Selasa, Desember 24

Engineer and Programmer or Translator and Writer?

Apakah setiap orang punya jalannya masing-masing? Meski ia merasa salah langkah namun ia sangat menikmati dan mencintai apa yang membuat ia salah langkah.

Apakah setiap orang punya keahlian eksak? Kenapa hanya itu yang dipandang orang? Bagaimana dengan kemampuan bahasa dan sastra, yang sebenarnya mendukung semua orang untuk berkomunikasi?

Jadi, bagaimana?

Ada rasa iri ternyata. Menjadi programmer, teknisi, dan peneliti ternyata sangat menggiurkan dan menggoyahkan keyakinan saya untuk tetap bertahan di jurusan yang saya pilih. Ah, memang sih. Kemampuan analitis dan logika seseorang tidak bisa dipaksa. Namun bisa dilatih. Tapi, bagaimana jika kemampuan bahasa, menulis, membaca, dan menyukai sastra lebih dominan daripada apa yang saya inginkan?

Semua orang pernah mengalami ini. Saya yakin sekali.

Jadi? Jika kita menggabungkan semua itu, akan menjadi apa? Super? Hebat? Atau tertekan? Lihat saja nanti. 

Senin, Desember 23

Selamat Liburan (Mahasiswa) :D

Menjelang liburan ini, banyak sekali kejadian yang kuhadapi dan itu sangat berharga ternyata.

Mungkin, hari Sabtu dan Minggu kemarin adalah hari menegangkan. Membuat pikiran terus berjalan. Materi yang diberikan dari Pandu Budaya ternyata membuatku berhenti bicara. Hanya otak yang riweuh mencerna.

Mungkin juga, lebih baik menjadi pemimpin bagi diri sendiri dibandingkan pemimpin untuk orang lain. Ehm, maksudnya, memimpin orang lain. Kenapa? You have your own answer, surely. Aku udah dapat materi tentang kepemimpinan, manajemen waktu dan manajemen konflik yang membuat pikiran riweuh. Gimana biar semua materi itu masuk dan sesuai sama satu yang introvert dan suka kedamaian ini.

Oiya, dibutuhkan juga kemampuan orasi atau yeah public speaking yang baik. Memang tak langsung bisa. Tapi, namanya belajar, pasti ada prosesnya. Lihat deh, nanti, pasti bisa berorasi atau public speaking-nya bagus.

Satu lagi! Konflik!

Konflik pengukuhan anggota Pandu Budaya cukup ricuh di Teater Daun. Ini membuat tekanan darahku makin rendah dan takut. Kan, cinta perdamaian. Sepanjang konflik, aku ingin pulang dan semua cepat selesai. Ribut dan hampir berkelahi. Hanya untuk mempertahankan satu orang yang kebetulan kandidat ketua angkatan. Malam pula. Hampir satpam mendatangi kami. Tapi, kayaknya sih udah paham.

Disana, aku dan teman-temanku meringkuk ketakutan. Bersembunyi di balik kerumunan teman-teman yang berbaris 2 banjar. Kami masuk medis, takut, sedih, dan pusing. Yah, kami melihat itu semua di belakang mereka. Yang ku lihat hanya perkelahian, teriak-teriak, marah-marah tapi sambil negosiasi. Lobbying. Itu juga masuk materi sih hehe... Nego yang alot itu membuat semuanya tertekan.

"Kalo kalian ga dikukuhin sekarang, kapan lagi?"

"Kelamaan! Kalian nyiksa pengader tau!"

Itu ucapan-ucapan yang kudengar dari belakang kerumunan itu. Bener sih.

Setengah jam kemudian, semua berdamai lagi. Aku yang masih sakit, harus terpaksa berdiri meninggalkan medis untuk mengikuti eksplorasi pemilihan ketua angkatan. Mana bisa mikir, pikirku. Tapi kupaksa, tanggung jawab. Dari sekian konflik yang kudengar dan pengorbanan waktu selama 4 bulan plus 2 minggu mengerjakan tugas-tugas dari pengader. Dhea, tetap bersamaku dan memastikan supaya aku tidak rubuh saat eksplorasi.

***

Sakit. Sakitku karena tekanan batin dan tekanan darah yang makin mengejarku. Aku pernah desperate. Frustrated. Hampir rubuh. Laptop ini sering mati sendiri karena kehabisan baterai. Nggak pulang ke rumah selama 1 atau 3 minggu. Lupa zhunbei atau belajar. Bahkan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Laoshi di kelas pun sering kedinginan dan ketakutan. Itu yang kurasakan selama 2 bulan dikader oleh kakak-kakak Pandu Budaya 9.

Terus?

Puncak yang kurasa adalah Sabtu sore. Ketika semua kakak-kakak Pandu Budaya 9 berdiri dan berbaris sejajar dengan tampang menghakimi teman-temanku. Aku nggak suka pake banget. Ini sama aja kayak inisiasi jurusan. Tapi, ini masalah mempertanggungjawabkan janji. Siapa sih, yang ga suka sama janji yang ga ditepati? Ya, itulah yang dirasakan kakak-kakak pengader. Rela digigit nyamuk belakang Pusgiwa. Ah, tapi kan bareng-bareng. Satu salah, semua salah. Dan semua orang berhak tahu, bahwa ada kesepakatan sepihak dan nggak semua orang dateng cultural angkatan sebelum pengukuhan.

Malamnya, kami udah 2 kali melewati jembatan Teksas (Teknik-Sastra) yang konon katanya angker banget. Pertama, waktu magrib dan terakhir jam 12 malam. Yang paling seram, jam 12 malam. Beneran deh, Teksas bagian FIB ketika dilewati, lampunya mati. Kemudian hidup lagi. Tapi, setelah masuk daerah Teknik, lampunya hidup terus. Sepanjang perjalanan pun aku dan Vita, mungkin teman-teman di belakangku merapal ayat Kursi supaya nggak kesurupan atau ngeliat penampakan. Merinding dan dingin. Meskipun di Teknik masih ada kehidupan (ada orang hehe).

Untungnya menginap di ruang BEM UI Pusgiwa. Alhamdulillah "tidak melihat apapun" selama di FIB, Teksas, Teknik, dan Pusgiwa. Ramai-ramai. Semua ditanggung bareng. Eksplorasi usai dan tinggal menunggu siapa yang pantas jadi ketua dan wakil ketua angkatan dan pulang.

Sampai ruang BEM, masih sakit. Mungkin masuk angin. Tapi malah nggak bisa tidur. Ruang BEM UI mirip ruang kelas TK. Lucu, ada gambar pemandangan alam. Ada ranting pohon untuk menggantung kertas harapan. Di langit-langit plafon ada jejak-jejak dari kardus yang bertuliskan nama ketua BEM. Beberapa yang ku ketahui. Kak Gari yang memberikan materi manajemen konflik, Kak Faldo Maldini, dan Kak Ali Abdillah. Aku dan Lulu senyam-senyum ketika membaca nama Kak Faldo hehe... Bukan berarti ruangan ini berantakan dan rame. Susah tidur ketika udah melewati semua bareng-bareng, menderita bareng-bareng, dan bergerak bareng-bareng. Tinggal menunggu kukuh.

***

Ternyata aku tidur 2 jam. Baru bisa tidur jam 1 malam gara-gara nulis. Dan dibangunin sama temen. Kulihat jam, hampir jam setengah 4. Belum waktu subuh sih. Ya, siapa tau disuruh tahajud bareng.

Bukan! Malah disuruh bikin lingkaran yang mengitari kayu bakar. Kemudian, 6 calon ketua angkatan maju selangkah untuk memegang lilin sambil berikrar. Ah, ikrar, kataku dalam hati. Lebih baik konkrit. Ditemani dengan lagu Darah Juang yang membuat bulu kudukku merinding. Belum masuk waktu subuh, mungkin setan-setan masih berkeliaran dan menghinggap ke pikiran yang kosong. Beruntung Kak Jati menyalakan mancis. Lumayan buat penerang dan penghangat. Beruntung pula kakak-kakak yang menyiram minyak ke kayu. Menghangatkan semua. Disitulah, ikrar dari semua ikrar diucap. Semoga tidak lupa :)

Menunggu pagi. Aku dan teman-teman Pandu Budaya X (cie, bukan calon lagi) berbahagia. Berembuk apa ikrar (lagi) yang akan dikatakan ketika setiap apel siaga. Beberapa ada yang ngantuk, ketiduran. Pokoknya capek banget lah. Capek bareng-bareng. Kebersamaan mewarnai detik-detik pengukuhan. Gara-gara mereka, sakitku mulai sembuh. Aku sadar, semuanya bareng-bareng. Semua tersiksa. Pengorbanan semua mereka lakukan, sama seperti yang aku lakukan. Mungkin, ga tau ya, nilai ulangan pun bisa anjlok gara-gara ini. Entah lah ya, rezeki siapa yang tau.

Kuanggap waktu itu adalah waktu penyembuh kesepian karena hampir 3 minggu nggak pulang ke rumah. Seperti saudara sendiri. Bercanda. Menganggap hari kemarin adalah pelajaran nanti ketika menjadi pengader ataupun tidak. Semua yang terjadi hari Sabtu dan Minggu adalah aplikasi materi yang udah diberikan dan kepake banget di dunia kerja eaaa....

Alhamdulillah.. kakak-kakak Pandu Budaya 9 dan diatasnya merestui dan mengukuhkan kami menjadi Pandu Budaya 10. Organ gerakan mahasiswa, nyata terdepan, konkrit gerakannya. Bisa dimana aja, ga cuma aksi. Tapi sosial, akademis, bahkan semuanya yang dilatih disini bakal kepake nanti.

Ah ya, Alhamdulillah. Temanku yang menjaga aku biar ga rubuh dan duduk di samping ketika eksplorasi kandidat, menang jadi wakil ketua angkatan. Sedangkan, ketua kelas MPKT A yang sama-sama dari Bekasi menjadi ketua angkatan. Mereka adalah Dhea dan Adi. Balikin atuh, Adi ketua angkatan dan Dhea wakil ketuanya. Keren! すごいい!

Meskipun hujan. Tapi hujan ini bukan karena sedih melihat kita yang lagi sepi semangat dan gerakan mahasiswanya. Karena terharu ngeliat kita udah resmi dan menjadi penerus kakak-kakak pengader. Itu kata Kak Odagoma sih hehe. Hujan kemarin, ternyata membuat semuanya berarti ya. Usai semua. Tapi selanjutnya akan ada tantangan lebih berat lagi.

***

Capek? Semua juga capek. Semua pengorbanan tapi niatnya ikhlas dan serius, insya Allah ada hasil kok. Anggap aja ini latihan. Lebih-lebih dari apa yang kamu alami terdahulu. Ini udah kompleks. Kecapekan, hampir rubuh, desperates, frustrates, bahkan diledekkin temen gara-gara sok sibuk. Itu udah resiko, ketika udah memutuskan dan mengikuti suatu kegiatan yang bakal mengorbankan zona nyaman. You are different. Sayang kalo masa ini nggak belajar tentang kehidupan dan apapun yang bakal berguna nanti.

