Jumat, Juli 6

Serba Salah

Serba salah.

Itulah yang kurasa sekarang. Ketika kakak kelasku mengucap selamat kepada yang lain karena sukses lolos SNMPTN dan diterima di PTN yang diinginkan. Aku merenung, apakah tahun 2013, aku bisa mencapai impian terpendam seperti mereka? Bukankah mereka memilih cita-cita dari kecil dan berubah sejak pemilihan jurusan untuk SNMPTN itu? Apakah cita-cita hanya sebatas dokter, insinyur, ilmuwan, model, perawat, pilot, dsb sedangkan di pilihan prodi universitas banyak sekali jurusan untuk mencapai cita-cita (yang lain)? Entah lah.

Aku tak ingin gagal. Banyak teman-teman dan aku mengucap itu getir. Aku dan mereka bukan orang yang takut gagal, tapi sudah berusaha berani gagal namun tak tercapai pula (takutnya). Lagi pula belum tahu kan rasanya? Kan masih masuk kelas 3 dan baru tahun 2013 itulah masa-masa (seolah-olah) kelam?

Belum lagi ancaman dari beberapa bimbingan belajar dan informasi tentang banyak peminat terhadap jurusan favorit seperti Kedokteran, Teknologi Informatika, Ekonomi, bla-bla-bla. Membuatku semakin takut untuk memilih jurusan pertama, kedokteran. Memang aku pernah terpikir, ingin menjadi dokter kandungan. Karena kebanyakan dokter kandungan adalah laki-laki. Tapi sekali lagi, pesaing dan passing grade itulah. Sebenarnya aku tak takut. Namun mengapa aku hanya nyantol pada dua pilihan. Pilihan pertama yang tak pernah berubah karena rasa penasaran dan pilihan kedua karena kakak alumni yang memberi informasi. Tak salah kan? Pilihan itu individu dan relatif.

Terkadang banyak orang menyarankan, kedokteran. Ehm, atau minimal, pilihlah jurusan yang gajinya nanti menjanjikan, pekerjaannya cerah. Eh, terbalik? Nggak semoga :) Tetapi aku tak menginginkan itu. Kenapa mereka yang sibuk? ... atau, kenapa aku mau saja mendengar mereka? Mau jadi apa nanti kalau berpikiran seperti itu? KARYAWAN? Lebih baik jadi penulis atau guru!

Entahlah, mengapa 2013 yang kurasa makin sulit. Setelah merasakan UN SMP pelajaran IPA yang kedua, tahun depan nanti merasakan SNMPTN tanpa tulis alias UNDANGAN! Bagaimana tahun depan nanti ya? Apakah rasanya seperti seenak rainbow cake atau sayur pare? Lihat saja nanti :))

Pokoknya selamat aja deh, buat kakak-kakak kelasku yang lulus SNMPTN. Semoga suksesnya gak di SNMPTN doang ya, tetapi sukses seterusnya :*

1 komentar:

  1. iya, saya setuju jadi penulis. cuma tulisannya jangan ditutupi fidjit dong, sulit bacanya.

    BalasHapus

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.