Cari

Friday, September 21

Memang waktu tak bisa kembali seperti dulu. Jika kenangan dulu dihiasi oleh kejayaan atau hal-hal manis yang tak bisa dilupakan.

Karena waktu itu seperti kamu yang melesat dalam kecepatan cahaya. Tubuhmu akan menua dan hatimu akan terpaut jauh pada masa lalu.

Sudah lama aku ingin menulis tentang kenangan yang indah itu. Tapi tertahan oleh hambatan yang membuatku diam membisu. Pura-pura tidak tahu namun tahu apa yang terjadi segalanya, terlihat oleh mata kepalaku sendiri dan hati nuraniku membentak mereka secara pasif. Untung mereka tak mendengar suara nuraniku itu. Kalau iya, mungkin aku sudah digebuki massa dan dicemoohkan. Lalu mereka menjauh secara perlahan.

Padahal mereka tak tahu aku sebenarnya. Ingat, aku punya jutaan pengalaman yang belum pernah mereka rasakan. Dan sekali lagi mataku terus menyaksikan apa yang terjadi saat ini.

Kini mataku yang sakit, membuatku perih karena tak bisa berinteraksi ke dunia luar. Tapi mata hati? Entahlah, semoga tak tertutup oleh kebohongan. Hei kamu, mungkin kita takkan pernah bertemu lagi. Selagi waktu terus berjalan. Apakah waktu mau mendengar doa kita ya? Apakah waktu mau mendaur ulang kenangan yang sudah lama dan membuat kita (diam-diam) bahagia?

Entahlah, semoga kita bisa bertemu di lain waktu. Kemudian marilah kita berbagi cerita sepuasnya. Sampai kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini.

--------

Cocoknya, fiksi ini mau dikasih judul apa ya? Minta pendapat mas/mbak pembaca ya :D Silakan di komentar ^^

1 comment:

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.