Ga mudah jadi mahasiswa. That's why someone shut up then speaks after thinking than always shut up without careness. Reality happens and all of them come from real civil people. Critizing all news and everything.

Happy holiday!

Welcome to Tumblr!

欢迎 tumblr!

Welcome to tumblr :)

When the world is crazy, but inside makes calm down.

Terus menulis sampai semuanya terjadi ^^

Kamis, Desember 5

学生 学习 什么?

Mahasiswa belajar membedakan keinginan sama kebutuhan, tanggung jawab sama diri sendiri #KUfact - @KampusUpdate



Terjemahan judul:

学生 xuesheng:mahasiswa
学习 xuexi      :belajar
什么 shenme  :apa

Minggu, Desember 1

Bebas, Seriously?

Tuh kan. Tidak ada namanya kebebasan abadi. Apalagi keinginan untuk bebas seperti burung yang dilepas dari sangkarnya. Tidak ada!

Bebas sih bebas. Itu hanya istilah. Namun sesungguhnya diri ini masih diatur oleh seperangkat aturan. Supaya lebih teratur. Kebayang kan, bagaimana rasanya hidup bebas tanpa aturan? Padahal nyawa ini dititip pada diri ini dari Yang Diatas. Bisa-bisanya Dia mencabut nyawa, sekehendaknya. Bagaimana?

Bukan berarti saya hidup dalam tekanan. Tapi, ada perasaan bahwa semakin jauh dari orang tua dan rumah, makin takut melakukan pelanggaran yang merugikan diri sendiri. Sebelum terjadi dan merasakan betapa celakanya apabila menjadi korban.

Karena, ini kuliah men! Keras! Seperangkat aturan yang mengikat itu diharapkan membuat diri yang jauh dari mereka ini, tetap selamat.

がんばって ね!Tetap semangat (:

Kamis, Oktober 31

Rainy Day

Di setiap kesibukan, pasti ada kerinduan yang tertahan. Tidak ada celah untuk bersantai. Tapi ada satu yang kurang.

Betapa gersangnya jiwa, bekunya hati, lelahnya badan, dan sebagainya.

Di setiap kesibukan, tiada kesempatan untuk rindu. Namun ada satu rindu yang paling utama.

Istirahat sejenak. 

Happy rainy day :)

Minggu, Oktober 27

Kadang

Kadang, butuh kamus besar bahasa Cina untuk membuat satu kalimat sederhana menurut bahasa Indonesia.

大 词典!

Kadang, butuh tata bahasa Cina yang sempura supaya bisa membentuk satu paragraf yang isinya sederhana sekali dalam bahasa Indonesia.

Dan kadang, aku lupa hanzi 汉字 , hanyu pinyin, beserta arti dari sebuah karakter Han tadi. :D

Selamat malam :))

Selasa, Oktober 15

Bebas (Terbatas)

Opening:
Dalam 365 hari, terdapat 1 hari dengan batas waktu 24 jam.

Bisakah hal itu diperpanjang layaknya memperpanjang masa aktif pulsa? Begitu sempitnya pembatasan waktu. Kadang bisa membunuh karena seperti bilah pisau siap menusuk.

Bisakah pula umur diperpanjang? Setahuku, orang akan semakin menderita jika umurnya diperpanjang. Beban hidupnya bertambah dan kenangan masa lalu menumpuk di pikirannya. Apakah ada eraser khusus untuk mengurangi beban itu semua?

**

Setahuku, memori otak manusia bila diguakan secara maksimal akan menjadi manusia super di dunia. Memori otak manusia melebihi CPU. Melebihi prosesor. Tapi siapa yang membatasi?

Setahuku, dalam 365 hari, terdapat 1 hari dengan waktu 24 jam diberikan kebebasan untuk melakukan apa saja. Termasuk berbicara tentang kebebasan.

Tapi, kebebasan seperti apa? Banyak yang mengaku ingin kebebasan dan merasa bebas. Tetapi tindakannya terbatas. Masih ada aturan tertentu yang mengikatnya.

Jadi untuk apa bebas jika diberi batas?

Waktu dan umur saja diberi batas.

***

Closing:
Kurasa, bebas termasuk kata relatif ya. Seperti kata cantik, ganteng, dan lain-lain. 

Kamis, Oktober 10

Suara

Suara. Kapan ia bersua? Ia bukanlah terlalu nyata, bukan terlalu visual. Ia hanya gelombang. Gelombang suara dan persepsi. 

Suara itu. Ya, bisikan suara yang diikuti oleh persepsi di otak ini. 

Mengajakku ingin bertemu denganmu. Dengan cara apapun. 

Bahkan bintang pun bisa bertebaran di langit tempat tinggalmu. Meskipun bintang itu jauh dan tak bisa digapai. 

Bukanlah sapu angin ala Doraemon pula.

Karena kita nyata. Aku yakin, akan ada cara untuk pertemuan ini. 

Ya, beserta malam yang melatihku untuk mempunyai persepsi lebih realita. 

(hanya ada dua bintang. siapa tau disana satu. dan disini satu).

#random

Jumat, September 27

"Apa gunanya banyak baca buku kalau mulut kau bungkam melulu."

Wiji Thukul (Aktivis Reformasi 1998)

Kamis, September 26

kepala. ku.

kepala.
ku.
isinya semua kepulan pikiran tak terbuang
tertahan karena rasa,
lingkungan,
tekanan,
dan hambatan.


suara.
ku.
tertahan.
aku tak bisa bicara
aku tak bisa teriak.
ketika semua mengutamakan generalisasi
ketika semua mengutamakan gengsi

katanya berjuang,
tapi masih ada gengsi?
untuk apa?
susah susah masuk sini tapi tetap mengutamakan itu?
masih adakah jalan lain?

karena, tujuanku bukan ini.

tapi jauh disana.

Kamis, September 12

Dua Minggu Ini

Hai malam. Akhirnya kita ketemu lagi ya.

Dua minggu ini, aku belajar bagaimana mengatur semuanya serba sendiri. Sendiri bukan dimaksud bahwa tanpa Tuhan.

Prioritas memang ada di tangan sendiri. Hanya diri sendiri yang benar-benar bisa memegang kendali supaya tidak terperosok. Jauh dari tujuan. Atau mungkin, melakukan hal menyimpang lainnya.

Oh ya, dan jadi mahasiswa tak hanya sekedar mendapat "jaket". Tapi lebih ya ternyata. Kuliah cuma terjadi sekali seumur hidup. Kecuali tetap ngelanjut S2 dan S3. Tetap mahasiswa kok. Tapi sensasinya beda.

Karena cuma dikasih waktu 3,5, 4, dan 5 tahun. Seperti itulah rentang waktu yang terlihat lama namun sebentar untuk membentuk pola pikir dan sikap kalo kuliah lebih dari angan-angan yang dimiliki saat SMA.

You know the reality. You live with another people, with civil people.

(bersambung)

Minggu, September 8

Kepastian

Aku hanya butuh kepastian. Bukan digantung.

Tapi siapa yang memberi itu?

Tuhan kah? yang memiliki kuasa lebih besar dan menguasai seluruh jagat raya.

Atau kamu kah? seonggok ciptaan Tuhan yang punya kekuasaan untuk memutuskan dan menghasilkan keputusan yang tak sehebat Tuhan?

Kecewa? Mungkin.

Bukankah setiap yang berharap kepada manusia terkadang diberi kekecewaan?

Lalu dimana kepastian yang sebenarnya?

Jumat, Agustus 30

Note FB yang Jleb Wkwk

Note FB yang jleb wkwk

Terkadang kita terlalu fokus sama yang namanya keberhasilan. Seenggaknya, itu yang sebenernya sedang kita capai sekarang. IPK Bagus, banyak temen, link luas, kerjaan lancar. In case, sekarang ini, lagi musim-musimnya banget yang namanya "Galau IPK", atau galau penjurusan.

Yes! kita sebenernya sedang terfokus sama sosok yang namanya SIAK NG yang di dalemnya tertera huruf A B C atau mungkin D. Ekspektasi kita yang berlebihan terkadang ngerasa kita ngerasa jatuh-bangun ketika ngeliat angka itu satu persatu mulai muncul, seakan angka itu adalah segalanya kelanjutan perkuliahan, karir, atau yang lebih jauh lagi, masa depan.

Belakangan ini, saya sempet ngerasa bosan dengan Twit yang muncul di timeline Twitter saya:
A: "Woy, nilai matkul ______ udah keluar!" (ga nyampe 1 menit, langsung ada yang Retweet dengan gak santai).
B: "Ah demi apa? nilai lo berapa?"
A: "Nilai gue ga bagus, B-. Ah kok dosennya pelit banget sih! padahal gw kan...blablablabla"

Dan langsung deh emotional words tiba-tiba muncul di timeline Twitter, menggambarkan kegalauan seakan-akan angka B- itu adalah perusak masa depan para pelita bangsa. Ada yang nyalahin dosen yang geblek, ada yang marah-marah gajelas, bahkan ada yang ngata-ngatain si dosen, memberi judgement seakan dosen itu SALAH. You think you are the best, so your ego got hurt.

By the way, pasti perasaan puas dan kecewa pernah kan kita dapetin di kuliah? Seneng, karena gak pernah nyangka dapet nilai yang "se-pantas" itu, seneng kara usaha selama ini "dibayar" dengan harga tinggi. Tapi kadang kita juga kecewa, karna nilai gak sesuai ekspektasi, kita gak ngerasa pantas dapetin serendah itu, tanpa pikir panjang apa sebenernya hikmah dibalik kegagalan yang kita alami. Kita lalu merasa jatuh, merasa paling gagal sedunia. Ada juga yang merasa biasa-biasa aja. Tapi deep down inside your heart, pasti rasa kecewa dan sedih sekecil apapun itu ada. To sum up, pandangan kita terhadap sosok nilai itu. Sempit!

Pandangan lain tentang si Nilai itu juga dateng dengan cara yang lain. Di semester selanjutnya, pertanyaan-pertanyaan klasik sering kita tanya ke senior,
"Eh kak, si dosen A ngajarnya enak ga?" itu pertanyaan standar. Atau bahkan "Kak, si dosen A ngasih nilainya pelit ga?".
"Oh nggak kok, gue aja yang nyantai gini dapet A-"
"Pokonya, kalo matkul yang itu, jangan sampe lo dapet dosen si B"

Nah, seakan-akan sosok dosen yang "gampang ngasih nilai" itu seperti malaikat yang turun dari langit, dan dosen yang susah ngasih nilai itu di-judge sebagai dementor, yang bisa merenggut kebahagiaan lo satu semester atau lebih.

Satu kata: Ironis!

