanks all. It reminded me about that. So, if we study tonight, it will better to face tomorrow.

Thanks for yesterday night :) 

Lebih baik kita belajar bagaimana kerasnya kehidupan, daripada berbasa-basi dan kau pun tidak berbicara apapun tentang kehidupan mahasiswa di kota besar. Dan mengajariku agar aku bisa terus semangat, tak terlena dengan apapun. Fokus pada tujuan awal.

Thanks, friend.

UN, Apa Kabar?

Bagaimana UN? Sehatkah? Alhamdulillah.

Ehem, bukan UN yang ku banggakan. UN saja sudah amburadul. Ngerjainnya, juga *paham paham ah ahaha*. Tapi tidak semua. UN penuh kelicikan. Yang pintar jadi down, yang curang jadi bangga. Dan yang biasa aja jalan di tempat. Dengan satu kata, BANGGA!

BANGGA PUNYA NILAI UN HAH??

*maaf maaf :( :(

Plis biasa aja dong! Masih aja SNMPTN dan SBMPTN! Belum lagi Ujian Mandiri PTN. Mereka saling menyusul. Kalau tidak, bisa tergilas buldoser kita!

*maaf maaf :( *

Oh ya, maaf ya jadi emosi begini. Habis, sehari penuh ini, masih sangat kental perayaan UN se-Indonesia. Memang benar, saya tidak belajar seharian hanya untuk melihat perkembangan informasi UN di linimasa Twitter. Lihat aja, ada yang berani nyoret baju.

Ada yang mabok.

Ada yang mabok soal TPA, SBMPTN. Bahkan ada yang langsung minta kakak kelas untuk ikut bimbel.

Bahkan ada yang memborong makanan, nonton dorama, atau yah kamu sendiri yang tau apa yang kamu kerjakan tadi.

Yah,syukuri saja. Memang langkah sebentar lagi dekat. SNMPTN bisa berubah pengumuman, bisa dimajukan, bisa dimundurkan. Memang yang penting adalah bersyukur. Do'a diperbanyak, tahajud oke, ngaji gas terus, bahkan menunda kesenangan. Oke, boleh dan itu bagus banget. Lebih baik jika dirayakan seperti itu.

Dan perayaannya jangan flat seperti saya, seharian di rumah :)

Selamat bersenang-senang dengan SNMPTN dan SBMPTN!!! Tunda dulu ya senang-senangnya. Galau-galauan, cinta gak jelas. Hilangkan sejenak. Siapa tau, terbalaskan dengan lolos PTN.

Amin!! Doakan kami :)

Tuesday, May 21

Matematika Rindu

Mungkin, kita pernah mempelajari ilmu peta dan geometri. Untuk mengetahui bahwa bumi ini luas tanpa batas. Serta mempelajari bentuk bangun ruang. Membangun imajinasi berupa bangunan megah dan kokoh serta luas.

Mungkin, kita pernah belajar deret dan barisan. Untuk mengetahui seberapa jauh kaki melangkah, dan seberapa kali kesalahan terus dilakukan. Entah, data-data yang berulang kali terjadi. Kemudian jadilah kesalahan biasa bahkan menjadi kebenaran.

Mungkin, kita pernah belajar peluang. Seperti apa kesempatan diantara celah kemungkinan dari masalah yang sering terjadi.

Lalu, apakah hati juga ada unsur ilmu pemetaan bumi dan geometri, deret dan barisan, dan peluang?

Katamu, tidak ada. Kataku juga, tidak ada.

Tapi bagi orang perasa. Ada. Karena, ilmu itu tidak sekedar diktat kuliah atau buku pelajaran yang tampilannya monoton. Apalagi matematika. Bisakah kamu membayangkan hal tersebut? Imajinasimu bermain disini. Rasa sok tahumu sangat berperan disini. Kamu hanya butuh menyambungkan kabel satu dengan kabel lain. Atau menyambungkan tiga hal tersebut dengan dirimu sendiri.

Hatimu. Itulah dirimu. Bagaimana mungkin kamu bisa belajar matematika tanpa hati? Bagaimana mungkin kamu akan mengerti turunan yang berhubungan pula dengan limit? Bagaimana pula kamu bisa mengerti seluk beluk trigonometri tanpa mengetahui sifat-sifat mereka dan saudara-saudara dekat trigonometri seperti integral, limit, dan turunan? Bagaimana pula kamu bisa menghitung seberapa kali kamu melakukan kesalahan dan menghindarinya tanpa statistika peluang?

Apa kamu mau, jadi robot? Hanya menghapal rumus-rumus deret dan barisan, peluang, dan geometri?

Kalau kamu pandai deret dan barisan, kesalahanmu bisa dihitung seberapa jauh kaki melangkah untuk berpindah. Jikalau pandai geometri, ruang untuk berpindah itu sangat luas, tak terbatas! Kamu bisa melangkah sebebas dan sejauh mungkin! Bumi ini luas, seharusnya ilmu pemetaan bumi dan ilmu geodesi tak perlu ribet mengurus hal ini! Kalau kamu pandai peluang, kamu harus bisa memanfaatkan celah, semangatmu. Harus melangkah!

Apa kamu mau dipermainkan oleh hati yang menyesatkan kebaikan? Kamu mau rusak gara-gara kamu terlalu rindu? Ya, kamu tidak tahu dan dia (mungkin) tidak ingin tahu. Itulah rindu.

Terus apa hubungannya sama matematika tadi?

Sudah kubilang, rasa sok tahumu dibutuhkan disini. Kamu kan, bisa menyambungkan beberapa hal yang sulit dijangkau. Tiga hal tersebut sangat membantu meniatkan hati, menerima segenap hati, dan melangkahkan kaki untuk berpindah dan sebisa mungkin tidak melakukan kesalahan yang sama.

