Cari

Tuesday, June 12

Sepi

Tulisan terambigu adalah malam ini. Disaat aku mulai ngantuk dan lapar dan memaksa pikiran untuk menulis apa yang bisa ditulis malam ini. 

Yak, kalo namanya sepi, itu adalah suasana yang mengundang dua makna. Yakni tidur dan emang mau menyendiri. Apalagi ini mau menjelang tengah malam, banyak nyamuk yang setia banget menemani penghuninya. 

Aku ingin bercerita tentang sepi. 

Sepi itu, disaat keramaian tak membutuhkanmu. Membuangmu ketempat sampah masa lalu, yang takkan pernah diingat orang karena pilu. Sehingga sepi itu hanya menjadi debu. Menghisap pikiranku, untuk menjauh dari keramaian yang gaduh. 

Sepi itu, disaat aku butuh pemahaman dari orang lain, tapi tak direspon. Ia menyendiri dalam sepi. Baik itu tengah malam seperti ini atau mencari tempat khusus untuk menyendiri. Tiada manusia yang mengganggunya, kecuali dia dan Tuhannya. Saat itulah, ia terbawa ke alam imaji yang diciptakan otak kiri, kemudian dialirkan ke sini. 

Ke hati.

Sepi itu, seperti kata-kata anak labil. "Gue kesepian. Gue butuh orang yang mau nemenin gue." Atau, "duh gue dikacangin. Sepi dah." Tapi sepi tak sekedar itu...

Sepi bukan hanya situasi. Tapi hati. Ketika tiada Tuhan menemani.

1 comment:

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.