Itu yang saya alami atau mungkin yang saya lakukan di awal masa-masa perkuliahan ini. Kuliah terpatok nilai, seakan nilai adalah satu-satunya indikator keberhasilan. Kita kadang ambisiu, menghalalkan segala cara, menyusun strategi matang-matang untuk mencapai nilai ABCD yang seakan-akan kita anggap sebagai (the one and only) output dari segala aktivitas perkuliahan yang kita lakukan. Lebih ironis lagi, kita secara sadaar atau ngga, langsung maupun tidak langsung, bersifat individualistis, kompetitif, dan mampu menjatuhkan orang lain, atau mungkin teman sendiri!

Kadang kita lupa, bahwa pembentukkan jati diri, teman-teman, pengalaman hidup, dan pelajaran berharga yang kita dapet itu justru gak kalah lebih penting dari sekedar nilai. Kita gak akan pernah tau gimana masa depan kita. Kita gak akan pernah tau apakah kita kaya atua miskin kedepannya, bahagia atau sedih, panjang umur atau sehat selalu atau mungkin besok kita mati? Kita gak akan pernah tau.

Yuk, ubah perspektif kita!

Coba lihat dari sisi baiknya. Mungkin aja dibalik sikap dosen yang pelit ngasih nilai, ternyata materi yang disampaikan justru lebih bermutu dari dosen yang gampang ngasih nilai. Nilai bagus atau jelek itu bukan menggambarkan kualitas dan kompetensi seseorang. So, makna perkuliahan  harus kita kaji lagi. Kita kuliah buat apa? Ngejar nilai atau ngejar ilmu?

Nilai emang penting, tapi itu bukan segalanya. Nilai emang jadi penunjang buat dapet kerjaan, bahkan bisa jadi indikator "kelas sosial" kita. Hey, dia bukan segalanya! Masih banyak yang bisa digali di fase hidup kita ini. Kuliah gak sekedar dapetin nilai, dan meraih kesuksesan. Kuliah itu, in my perspective, adalah tempat kita bisa menggali sebanyak-banyaknya pengalaman hidup dan pelajaran berharga dari apa yang belum pernah kita dapetin selama ini. Kuliah adalah fase kita mencari jati diri, mencari teman dan bahkan pasangan hidup. So, jangan habiskan fase ini dengan hanya berpatokan pada nilai ABCD itu kawan! "Kuliah" itu prioritas, bukan hanya "nilai" yang jadi prioritas.

Kita kuliah untuk jadi orang pintar, bukan? Dan pintar itu bukan hanya diukur oleh Nilai! :)

Closure Statement:

"Pleaseeee hidup itu bukan panjat pinang, yang kita harus nginjek2 orang supaya bisa nyampe atas. Kita kan bisa nyampe atas bareng2 dengan cara lain, naik lift misalnya, naik tangga, dll (analoginya). Makanya gue gak setuju dan gak cocok dengna orang yang selalu melulu berorientasi pada kemangan, kelulusan, dan hal-hal 'yang dapat diukur' lainnya. Karena bagi gue, hidup itu bukan cuma sekedar lo jadi Pemenang lalu hidup bahagia selamanya. Kalo kita selalu berfikir mau jadi pemenang, dengan cara meyingkirkan orang lain agar tidak menang, maka kondisi dunia akan jadi piramida. 1 orang yang berhasil di puncak atas, semakin kebawah semakin banyak numpuk orang2 yang 'tidak berhasil'.Lain hal kalo kita berfikir untuk menang sama-sama, kondisinya akan jadi piramida terbalik: banyak orang menduduki posisi atas sebagai pemimpin, dan semakin ke bawah komposisi orang 'tidak berhasil'nya semakin seedikit. Jadi dunia bisa jadi lebih baik ditangan 'orang2 berhasil' yang knii makin banyak banyak bersinergi terus menerus."

"Dan gak ada satupun hal di dunia ini yang percuma, sekalipun itu bernama 'gagal' dan 'masalah'."

Semoga ada hikmah yg bisa diambil ;)

***
Sebuah forward message dari note facebook teman kakak mentor jurusan saya :)

Rabu, Agustus 28

Yeah, Rindu

Tak selamanya apa yang membuat rindu disalurkan oleh Allah. Mungkin itu tak pantas. 

Tapi, apabila aku merindukan hal tersebut dan aku ingin memendamnya sementara waktu. Kemudian aku akan mengeluarkannya bila Allah menghendaki dan memberi jalan. Adalah salah satu orang yang ingin mengungkapkan apa yang sebenarnya telah terjadi. 

Karena You Only Live Once atau YOLO. Jika terus rindu dan rindu. Sementara sudah menangis dan gemetar melihat perjuangan teman-teman mendapatkan suatu hak saat ospek dua hari yang lalu. Maka menyesal. Sesal yang ada di dada. Teman-teman dan aku sendiri adalah orang yang mempunyai rindu masing-masing. Harapan kami, rindu itu disalurkan dan diberi wadah agar rindu itu berguna.

Tak hanya satu sisi. 

Tak hanya satu orang.

Tak hanya pada sesuatu yang mungkin pernah dirindukan tapi sekarang dia menyesal merindukan hal tersebut.

Yeah, rindu. 

Memang tak bisa ditahan. Dipendam tapi pelan-pelan. Tak bisa dibohongi. Tapi bila ada yang mewadahi, rindu itu tak akan seperti sekarang. Menggebu. Bingung dibuang kemana. Energi terkuras. Waktu terbuang sia-sia.

Sabtu, Agustus 10

Ternyata, Titipan.

Actually.

Apa yang pernah kita raih dan dapatkan itu sesungguhnya, titipan. Ya, titipan. Titipan dari Allah SWT buat kita. Seberapa kuat sih, diujicoba sama titipan itu. Kuat nggak? Kalo nggak kuat mah, mungkin udah seneng-seneng sampai beberapa waktu, sampai menghadapi sendiri akan kekecewaan. Kalo kuat? Ngerasa ini tuh cuma rezeki dan kesempatan seumur hidup. Sisanya, tanggung jawab dan resiko penuh atas apa yang didapatkan.

So, please don't have a proudness. Meskipun itu kecil. Jangan kelamaan, ntar kecewa :p

Semuanya titipan ternyata, bro. Umur makin bertambah, tanggung jawab makin membesar. Belum tentu dikasih life bar sama Allah SWT selamanya. Tantangan ada di depan ternyata.

Dan ternyata (lagi), memang harus bergerak terus. Jangan berhenti. Merenungnya sampai disini saja.

And, this is the real proof of "Ganbatte ne" word. Got it! :))

Rabu, Agustus 7

Best Ramadhan Ever Had

Another day makes you love this Ramadhan ever. Don't you remember? How long did you motivate yourself to get best college and you got it in this Ramadhan? 

Try the best guys. This Ramadhan is the best experience ever. 

Happy Eid Mubarak 1434 H. Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal yaa karim :)
Mohon maaf lahir dan batin :D

Tetap jaga kesehatan. Jangan rakus. Tubuh yang sudah berada dalam zona nyaman berpuasa jangan dirusak dengan berbagai makanan yang membuat cepat aus. Because, actually, our body is such as a machine. Mesin yang dipanaskan.

Rabu, Juli 31

Continual Learner

"Kita adalah pemelajar seumur hidup. Maka, kadang pemelajar seumur hidup tidak hanya menekankan pada hasil atau output. Tetapi lebih kepada proses atau langkah bagaimana menuju kesuksesan dan tujuan yang diinginkan pemelajar tersebut.
Berpikir kritis. Melihat peluang bagaimana masalah itu dapat dipecahkan."

Hasil inspirasi selama 4 hari orientasi belajar mahasiswa.

Continual learner, actually needed for our life. 

Selasa, Juli 30

Oh How Come, Monday? :)

Senin, yuk pikirkan betapa hebatnya kalimat "I Hate Monday".

Tapi itu tidak terlalu berpengaruh bagi saya. Karena, saya sempat takjub dengan betapa dekatnya gedung FKM dan perpustakaan. Ternyata perpustakaan di kampus saya, sangatlah besar dan luas, kawanku.

Hari Senin adalah puncak kelelahan dimana pada saat itu -- pelajaran mencari harta karun informasi, mencocokkan kode dengan QR Code, serta bolak-balik ke suatu ruangan tertentu untuk mencari judul tesis. Hingga saatnya tiba, kami mencari nomor seri CD-ROM agar misi kelompok selesai.

Sebenarnya saya hampir rubuh. Maksudnya, mau pingsan tapi.... Nggak, saya kuat kok :3 Memang saat mencari harta karun informasi itu, dibutuhkan jiwa traveler dan feeling yang kuat supaya bisa menemukan kode-kode dan memecahkan kode misterius selanjutnya. Supaya misi selesai. Namun, yang dicari bukanlah itu saja.

Kekuatan fisik.

Seberapa kuatkah kita untuk tahan lama berjalan kaki, naik turun ramp (tangga berbentuk bidang miring), naik turun tangga, dan keluar masuk ruangan perpus tertentu. Lagi puasa sih, tapi itu kan, tantangan. Seberapa kuat fisik kita bila digabungkan dengan rasa penasaran sama isi kode itu.

Yang kedua... Kebersamaan.

Ceritanya, kami harus bareng-bareng mencari dan memecahkan kode misterius itu. Dengan jalan kaki. Harus ada yang mau berkorban. Capek dan pusing bareng. Dan ada pula yang baik banget mau menjaga tas teman kelompok sendiri-yang sedang mencari judul tesis.

Terkadang, kebersamaan itu membuat cerita perjalanan panjang memecahkan kode misterius menjadi hidup. Ada aja, teman kelompok yang ngerasa bersalah banget karena kurang memperhatikan gimana caranya menggunakan search engine khusus perpustakaan tersebut. Sehingga, saat ada teman kelompok yang memegang komputer, dia memberitahu bahwa tertera langsung webpage kode nomor panggil CD-ROM yang nyaris sama.

Jreng jreenggg!!!!!

Kode nomor panggil CD-ROM hampir sama nomor depannya tapi sedikit berbeda pada nomor belakang. Nih, misalnya kode 100700158 kami temukan di monitor. Tetapi kode yang kami butuhkan adalah 100700159. Kan, agak nyesek. Kami semua garuk-garuk kepala dan hidung. Saya dan beberapa teman sekelompok hampir aja menemukan nomor angka belakang 159. Tapi depannya malah 1001. Ya nyesek juga. T_T

Karena sudah hampir satu jam lebih mencari kode dan memecahkannya, maka kami balik ke gedung FKM. Kepepet juga, hampir jam satu siang, kami semua belum sholat zuhur. Panik mah iya. Karena pelajaran dimulai jam satu siang. Dhina rah, epatennang sopaje selamet. Santaiagi, gi' bennya' bakto. (Biarin, tenang aja supaya selamat. Santai, masih banyak waktu. bahasa Madura).

Itu mah di kampus saya, hehe :D Belum lagi naik kereta. Seru juga.