Rindu. Rindu tak bisa dibendung. Tetap saja banjir air mata, tak peduli bagaimana derasnya keras kehidupan. Rindu tak peduli matematika tadi, tak peduli kesalahan, dan manja kepada zona nyaman.

Selamat berkompromi rindu dengan matematika :P

Monday, May 20

Jangan Meremehkan Ini!

Meskipun hanya hal kecil, tapi berpengaruh besar di masa depan.

Meskipun terlihat remeh, tetapi sangat bermasalah suatu saat nanti.

Mungkin ini biasa saja, tapi kalau diperhatikan, akan ada suatu perubahan yang bagus. Tak akan kamu duga.

Mungkin ini tidak perlu. Aku merasa tidak mampu. Tapi janganlah begitu. No limit, please! Nothing excuse for this!

Kemampuan manusia memang terbatas. Tetapi, kalau kita membatasi diri sendiri, mungkin semuanya tidak akan terjadi.

Hanya terjadi dalam tempurung pikiranmu saja 


Saturday, May 11

Nanti Malam

Aku, di malam ini.
tak ingin resah dan gelisah seperti dulu.

Aku, di malam ini.
ingin menandingkan, siapa yang paling cepat bertemu
dengan-Nya
nanti malam.

Aku, di malam ini.
bahwa aku hina,
berasal dari tanah
bercampur dengan sesuatu hina
pantaskah aku mengingatmu daripada
mengingat-Nya?
yang membuatku terus menerus tak bisa tidur hingga pergantian waktu

Siapa tahu, aku tak akan di sini lagi. Sungguh. Aku ingin pindah, benar-benar pindah seperti yang kulakukan dulu. Karena aku hina, terbuat dari yang hina. Lalu tumbuh menjadi manusia cerdas dan sehat. Tak seorang pun bisa menghalangiku untuk pindah dan berkembang. Dan tak mau terpuruk karenamu. Lalu dianggap sinis oleh Tuhan. Setelah itu membuatku jauh, terbawa gelombangmu yang tak tahu kapan akan berakhir.

Karena aku berasal dari yang hina. Maka aku tak pantas bila tak pindah.

Untuk berubah!

dan Menemui-Nya nanti malam.

Thursday, May 9

SIMAK UI 2013


Kata Mama teman saya aja bilang gitu. Apalagi saya dan teman saya :')

Wednesday, May 1

Masih Mau Lanjut? :D

Belum merasakan bagaimana titik jenuh. Aku masih larut dalam aktivitas rutin yang seolah-olah mengajakku untuk berperang. Padahal ini baru 1 minggu 2 hari setelah UN. Tetapi rasanya ular besar akan memakanku jika aku lengah 1 atau 5 menit saja untuk bermain.

Aku belum merasakan jenuh. Masih larut. Namun aku bingung, karena diaduk-aduk oleh keadaan. Baik itu pada pendirian atau lingkungan. Atau malah tekanan dari orang lain atau hati yang tidak pas. Ah masa....

Ya jadi? Mau nunggu zona nyaman banget gitu? Sampai benar-benar klop? It will wasting time, bro.

Waktu hanya 1 bulan. Bila intensif, mulai benar-benar intensif terhitung hari ini, maka pas 1 bulan, tambah 18 hari. Belum lagi ujian ini, ujian itu. Ini memang ujian. Ditambah pula ujian diatas kertas. Kalau sekarang, ujian kenyataan! Bila persiapan sebelum ujian diatas kertas saja udah ngeluh dan ingin berhenti.

"Ngerasa pusing gitu".

Berarti, ujian kenyataan udah lulus dong? Apa belum? Oh ya, ujian kenyataan itu hal yang remeh-temeh loh. Seperti mengatur waktu, menyusun baju di lemari, bahkan bangun pagi sekali itu sulit bagi orang yang ingin benar-benar nyaman. Perlukah ditampar? Ya, perlu. Dengan berbagai tulisan pedas yang membuatmu merasa bersalah. Eh, perasaan itu hanya beberapa menit setelah membaca tulisan super pedas dan menampar. Setelah itu? Jawab sendiri-sendiri.

Mungkin harus ada niat yang benar sehingga ada sinkronisasi antara tindakan dan pikiran bawah sadar. Perlu, ya perlu. Supaya nggak nyesel. Karena tiap nyesel itu nyesek dan sakit. Mungkin harus ditampar sama bapak atau dikritik sama ibu dulu baru bergerak. Ah, jangan. Kan sudah besar, sudah tau cinta. Yo mosok untuk mengejar cita-cita harus disuapi seperti balita?

Mungkin ini kritik untuk saya sendiri dan mbak/mas pembaca. Beberapa teman yang senasib dan seangkatan  ini ngerasa bosen padahal belum waktunya. Meskipun liburan kali ini menyenangkan untuk tidak disia-siakan. Seharusnya malu untuk ngeluh, setelah beberapa kali membaca artikel motivasi blog Kak Rizkydea. Memang mimpi itu harus tinggi dan hebat, tapi kalo tindakan tak hebat. Malu ah. Mending pendam saja. Atau jadilah pemimpi yang terus menuliskan mimpinya di buku yang disembunyikan.

Mau seperti itu? Nggak.

Jadi?

Ya mau action. Terus? Kalo hati pengen banget melaksanakan tapi....

Ya kalo banyak tapi-nya. Ntar rasanya sebulan itu kayak naik jet. Banyak penyesalan. Sebulan itu bentar. Bentar-bentar tryout. Bentar-bentar nambah, maunya pindah jurusan. Bentar-bentar nambah jurusan sehingga belajar 3 kali lipat.

Jadi....

MASIH MAU LANJUT? :D