Namun kali ini agak gimana gitu. Masih mending sih, dari Stasiun Pondok Cina ke Stasiun Manggarai, penumpang tidak terlalu penuh dan bisa duduk dengan nyaman bersama teman saya. Setelah itu, saya turun lalu pindah ke jalur 4. Mulai ada tanda-tanda kiamat. Eh, bukan. Tanda-tanda bahwa kereta akan penuh.

Ya, meskipun di gerbong khusus wanita. Intinya kalau kereta berbelok sedikit saja dan ada suara gesekan antara rel kereta dengan roda, maka akan ada riuh suara ibu-ibu dan wanita-wanita disana. Cukup heboh. Tapi bikin ketawa. Ga kerasa juga kalau badan ini sudah lengket karena berdesakan dengan badan lain. Berdiri pula.

Sampai di stasiun Bekasi. Dengan penuh percaya diri, saya nekat jalan kaki dari stasiun sampai Proyek (pasar) untuk nyari angkot atau ojek yang murah. Lumayan, 1 km ada lah.

Ya mahasiswa sih. Anak sekolahan juga... Harus semangat dan memperjuangkan hak-hak (naik kendaraan berongkos murah), hehe.

Saat jalan itulah energi saya sudah mencapai tingkat dasar. Hampir rubuh, mata berkunang-kunang. Butuh sandaran, kedinginan, kesepian. Ibuuukk. Haduh apa ini. Ya gitu deh -__- Beruntung masih dilindungi Allah. Jadi tak apa, dengan penuh percaya diri, saya tetap melanjutkan jalan kaki sampai perempatan Proyek yang macet untuk mendapatkan ongkos ojek yang murah. Hehehe.

Poin ketiga membutuhkan jiwa traveler dan feeling adalah keberanian. Keberanian. Seberapa beranikah kita menghadapi dan melawan ketakutan, kesendirian, kantuk bahkan kemalasan. Walaupun hal kecil kayak jalan kaki yang cuma 1 km dengan energi hampir habis dan pegal-pegal. Termasuk pula berani menawar harga ongkos ojek.

Keempat adalah ketenangan dan tetap santai. Ya, kalo nggak. Pikiran jadi mumet di jalan. Nggak konsentrasi. Bahayanya adalah, saat jalan kaki, kita ngelamun. Dan di kereta misalnya. Pas lagi ngerem, ga sadar udah tersungkur ke lantai. Agak miris sih....

That's it, kegiatan orientasi kemarin sangat membekas. Apalagi di bagian jalan kaki seharian penuh. Siapa tahu, ini latihan awal untuk selanjutnya. Bisa saja kan, nanti akan jalan kaki puluhan, ratusan bahkan ribuan kilometer menuju suatu tempat, terutama mendaki gunung di daerah Xinjiang Uygur. Amiin :D

Semangat jalan kaki! :))

Minggu, Juli 28

Antara Bukber dan Insomnia (Lagi)

Semakin lama, saya akan tidur larut setiap hari. Entah kenapa. Entah saya sedang menunggu siapa, padahal tidak akan ada orang yang mau tetap bersama saya pada jam larut malam tersebut.

Apakah hantu yang membisu? Bukan.

Apakah jin yang siap mengganggu? Bukan juga.

Atau, seseorang yang pernah memiliki probabilitas kegiatan yang sama? Apalagi itu, bukan juga ah.

Tetapi, seberapa kuatkah jika suatu saat, saya tidak bisa tidur menjalani sesuatu hal yang akan saya hadapi beberapa bulan dan beberapa tahun kemudian.

Sekian :)

***

Oh ya! Bukber hari ini seru banget!! Meskipun alay dan rame banget, tapi yah, kapan lagi. Menyambut diri bertransformasi menjadi mahasiswa. Setidaknya bisa sedikit bersenang-senang dan siapa tahu beberapa bulan dan beberapa tahun kemudian bisa ngakak sendiri mengingat kejadian bukber yang pernah kami lakukan ini. Asli lucu. Sampe disorakin di tempat umum dan berasa anak gaul getoh.

Maaf ya! Ah, lucu deh kalian! Makasih banget :*

Jumat, Juli 26

Ada Fisika di Komuter Line

Gimana sih rasanya kalau....

Sains berupa fisika, teori relativitas dijadikan cerita berupa kejadian di kereta api? Kayaknya seru. Apalagi dibumbui dengan kisah perjalanan mahasiswa baru alias freshman. Ya, fresh sih. Padahal umurnya juga udah tua.

Pertamanya begini. Aku dan temanku pergi bareng-bareng ke stasiun kereta api di kota kami menuju Universitas Indonesia. Kami kesana karena ada kumpul bareng se-angkatan jurusan. Awalnya sih, temanku bilang, dia gak biasa naik kereta api. Dan aku baru dua kali ini naik kereta. Karena sama-sama masih baru dan kepepet, akhirnya terpaksa kami lawan segala rasa takut dan ketidaktahuan ini, kayaknya seru juga sih, hehe.

Mumpung masih segar (dalam hal mengingat jalur rel kereta api gak serumit di Jepang) dan kuat, jadi aku dan temanku berani dan nekat memilih komuter line yang isinya bukan penumpang wanita. Kami berdua kaget sih. Harus berdesak-desakan dengan bapak-bapak, pegawai kantoran, sebagian mbak-mbak pegawai kantoran, dan rebutan meraih pegangan supaya tidak terjatuh ketika kereta mengerem. Kami berdua tetap berdiri hingga turun ke stasiun Manggarai lalu naik lagi menuju Depok. Rasanya kayak naik kereta api di Jepang. Karena komuter line yang kami naiki ini memang dari Jepang.

Suasana desak-desakan jam 7 pagi sampai jam setengah 8 itu cukup menyiksaku. Disinilah aku merasakan dan melihat mereka betapa antusiasnya mereka bekerja dan hanya naik kereta. Nggak naik mobil yang mungkin lebih nyaman dan bebas. Mungkin karena murah, kereta (komuter line) ber-AC, aman pula. Nggak seperti kereta api zaman dulu, kereta api ekonomi yang panas, dan kadang suka berbuat aneh-aneh.

kereta = komuter line.

Disini pula, aku memperhatikan bagaimana pertemuan antara kereta yang kami naiki dengan kereta lain yang tetap melaju dengan kecepatan sama. Mataku melihat bahwa kereta di luar sana bergerak. Sedangkan kalau dilihat dan dirasakan, aku merasa diam. Padahal mah, kereta tetap bergerak juga setelah melihat kereta itu sampai habis. Gak kerasa.

Sama dong kayak gini:

"Bayangkan ini seperti saat Anda berada di dalam sebuah kapal selam yang bergerak dengan kecepatan tetap Anda tidak akan dapat mengatakan apakah kapal selam tengah bergerak atau diam."

Einstein, 1905. Tentang Elektrodinamika Benda Bergerak.
(Relativitas khusus, Albert Einstein. Sumber: Wikipedia, Teori Relativitas).

Atau lebih mumetnya:

"Relativitas khusus menunjukkan bahwa jika dua pengamat berada dalam kerangka acuan lembam dan bergerak dengan kecepatan sama relatif terhadap pengamat lain, maka kedua pengamat tersebut tidak dapat melakukan percobaan untuk menentukan apakah mereka bergerak atau diam." 

Einstein, 1905. Tentang Elektrodinamika Benda Bergerak.
(Relativitas khusus, Albert Einstein. Sumber: Wikipedia, Teori Relativitas)

Secara, perasaan ini lebih kuat saat melihat pertemuan dua kereta. Perasaan apa ya?

Meskipun pada akhirnya, kami pulang dari Depok dan duduk dengan tenang dan nyaman. Aku tetap memperhatikan kejadian simpel ini yang masuk dalam teori Fisika. Seru sih. Mungkin, orang-orang menganggap remeh. Kebanyakan sibuk dengan gadget sendiri atau bengong-lah, minimal. Tapi kejadian teori Fisika di kereta ini seru banget ternyata dan membuat hari ini seru banget. Entah kenapa, jadi kangen belajar Fisika lagi, hehe.

Akan selalu terjadi pembuktian teori relativitas ini. Karena kami akan selalu naik kereta api. Selamat ya :)

Senin, Juli 22

Yuk Belajar Mencintai

Assalamu'alaikum. Hey you guys!!

Semua orang pasti akan belajar mencintai. Apapun itu. Termasuk pada awalnya kita belajar mencintai seseorang.

Meskipun kita sudah melewati rintangan berupa ujian tulis dan seleksi lain-lainnya. Sebenarnya Allah menguji kita. Apakah kita ikhlas mencintai pilihan yang kita pilih. Atau sama saja memilih karena terpaksa? Atau malah memilih pilihan namun main-main? *PHP dong, eehhh...*

Hei, ini usaha bro! Sudah berapa kali kamu jatuh karena melakukan kesalahan yang kamu buat sendiri? Kenapa sih, nggak mau usaha untuk menghargai pilihan yang kamu pilih? Katanya belajar mencintai. Tunjukkin dong! Jangan sama manusia juga, men. Tapi jurusan bro. Empat tahun kamu bakal bergelut dan will be mastering the major in college or university. Masih juga mau men-zholimi diri sendiri?

Ingat ini pelajaran mencintai juga. Mencintai tak harus sama manusia. Tapi sama jurusan. Sama pilihan hidup selama 4 tahun di dunia perkuliahan. Jangan cuma mencintai pilihan karena ganteng atau cantiknya penampilan universitas. Tapi cintailah karena passion, minat, sukanya dimana. Atau kasarnya, lebih kerasan belajar di jurusan apa!

Jika kamu mencintai dua pilihan, bagaimana?

Sama kayak kita mencintai dua orang.

Satunya udah diterima nih, tinggal jalan aja. Udah ganteng atau cantiknya universitas, mantap, keren pula. Bergengsi dan impian seluruh negeri lagi.

TAPI APA?

Hanya ada satu cinta yang dipilih ketika awaal banget seleksi, SNMPTN. Mungkin itulah cinta (pertama)mu. Kamu jatuh cinta pada pandangan (daftar matkul dan kurikulum) pertama. Itulah pilihan dan tempat yang sedang menunggu untuk berlabuh. Dia itu setia, ga macem-macem. Selalu menyimpan harapan terbesar bagi orang yang memilihnya sejak lama. Meskipun kita dapat yang menggiurkan, tapi dia selalu yakin. Dia selalu jadi incaran orang. Tak kalah bagus, universitas ini sangat berpengaruh dan berhubungan dengan masalah pangan dan pertanian di negeri ini.

Hai, tunggu aku disana :) Ingin rasanya menangis bila diterima di kamu.

Terus gimana dong sama yang lama?

Yang lama?

Yuk, serahkan sama Allah Yang Maha Kuasa. Yuk, serahin semuanya ke Allah. Dia pasti lebih tau apa yang akan terjadi dibalik belajar mencintai selama setahun kelas 3 SMA dan berjuang seperti teman-teman lainnya.

Dan,

Yuk, mari kita luaskan pandangan tentang belajar mencintai. Jurusan kuliah :)

Senin, Juli 15

Hal Berharga Saat Ngeblog

Yang pelajaran yang saya ketahui selama ngeblog selama 3 tahun ini adalah....

"Tak apa posting-mu sedikit. Tapi berkualitas, menohok, membekas di ingatan, bahkan sampai kamu ketawa atau terharu sendiri kayak orang gila."

"Readers memang penting. Feedback mereka sangat penting, karena mereka mengapresiasi apa yang kita tulis. Lain halnya mencari readers untuk fame atau nge-eksis atau kepopuleran. Kalau posting bagus, maka readers akan menyusul dan mengapresiasi tulisan kita."

"Jika sudah klop sama readers dan care sama apresiasi mereka. Jadilah kita mem-follow blog mereka. Kita jadikan teman, lebih dari sekedar teman. Karena teman yang menulis itu "istimewa" meskipun di dunia maya. Lihatlah, setelah semua itu terjadi, maka akan terjadi kopdar alias temu blog di dunia nyata. Seru banget dong, pastinya."

"Kalau kamu ngeblog untuk nyari fame alias kepopuleran. Ya nggak usah ngeblog. Ngeblog itu buat berbagi, buat ngelmu. Buat nyari pengalaman orang lain dan memahami mereka. Banyak tuh blog-blog yang ditulis tanpa hati alias copy paste hanya untuk mendapatkan hits statik pengunjung yang banyak dan Google Page Rank #1. Ngapain coba? Nanti nyesal loh. Semua itu semacam third-party. Banyak banget blog model itu. Orang sudah bosan dan kesal sebenarnya, bila mencari informasi sangat penting. Eh gak taunya cuma URL doang."

"Peduli sama statistik pengunjung? Segera tutup blog Anda. Penyesalan akan datang. Karena, jika blog Anda adalah blog pribadi dengan statistik pengunjung banyak, maka pantas curiga. Terlalu banyak orang kepo di dunia ini setelah gempuran dunia maya dan social network. Maukah Anda di-bully di dunia nyata, atau diculik, atau dijadikan apapun oleh stranger(s) (orang yang tidak dikenal)? Kecuali jika blog Anda adalah blog non-pribadi. Tidak apa-apa. Maka, hati-hati ngeblog."

"Tetap konsisten di Blogger.com adalah penting. Kebanyakan blogger yang pindah rumah itu karena merasa butuh space untuk mengungkapkan pengalaman pribadi dan bersifat privasi mereka. Mungkin ada yang pindah ke Wordpress.com dan tumblr.com. Tapi terserah sih, pindah rumah bukan masalah. Bisa saja meningkatkan pengalaman nulis dan dunia maya."

"Hiatus juga penting. Hiatus sama seperti kematian. Tapi bukan kematian dalam arti sebenarnya. Penulis blog juga butuh istirahat. Mereka juga butuh interaksi dengan orang lain di dunia nyata. Siapa tahu, dengan hiatus, kita bisa posting dengan nuansa dan pengalaman baru."

"Bersyukur adalah nomor satu. Karena, gak semua blogger mau konsisten sama blog-nya. Gak semua blogger memiliki kemampuan nulis yang serius. Dan gak semua blogger punya kemampuan sensor tulisan dan editting yang bagus. Selain itu, gak semua blogger punya waktu yang pas untuk nulis."

3 tahun itu cepat. Saya baru sadar, ngeblog itu bisa mengembangkan kemampuan menulis. Bahkan bisa menjadi novel. Up to you. Ini pelajaran berharga banget buat saya, dan juga buat mbak/mas pembaca.

Tetaplah ngeblog! :D

Mulesnya perut...

Kenapa kalo lebaran itu mesti pake mules-mulesan kayak kemaren? Hmmm... mungkin, waktu perjalanan liburan ke Bromo de el el itu nggak tidur kali ya? Sibuuuukkk aja mikirin atau ngayal ga jelas. Apalagi, berangkat malam dari Sumenep Madura ke Surabaya itu memakan waktu hampir 3 jam. Udah gitu, aku duduk sendirian, paling belakang lagi! Penuh deh ama barang bawaan. Kebetulan juga sih, naik mobil Innova. Pantesan mules!

Udahlah, nggak usah dipikirin, itu terjadi hari Sabtu setelah maghrib, ketika aku dan keluargaku pergi liburan dan basecamp sementara di Surabaya, sendik BRI Surabaya. Disitulah basecamp kami. Hmm.. hari Minggu nya itu ke Bromo (siiihhhh, naik ke kawahnya dong!!).

Ceritanya gini, kenapa aku bisa mules perut di mobil. Sabtu itu kan lebaran kedua, lebaran pertama hari Jum'at kan? Pada hari Sabtu, aku dan keluargaku gantian berkunjung kerumah orang. Tapi, waktu itu kami hanya berkunjung ke rumah guru adikku, Pak Ismail. Beliau guru SD Pajagalan 2 Sumenep. Kebetulan juga, adikku lebih hapal rumah Pak Ismail lantaran les disana juga (guru favorit juga loh, hehe).

Berlama-lama disana, cerita apaaaa aja, sampe kenyang perutku. Bukan makan angin, tapi ditawarin makan kue toples buatan istri Pak Ismail. Ueeenaaak ee! Asli, dan lembut pastinya. *Duh, kok nggak nyambung ya?

Setelah beberapa lama bersilaturahmi dengan Pak Ismail, kami pulang ke rumah dengan hati yang lega. Kalo aku nggak, lemes dan aku mulai pening-pening kepala dimobil. Karena, sambil diperjalanan, kami membahas rencana jalan-jalan ke Bromo. APalagi, aku malah makin ngayal sesudah baca novel 5cm. Cerita tentang 6 orang anak manusia (emang manusia kan?) yang susah payah naik gunung Semeru untuk mencapai puncak tertinggi di Jawa Timur yakni Mahameru. Hmm.. nggak kebayang deh sama aku setelah membahas rencana ke Bromo. Sampe rumah, makan lalu beresin baju yang mau dibawa.

Awalnya aku stres karena bingung apa yang mau dilakukan. Ya beresin baju! Pake stres pula lagi. Ga cuma itu, perutku yang mules ini hanya gara-gara nggak tidur siang. Udahlah bingung ngeberesin baju apa yang mau dibawa, eh malah ditambah kurang tidur. Seharusnya jam 2 siang aku tidur lelap, lantaran capek rasanya gimana suntuknya nunggu lama dirumah Pak Ismail. Lalu, setelah ngeberesin baju selesai, aku siap-siap mandi. Waktu itu menunjukkan jam setengah 5. Nggak ada waktu untuk tidur-tiduran.


Ya Allah, udahlah mules, kurang tidur, selsai mandinya hampir mendekati waktu maghrib. Untungnya masih jam 5, tapi kayaknya aku udah terlalu lama. Pasti aku pilek selesai mandi. Ternyata iya benar. Aku pilek selesai mandi sampai aku mengambil wudhu sholat Maghrib. Setelah itu, aku nggak pilek lagi. Perut yang tadinya mules, udah terobati karena makan malam.

Jadilah kami semua pergi ke Surabaya jam setengah 7 malam. Waktu yang pas karena sampai di Sendik BRI Surabaya Guest House, kami tinggal tidur aja. Pertama-tama, mobil Innova nongkrong sebentar dirumah untuk ngangkut barang yang dibawa. Kemudian, pindah lagi ke BRI cab. Sumenep untuk titip kunci rumah dan titip mobil ibu. Tentu aja menunggu, aku memanfaatkan waktu yang sebentar itu menulis diary dan membaca cerpen majalah Story.

Perjalanan menuju Surabaya pun dimulai. Dari BRI ca. Sumenep, belok kanan menuju keluar kota. Lampu-lampu malam terang benderang, menambah rasa penasaranku terhadap Bromo "itu kayak gimana seh?". Ditambah lagi dengan berkilaunya satu bintang yang terlihat jelas dari jendela kaca mobil. Indah.. Diakah yang kupikirkan? Eh... dia-dia-dia? Dia Bromo kali... Kegiatan menulis diary segera kuhentikan saat mobil mulai melaju kencang dari pintu gerbang keluar kota. Aku takut pusing.

Unrung aja, bawa bantal! Dengan bantal, aku bisa tidur sejenak dengan puas. Eh, ternyata enggak cuy. Perutku mulai kambuh lagi. Dan ini tambah parah! Perjalanan masih di Kab. Sumenep, jalannya mulus memang, tapi perutku malah mengocok-ngocok semua isi didalamnya. Lalu, terasa kram karena mungkin posisi tidurku salah. Aduhh.. air liur kayaknya udah ngegantung ditenggorokan, pengen muntah tapi ga bisa! Aku paksakan memejamkan mata alias tidur. Bisa sih.. tapi sambil sms-an sama teman juga. *Sama aja neng...

Perut masih terasa mules. Nggak juga sih, mual. Jadi bukan mules ya.

Kira-kira, yang kurasakan itu mobil mulai berguncang kuat. Aduuhh, apalagi ini, kayaknya selama tinggal di Madura jalan oke-oke aja tuh. Tapi ini kok... Perutku tambah kram dan mual lagi! Rasanya ingin muntah tapi nggak bisa! Bener-bener nggak bisa!!!! Aku cepet-cepet bangun dan duduk selonjor. Capek aku kalo perutku gini terus. Mau digimanain lagi ini...

Aku masih duduk selonjor seolah lemas tidur terus. Stres kali ya? Mungkin... Setelah minum air Aqua, aku ngelanjutin tidur. Sebelumnya sih, minta minyak kayu putih biar ga sakit perut lagi. Emang melelahkan perjalanan malam ini buat (perut)ku.

Nggak terasa, aku dan keluarga udah nyampe dijembatan Suramadu yang indah! Indahnya itu loh, lampu warna-warninya *
urang udiak bikin penasaran. Sampai di jembatan Suramadu, aku nggak melanjutkan tidur lagi. Nggak perlu, perutku dan aku udah terlalu tersiksa sama jalannya. Nggak mulus. Dan paginya, siap-siap ngebayangin eh pergi ke Probolinggo untuk ke Bromo. Akses ke Bromo bisa dari Probolinggo. Banyak jalan yang mampu menembus Bromo lah!

Intinya, bagi para pemudik atau mbak/mas yang hobi jalan-jalan, jangan sungkan-sungkan muntah dijalanan! Karena itu perlu, mengeluarkan angin dan stres yang ada diperut dan dikepala. Tahan rasa gengsi muntahmu, kalo nggak kayak aku, sampe kram perutnya.

Kayaknya perjalanan ke Bromo tahun ini bakal menyenangkan banget. Terinspirasi oleh novel 5cm. Dan terganggu oleh mulesnya perut, hehe

Minggu, Juli 14

Welcome DSLR

Hobi lama berlanjut dengan kamera baru :D

Bukan berarti kameraku yang lama tidak terpakai. Justru kamera lama membawa kenangan manis dan perjuangan terindah untuk belajar seluk-beluk fotografi. Sehingga sampai saat ini saya tertarik banget sama fotografi makro dan lanskap (landscape). Mode fotografi bersiluet juga keren banget.

Terima kasih kamera digital lama. Selamat datang kamera DSLR baru. Walaupun bukan DSLR merek sejuta umat, tapi merek sedikit istimewa dan hanya orang-orang tertentu (misalnya fotografer National Geographic tuh hehe) bisa mempermudah belajar fotografi makro, siluet, dan lanskap.

"Semua kamera bagus. Merek apapun. Tetapi yang menentukan adalah lensa kamera tersebut" - sebuah komunitas fotografi di Jakarta Selatan.

Rabu, Juli 10

Logika, Berbeda dan Tertawa

Semua terasa berbeda ya.

Entah kenapa, akhir-akhir ini, aku membaca cerita dulu yang membuatku tertawa sekarang. Apa, logikaku sudah berjalan? Apakah, dulu, relasi antara dua manusia bisa dikatakan lucu dan imut, sehingga ada perselisihan yang membuat semuanya tidak menyenangkan?

Mungkin aku bukan orang yang mengungkit hal itu. Sudah berkali-kali orang yang bernasib sama, jungkir balik memahami soal logika. Akhirnya mengerti juga.

Karena kita sudah dewasa. Paham kalau mau hidup lancar pakai logika. Tapi tak selamanya logika. Logika itu robot. Logika itu menyesatkan.

Pakai hati.

Terima kasih, cerita-cerita dulu yang membuatku tertawa. Aku baru sadar ternyata kau mengajariku banyak hal. Tidur malam, hingga aku baru menyadari bahwa sebentar lagi aku akan menjadi orang yang menertawakan kecerobohan. Semoga bisa dijadikan pelajaran. Bahwa memang, masa remaja takkan terulang.

Nanti, akan ku rancang aplikasi seperti Doraemon, supaya balik ke masa lalu. Entah kenapa Doraemon sangat canggih dibandingkan kita 

Selasa, Juli 9

Kamis, Juli 4

Tetaplah :)

Tetaplah tahu diri. Tetaplah dengan keyakinan. Tetaplah dengan percaya kuasa Allah. Tetaplah merasa bodoh dan tetaplah lapar.

Teruslah berani :)

Rabu, Juli 3

Jangan-jangan?

Inilah waktu yang pas.

Dengan pantulan lampu neon dan sinar kuning berasal dari meja belajar. Aku merenung sambil menatapi dinding biru muda tanpa cacat. Untuk apa? Membayangkan kamu? Salah! Aku membayangkan bagaimana caranya aku menghafal kode ASCII yang tak kumengerti apa tujuannya. Pun bahasa Java, yang kukira bahasa Jawa berlogat medhok. Bukan rupanya.

Apapula Pascal?

Apapula C++ ?

Kau kira aku calon enjinia robot? Jangan-jangan aku salah masuk kamar. Eh, bukan kamar, tujuan batin dan hidup yang akan membaur menjadi satu. Dan melebur dalam tubuh dan hati manusia itu selama 4 tahun, iya kah? Jangan-jangan.

Biar aku dan Tuhan yang tahu. Mengapa mereka eksis berada. Dan dimengerti para expert tertentu saja, tanpa mau tahu apa maksud mereka; para bahasa aneh tersebut. Maaf, bukannya aku tak mau tahu, dinding biru muda.

***

Tapi yang kutahu adalah, tanpa mereka. Semua aplikasi pada gadget takkan ada. Mereka - bahasa aneh tersebut dan para expert enjinia bangga mereka berada.

Ah, bila kamu benar-benar menjadi expert itu, sanggupkah kamu membayangkan programming menjadi mata pelajaran favorit di dunia ini selain sastra dan sains terpadu?

Minggu, Juni 30

Real Civil People

Jam 4 sore. 

Aku sampai di Pasar Proyek Bekasi. Eks Pasar Proyek Bekasi, maksudku. Tidak ada lagi jejeran kios. Semua sudah pindah tempat. Ada yang di dalam mall investor asing, dan ada yang membuat kios baru dengan bahan bangunan yang sama seperti dulu tapi agak jauh dari jalan utama. 

Disitulah kulihat, kenapa pasar itu terlihat banyak orang susah dan mencari nafkah. 

Apalagi tukang jahit.

"Susah belajar jahit tu dek. Payah pulo cari pitiah," kata apak tuo yang sedang membuat pola dasi SMP.

Really? Itukah kehidupan di pasar dan.. Mmm, kota (nyaris) metropolitan? Bukankah hidup di kota menyenangkan dan menjanjikan? Seperti yang dikatakan sebelum merantau? 

"Awak marantau ka Bekasi sejak tahun 1981," tambahnya lagi.

"Lamo juo tu, Pak," jawab ibuku.

Aku kaget mendengar cerita bapak itu. Mungkin beliau terlalu muda untuk merantau, dulu. Dan sekarang, bapak itu mengabdi sebagai tukang jahit. Bersama bapak lain yang seumuran dengan beliau.

Itu hanya sekilas saja.

Jika dihubungkan dengan masalah BLSM yang booming, mungkin mereka dengan pedih menceritakan apa yang terjadi. Atau, cerita mereka dulu yang digusur pemerintah gara-gara pembangunan mall investor asing dan perapihan jalan utama Mayor Oking. Yah, orang susah. Ingin aku (mas/mbak pembaca juga) menghargai kerja keras mereka. Mereka berharga. Sayangnya, dilupakan.

They are real civil people. Really civil people. 

Jumat, Juni 28

Kangen Menulis

Mungkin ini bukan janjiku. Tapi ini sebuah penyelewengan waktu.

Aku mencuri waktu untuk merindukan kegiatan yang satu ini. Menulis. Hampir seminggu ini, mati rasa 10 jari menulis dengan pensil tapi tanpa pakai hati. Alias ngerjain soal. Memang sih, mengikuti ujian sambil menunggu pengumuman itu antara deg-degan dan berharap penuh pada Yang Kuasa. Tetapi, kalau semua pikiran cemas, deg-degan atau nyampur deh kayak cendol itu - tidak dibuang, bisa berabe.

Ingin rasanya semua selesai. Lalu menulis sepuasnya. Memang itu harapan terbesarku jika aku diterima di seleksi perguruan tinggi negeri yang ketat itu. 

Nyaris dua hari aku membuka blog ini, untuk menulis. Tapi tanganku tak bergerak. Masih ada yang kulirik selain itu. Masih ada yang membuatku janggal dan tak ingin menulis. Rasanya tak bisa. 

Dan masih ada perasaan kuat bahwa, menulis itu menyenangkan daripada hanya membaca ribuan artikel (tanpa menulis). Jadi, aku ingin "membuangnya" disini. Seperti yang pernah dulu kulakukan. 

*eh kenapa bahasanya kaku gini ya*

Ya intinya sih, nulis itu seperti hidup bagi saya. Saya nggak bisa hidup, pikiran saya nggak bisa sedikit tenang tanpa nulis. Walaupun nulis quote, blog, atau malah yang lainnya. Beda dengan teman saya yang setiap hari menulis. Dia bebas berekspresi karena waktunya yang bebas pula. Seharusnya dia bersyukur, bisa memanfaatkan waktu untuk menulis sebagus mungkin. Saya juga ingin seperti itu. Dan bisa setiap hari menulis seperti mbak/mas pembaca yang hobi ngeblog, yang ada di dalam beranda blogger saya. 

Ternyata nulis itu emang, bener-bener bikin bahagia. Deh. 

Rabu, Juni 26

Jangan Bilang Sedang Mempersiapkan yang Terburuk!

SPMB PTAIN sudah selesai! Yeah!!

Tapi bukan berarti semua tes tidak ada lagi. Masih banyak ujian mandiri lainnya. Kugunakan kesempatan ini untuk menunggu pengumuman dan mengukur seberapa tahu diri serta menjalani betapa kerasnya persaingan masuk PTN tahun ini.

Oh ya, kata Kak Riris di @rizkydea , jangan mengatakan "Sedang mempersiapkan yang terburuk." Tetapi katakan "Lagi usaha terus tanpa henti."

Kenapa?

"Dari kata Mempersiapkan, berarti kamu sedang siap-siap menyambut sesuatu. Kamu mau menyambut yang terburuk? Engga dong?
 Kata Mempersiapkan, juga berarti kamu sedang melakukan sesuatu untuk menyambut sesuatu. Kamu mau menyambut Keberhasilan, kan? Bukan kegagalan? :)

Lebih baik: "Aku sedang usaha terus, biar Tuhan lihat, Usahaku tanpa henti." daripada "Aku sedang mempersiapkan yang terburuk." :) " - Kak Riris.

Semua niat berpengaruh pada ucapan, dan berpengaruh pada tindakan. Tertanam di bawah sadar.

Tetap semangat! Jangan galau :D :D

Kamis, Juni 20

Adora Svitak

In order to make anything reality, you have to dream about it first. 

Adora Svitak.

Minggu, Juni 16

Penggalan Lirik dari Lagu River

"Tepat di depan matamu. Ada sungai mengalir. Luas, sebuah sungai yang besar. Walaupun gelap dan dalam. Walaupun arusnya deras. Tidak perlu ketakutan. Walaupun kau terpisah. Ya, tepian pasti ada. Lebih percayalah pada dirimu.

Jangan alasan untuk diri sendiri! Jika tak dicoba tak akan tahu. Tiada jalan selain maju, maju! Teruslah melangkah di jalan yang kau pilih.

Walaupun kau pernah gagal. Walau dirimu terbawa arus. Tak apa terulang lagi. Dan janganlah mengeluh. Genggamlah selalu impianmu. Sampai suatu saat mimpimu terkabul.

Ayo sebrangilah! You can do it!"

River by JKT48

*Bukan penggemar JKT48. Kebetulan ketemu lirik pembangkit semangat*

Kamis, Juni 6

Jangan Lelah

Lelahku.
apakah kerinduan menuju harapan itu akan tercapai?
apakah, usahaku sudah melebihi usaha seperti biasanya?

Mengapa kau mengeluh, lelah?
Padahal kamu memejam mata,
membuka mata,
mendengar ceritanya,
dan melupa waktu
jika hari dihitung beberapa jari saja.

Hai,
lelahmu belum apa-apa
Hai,
keluhanmu tak berarti apa-apa
hanya bersyukur,
masih bernafas ini, menikmati indahnya malam bersama sunyi dan
melawan takut hantu-hantu malam.
mempersiapkan sebelum kecewa akan kegagalan.

Biarlah hantu-hantu itu melihatmu,
karena mereka adalah saksi bisu.

Jangan lelah
:)

Rabu, Mei 29

"Menurut kita, kita puas ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan. Padahal menurut penelitian, ternyata kita justru puas bukan karena hasil akhir, tapi kita puas ketika kita berproses menuju ke tujuan akhir tersebut." - My friend said.

"Riset: manusia cenderung lebih senang ketika mengalami kemajuan mencapai tujuan dibanding mencapai tujuan itu sendiri" - Roby Muhammad (Co-founder and Chief Scientist at Provetic, 9 Summers 10 Autumns movie).

Sabtu, Mei 25

Thanks, thanks!!

Thanks all. It reminded me about that. So, if we study tonight, it will better to face tomorrow.

Thanks for yesterday night :) 

Lebih baik kita belajar bagaimana kerasnya kehidupan, daripada berbasa-basi dan kau pun tidak berbicara apapun tentang kehidupan mahasiswa di kota besar. Dan mengajariku agar aku bisa terus semangat, tak terlena dengan apapun. Fokus pada tujuan awal.

Thanks, friend.

UN, Apa Kabar?

Bagaimana UN? Sehatkah? Alhamdulillah.

Ehem, bukan UN yang ku banggakan. UN saja sudah amburadul. Ngerjainnya, juga *paham paham ah ahaha*. Tapi tidak semua. UN penuh kelicikan. Yang pintar jadi down, yang curang jadi bangga. Dan yang biasa aja jalan di tempat. Dengan satu kata, BANGGA!

BANGGA PUNYA NILAI UN HAH??

*maaf maaf :( :(

Plis biasa aja dong! Masih aja SNMPTN dan SBMPTN! Belum lagi Ujian Mandiri PTN. Mereka saling menyusul. Kalau tidak, bisa tergilas buldoser kita!

*maaf maaf :( *

Oh ya, maaf ya jadi emosi begini. Habis, sehari penuh ini, masih sangat kental perayaan UN se-Indonesia. Memang benar, saya tidak belajar seharian hanya untuk melihat perkembangan informasi UN di linimasa Twitter. Lihat aja, ada yang berani nyoret baju.

Ada yang mabok.

Ada yang mabok soal TPA, SBMPTN. Bahkan ada yang langsung minta kakak kelas untuk ikut bimbel.

Bahkan ada yang memborong makanan, nonton dorama, atau yah kamu sendiri yang tau apa yang kamu kerjakan tadi.

Yah,syukuri saja. Memang langkah sebentar lagi dekat. SNMPTN bisa berubah pengumuman, bisa dimajukan, bisa dimundurkan. Memang yang penting adalah bersyukur. Do'a diperbanyak, tahajud oke, ngaji gas terus, bahkan menunda kesenangan. Oke, boleh dan itu bagus banget. Lebih baik jika dirayakan seperti itu.

Dan perayaannya jangan flat seperti saya, seharian di rumah :)

Selamat bersenang-senang dengan SNMPTN dan SBMPTN!!! Tunda dulu ya senang-senangnya. Galau-galauan, cinta gak jelas. Hilangkan sejenak. Siapa tau, terbalaskan dengan lolos PTN.

Amin!! Doakan kami :)

Selasa, Mei 21

Matematika Rindu

Mungkin, kita pernah mempelajari ilmu peta dan geometri. Untuk mengetahui bahwa bumi ini luas tanpa batas. Serta mempelajari bentuk bangun ruang. Membangun imajinasi berupa bangunan megah dan kokoh serta luas.

Mungkin, kita pernah belajar deret dan barisan. Untuk mengetahui seberapa jauh kaki melangkah, dan seberapa kali kesalahan terus dilakukan. Entah, data-data yang berulang kali terjadi. Kemudian jadilah kesalahan biasa bahkan menjadi kebenaran.

Mungkin, kita pernah belajar peluang. Seperti apa kesempatan diantara celah kemungkinan dari masalah yang sering terjadi.

Lalu, apakah hati juga ada unsur ilmu pemetaan bumi dan geometri, deret dan barisan, dan peluang?

Katamu, tidak ada. Kataku juga, tidak ada.

Tapi bagi orang perasa. Ada. Karena, ilmu itu tidak sekedar diktat kuliah atau buku pelajaran yang tampilannya monoton. Apalagi matematika. Bisakah kamu membayangkan hal tersebut? Imajinasimu bermain disini. Rasa sok tahumu sangat berperan disini. Kamu hanya butuh menyambungkan kabel satu dengan kabel lain. Atau menyambungkan tiga hal tersebut dengan dirimu sendiri.

Hatimu. Itulah dirimu. Bagaimana mungkin kamu bisa belajar matematika tanpa hati? Bagaimana mungkin kamu akan mengerti turunan yang berhubungan pula dengan limit? Bagaimana pula kamu bisa mengerti seluk beluk trigonometri tanpa mengetahui sifat-sifat mereka dan saudara-saudara dekat trigonometri seperti integral, limit, dan turunan? Bagaimana pula kamu bisa menghitung seberapa kali kamu melakukan kesalahan dan menghindarinya tanpa statistika peluang?

Apa kamu mau, jadi robot? Hanya menghapal rumus-rumus deret dan barisan, peluang, dan geometri?

Kalau kamu pandai deret dan barisan, kesalahanmu bisa dihitung seberapa jauh kaki melangkah untuk berpindah. Jikalau pandai geometri, ruang untuk berpindah itu sangat luas, tak terbatas! Kamu bisa melangkah sebebas dan sejauh mungkin! Bumi ini luas, seharusnya ilmu pemetaan bumi dan ilmu geodesi tak perlu ribet mengurus hal ini! Kalau kamu pandai peluang, kamu harus bisa memanfaatkan celah, semangatmu. Harus melangkah!

Apa kamu mau dipermainkan oleh hati yang menyesatkan kebaikan? Kamu mau rusak gara-gara kamu terlalu rindu? Ya, kamu tidak tahu dan dia (mungkin) tidak ingin tahu. Itulah rindu.

Terus apa hubungannya sama matematika tadi?

Sudah kubilang, rasa sok tahumu dibutuhkan disini. Kamu kan, bisa menyambungkan beberapa hal yang sulit dijangkau. Tiga hal tersebut sangat membantu meniatkan hati, menerima segenap hati, dan melangkahkan kaki untuk berpindah dan sebisa mungkin tidak melakukan kesalahan yang sama.

Rindu. Rindu tak bisa dibendung. Tetap saja banjir air mata, tak peduli bagaimana derasnya keras kehidupan. Rindu tak peduli matematika tadi, tak peduli kesalahan, dan manja kepada zona nyaman.

Selamat berkompromi rindu dengan matematika :P

Senin, Mei 20

Jangan Meremehkan Ini!

Meskipun hanya hal kecil, tapi berpengaruh besar di masa depan.

Meskipun terlihat remeh, tetapi sangat bermasalah suatu saat nanti.

Mungkin ini biasa saja, tapi kalau diperhatikan, akan ada suatu perubahan yang bagus. Tak akan kamu duga.

Mungkin ini tidak perlu. Aku merasa tidak mampu. Tapi janganlah begitu. No limit, please! Nothing excuse for this!

Kemampuan manusia memang terbatas. Tetapi, kalau kita membatasi diri sendiri, mungkin semuanya tidak akan terjadi.

Hanya terjadi dalam tempurung pikiranmu saja 


Sabtu, Mei 11

Nanti Malam

Aku, di malam ini.
tak ingin resah dan gelisah seperti dulu.

Aku, di malam ini.
ingin menandingkan, siapa yang paling cepat bertemu
dengan-Nya
nanti malam.

Aku, di malam ini.
bahwa aku hina,
berasal dari tanah
bercampur dengan sesuatu hina
pantaskah aku mengingatmu daripada
mengingat-Nya?
yang membuatku terus menerus tak bisa tidur hingga pergantian waktu

Siapa tahu, aku tak akan di sini lagi. Sungguh. Aku ingin pindah, benar-benar pindah seperti yang kulakukan dulu. Karena aku hina, terbuat dari yang hina. Lalu tumbuh menjadi manusia cerdas dan sehat. Tak seorang pun bisa menghalangiku untuk pindah dan berkembang. Dan tak mau terpuruk karenamu. Lalu dianggap sinis oleh Tuhan. Setelah itu membuatku jauh, terbawa gelombangmu yang tak tahu kapan akan berakhir.

Karena aku berasal dari yang hina. Maka aku tak pantas bila tak pindah.

Untuk berubah!

dan Menemui-Nya nanti malam.

Kamis, Mei 9

Rabu, Mei 1

Masih Mau Lanjut? :D

Belum merasakan bagaimana titik jenuh. Aku masih larut dalam aktivitas rutin yang seolah-olah mengajakku untuk berperang. Padahal ini baru 1 minggu 2 hari setelah UN. Tetapi rasanya ular besar akan memakanku jika aku lengah 1 atau 5 menit saja untuk bermain.

Aku belum merasakan jenuh. Masih larut. Namun aku bingung, karena diaduk-aduk oleh keadaan. Baik itu pada pendirian atau lingkungan. Atau malah tekanan dari orang lain atau hati yang tidak pas. Ah masa....

Ya jadi? Mau nunggu zona nyaman banget gitu? Sampai benar-benar klop? It will wasting time, bro.

Waktu hanya 1 bulan. Bila intensif, mulai benar-benar intensif terhitung hari ini, maka pas 1 bulan, tambah 18 hari. Belum lagi ujian ini, ujian itu. Ini memang ujian. Ditambah pula ujian diatas kertas. Kalau sekarang, ujian kenyataan! Bila persiapan sebelum ujian diatas kertas saja udah ngeluh dan ingin berhenti.

"Ngerasa pusing gitu".

Berarti, ujian kenyataan udah lulus dong? Apa belum? Oh ya, ujian kenyataan itu hal yang remeh-temeh loh. Seperti mengatur waktu, menyusun baju di lemari, bahkan bangun pagi sekali itu sulit bagi orang yang ingin benar-benar nyaman. Perlukah ditampar? Ya, perlu. Dengan berbagai tulisan pedas yang membuatmu merasa bersalah. Eh, perasaan itu hanya beberapa menit setelah membaca tulisan super pedas dan menampar. Setelah itu? Jawab sendiri-sendiri.

Mungkin harus ada niat yang benar sehingga ada sinkronisasi antara tindakan dan pikiran bawah sadar. Perlu, ya perlu. Supaya nggak nyesel. Karena tiap nyesel itu nyesek dan sakit. Mungkin harus ditampar sama bapak atau dikritik sama ibu dulu baru bergerak. Ah, jangan. Kan sudah besar, sudah tau cinta. Yo mosok untuk mengejar cita-cita harus disuapi seperti balita?

Mungkin ini kritik untuk saya sendiri dan mbak/mas pembaca. Beberapa teman yang senasib dan seangkatan  ini ngerasa bosen padahal belum waktunya. Meskipun liburan kali ini menyenangkan untuk tidak disia-siakan. Seharusnya malu untuk ngeluh, setelah beberapa kali membaca artikel motivasi blog Kak Rizkydea. Memang mimpi itu harus tinggi dan hebat, tapi kalo tindakan tak hebat. Malu ah. Mending pendam saja. Atau jadilah pemimpi yang terus menuliskan mimpinya di buku yang disembunyikan.

Mau seperti itu? Nggak.

Jadi?

Ya mau action. Terus? Kalo hati pengen banget melaksanakan tapi....

Ya kalo banyak tapi-nya. Ntar rasanya sebulan itu kayak naik jet. Banyak penyesalan. Sebulan itu bentar. Bentar-bentar tryout. Bentar-bentar nambah, maunya pindah jurusan. Bentar-bentar nambah jurusan sehingga belajar 3 kali lipat.

Jadi....

MASIH MAU LANJUT? :D

Kamis, April 25

Kangen Nulis

Ah, akhirnya sore juga. Aku menunggu masa-masa ini untuk menulis. Sudah hampir seminggu setelah UN, aku kepikiran untuk nulis.

Apapun.

Meskipun tadi siang aku mengalami (blog) homesick. Ah, istilah baru yang kuciptakan sendiri. Jangan-jangan benar-benar kangen nulis apapun disini. Seperti nulis cerpen. Atau apa gitu.

Mungkin beberapa orang terlihat istimewa dengan menulis. Mereka istimewa karena bisa memillih waktu istimewa untuk menulis. Mereka menumpahkan pikiran yang menghalangi mereka ke blog, atau ke kertas, atau juga dimana sajalah. Akhirnya, ku lihat tulisan mereka sangat bagus. Tapi, jika tulisannya emang bagus yak!

Soalnya, ada blog temanku yang sudah lama tak kukunjungi. Tiap membuka blog itu pasti ada rasa rindu tiap membaca tulisannya. Memang biasa saja, bahkan desainnya kurang menarik. Tapi kata-kata sederhana itu mampu menghipnotis pikiranku yang udah lama nggak menulis.

Tiba-tiba, pas selesai membaca semua artikel di blog itu, langsung aja ada ide buat bikin cerpen untuk di blog ini. Kebiasaan baru yang lama dilakoni. Blog itu benar-benar membuatku rindu menulis. Ya kali orangnya ganteng kalo nulis. Ada chemistry tertentu kalo orang nulis dan hasilnya sampai mempengaruhi pikiran orang yang membacanya.

Mungkin itulah indahnya menulis. Mau jadi calon maba pun harus tetap nulis, meskipun ada dua pilihan yang terkadang membuat resah hati. Selamat (rajin) menulis!

Jumat, April 19

Good Fall

Sometimes it takes a good fall to really know where you stand. 

Hayley Williams - Paramore

Sabtu, April 6

Sabtu Mendung

Hari ini hari Sabtu. Hari ini tryout di bimbel. Hari ini aku baru belajar Biologi, hari Kamis baru belajar Bahasa Inggris. Dan hari Jum'at dan Sabtu tidak menyentuh sama sekali pelajaran Fisika. Indah ya hidup ini (:

Aku kangen banget ngeblog. Atau nulis. Atau apapun lah namanya, pokoknya yang berhubungan dengan kertas dan membaca dalam hati. Ketika otak pun bekerja, jemari menari lincah di atas keyboard, bahkan, sambil duduk ngangkang atau ala warteg pun, cerita terus mengalir. Tampil di depanku, dalam layar monitor. Meskipun kacamataku raib. Tapi aku tak gentar. Kubiarkan mata ini untuk terjaga. Bahwa aku ingin menulis.

Aku sangat rindu kegiatan ini :')

Enaknya nyampah adalah, menulis.

Ini pun gara-gara terinspirasi blog kakak kelas yang kuliah di Bandung. Dulu ketua Geol (Gemar Olimpiade) di sekolah. Widih!! Bukan maksud menyindir. Bukan maksud menjadi stalker dadakan atau kepo man. Tapi kalau ada orang yang punya blog, pasti keliatan siapa dia sebenarnya dan tulisannya gimana. Baru kerasa deh, orang menulis itu beda-beda caranya. Dan entah kenapa senang banget baca blog orang. Ya sama aja kayak blogwalking! Makasih kak!! Entah kenapa blognya sederhana tapi bagus banget!!

Hari ini tryout. 3 jam lagi jam 1. Mati deh, Fisika belum disentuh. Apa kata dunia kalau UN Fisika gagal? Jangan sampai deh.. Pliiisss, Fisika, Matematika, Kimia, dan Biologi, bersahabatlah!!!

#semangatUN

Kamis, Februari 21

Doakan Saya :)

Will hiatus for 3 months. 

Let me know that fight is difficult and hard. But then, it will so sweet and laugh enough :) 

Doakan agar semuanya lancar dan bisa lolos UN, SNMPTN, SBMPTN, dan Ujian Mandiri PTN. Amin :)


Jumat, Februari 15

And Passion is Very Important Guys!!!

Assalamu'alaikum guys!!

Lama sudah aku tak ngeblog disini. Nulis di halaman web ini. Rindu banget. Setelah berkutat dengan ujian, TO, kebut-kebutan buat UN dan sejenisnya, akhirnya bisa mencuri waktu dengan refleksi sedikit. Sedikit mengomentari tulisan orang lain yang nggak sengaja kudapatkan di ranah Google.

Blog yang kubaca keren banget! Gak nyangka, penulis blog adalah mahasiswa S2 di Aachen Jerman. Dulunya mahasiswa sekolah teknik negeri di Bandung (jangan-jangan ITB lagi uhuy!). Tapi dia berani banget ngomongin masalah passion! Bahkan bercerita sedikit bahwa penulis tersebut salah jurusan.

Yuk ini dia link-nya.
IPA, IPS, Bahasa, ITB, UI, UGM. Makan Tuh Gengsi! (Tips Memilih Jurusan dan Fakultas/ Studi/Sekolah/Kuliah/Universitas

Ada lagi nih, penulisnya lain...
Pilih Jurusan Apa Nih?

Oh ya, ada lagi nih.. Tulisan tentang passion. Ini membuktikan bahwa passion itu penting banget. Dicuekkin dikit, malah bikin nyiksa. Akhirnya timbullah cerita-cerita seperti ini...

Tips Memilih Jurusan SNMPTN 2013

Dari tulisan itu, bisa dong dijadiin pedoman biar sreg milih jurusan yang pas buat SNMPTN, SBMPTN, bahkan Ujian Mandiri (yang gak karuan main angka duitnya).

Setelah membuka tulisan-tulisan pentingnya passion, segera nonton video ini. Keren dan nyentuh banget! Jarang-jarang ada lagu bermutu dan mewakili perasaan kita di dunia nyata,

Nugie - Lentera Jiwa

Lihat ini juga yaa!! "\^.^/"

(Daftar nilai yang diterima SNMPTN 2012, UI, ITB, ITS, UNS, UNSOED, UGM, UNPAD, UPI, USU)

(Daftar nilai yang diterima SNMPTN 2012 di UNAIR, IPB, UNJ, UNDIP, UB)

Enjoy :D

Senin, Februari 4

Keselamatan Segala Hal

Keselamatan tubuh terletak pada sedikitnya makan.
Keselamatan jiwa ada pada sedikitnya dosa.
Keselamatan hati bergantung kepada sedikitnya perhatian dan angan-angan, serta
Keselamatan lidah terdapat pada sedikitnya bicara

(Hikmah Bijak)

on my moslem calendar (:

Sabtu, Januari 26

One Side of Ancol


Wahana baru di Ancol.


Bianglala, the great wheel


Sang dewa melawan naga. Mungkin seperti cerita dongeng rakyat Cina. 


I'm terrified to the tornado. Saya pun ngeri melihat tornado 'istirahat' seperti itu (:


Kora-kora! 


Histeria dan awan pertanda hujan. 


Dari atas bianglala.

From Ancol to the camera.
(December 25, 2012).
Happy holiday friends!!

Sabtu, Januari 19

Lost Pieces

Malam ini, biarkanlah semua berlalu. Hingga hatiku mantap untuk tak sendu. Dan aku menjauh dari masa lalu untuk menyambutmu yang baru.

Bukan kamu.

Tapi suatu yang akan terjadi di masa-masa sulit dan berat. Kamu bukan seperti sesuatu yang terjadi di masa-masa sulit, dimana masa-masa sulit nanti adalah hal abstrak melupakan dirimu.

Karena kamu hanyalah kepingan hidup. Tidak bersatu, kadang retak, kadang pecah dan menghilang retakannya ditiup angin kehidupan. Hanya cinta yang bisa menyatukan. Tapi apalah artinya bila itu menyesatkan? Tak ada yang tak mungkin memang, tapi aku berharap agar kamu tak hanyalah kepingan biasa. Biarlah cinta itu berbicara dan beriringan dengan waktu. Meski tak harus bagai kedewasaan umur dengan kematangan berpikir.

Karena cinta itu tak memiliki arti apa-apa bila tanpa Dia dan mereka yang menderita. Bukan maksudku cinta hanya milik dunia berdua. Itu hanya ego. Dan jadilah maka jadilah, kamu hanya akan jadi kepingan yang kubilang tadi. Tidak bersatu, kadang retak, kadang pecah dan menghilang retakannya ditiup angin kehidupan. Tindakan bodoh yang (akan) disesali seumur hidup~


Rabu, Januari 16

We Have This~

Kita punya impian kecil.

Selagi masih hidup dan hidup itu hanya sekali. Belum tentu Allah SWT memberikan kesempatan hidup ketika mulai tampak kiamat kecil seperti sekarang. Mumpung belum kiamat besar, ayo kejar PASSION!

Bukan yang dipaksakan dan terpaksa!



***


Yang nggak tau passion? Passion itu minat dan bakat atau bisa dibilang kesukaan kita yang kadang gak disadari.. Passion itu muncul lamaaaaaaaaa sekali. Tergantung kemauan dan kesadaran diri sendiri. Apakah dia merasa itulah minatnya atau tidak.

Tetap semangat! Karena passion itu nggak jauh kok. Passion ada di diri kita sendiri seperti butiraaan debuu~~~

Rabu, Januari 2

Resolusi Menurut @yeahmahasiswa

Today is 2013. You think that all is new. New year, new month, new moon, and new resolution.

But, how far is your resolution?

Yak, ini dia resolusi menurut rangkaian twit (Chirpstories) @yeahmahasiswa :




Ada juga nih, fakta mendukung tentang resolusi yang menjadi social reality :)) Klik link ini: Shut up! Announcing your plans makes you less motivated to accomplish them .

Jadi, gak semua resolusi harus dipampang di post-it di dinding meja belajar, meja kantor, dan lain-lain. Cukup simpan rapi di dalam kertas binder, buku agenda. TAPI! Sering dilihat setiap hari, supaya otak kita makin terlatih untuk mengimpikan dan mengusahakan mimpi itu menjadi nyata.