Jumat, Juni 8

Belahan Jiwa "dia" dan "Dia"

Ketika dia adalah belahan hati.

Maka (pastinya) dia bukan belahan durian, atau malah belahan mangga.

Sering teman-teman yang membuat tulisan "Kaulah Belahan Jiwaku". Kedengarannya sweet banget. Tapi ntah kenapa buat yang move on atau patah hati, atau segalanya, cukup sulit diterima, kadang gampang diterima saking tertariknya sama kata-kata itu.

Mungkin belahan jiwa itu, yang jauh disana. Dia yang jauh terasa dekat. Tapi yang dekat malah terasa dekat, bahkan terasa jauh. Entahlah, banyak penyair amatir menuliskan rasanya bagaimana ada didekat belahan jiwa, yakni orang yang kita sayangi. Berpuluh-puluh kata dan ratusan kalimat ditumpahhkan ke kertas, atau diketik di  Microsoft Word, yang keluar hanya kata-kata standar untuk menunjukkan rasa sayang kepada belahan jiwa. Kedengaran tidak sedih. Tapi miris. Kenapa hal itu dibuat sedemikian rupa sehingga anak-anak seumuranku menjadi galau hanya karena membaca sepatah dua patah kata-kata yang nyantol dipikirannya?

Cukuplah tahu kalau dia adalah belahan jiwa. Bukan belajar jiwa.

Biarlah dia adalah sekedar belahan jiwa. Tetapi DIA adalah belahan dan belajar jiwa. Yah (y)

Belahan jiwa itu mungkin, akan menjadi sempurna ketika aku menuliskan ke kertas, disanalah aku bercerita tentang dia dan Dia. Ada dua "dia", dia itu manusia dan Dia itu Allah.

Bagaimana rasanya belahan jiwa diduakan, maka Dia akan cemburu. Beda dengan dia, dia hanya manusia, bisa mencari yang lain. Bisa nyari kesibukan. Bahkan nggak cari perhatian amat. Sedangkan Dia? Sekali kita tinggalkan, mungkin kita bablas dengan keluhan, musibah broken heart, move on yang gak jadi, dan seabrek masalah hati yang cukup tahu dan ditulis dalam memori jangka panjang saja. Berbagai kesusahan datang sukarela, untuk memberi pelajaran kalau "nih ya, jadi orang ga usah mentingin galau. kerjain tuh yang bikin kamu bersemangat!" 

Jadi ngiri sama orang yang tidak galau sama belahan jiwa "dia".

Mereka yang tidur beratapkan langit, dentuman bom. Berharap penguasa membebaskan sikap PHP yang bisa mengaburkan nuraniku, dan nuranimu juga.

Itulah mereka :D

*keingat sama Palestina dan Masjidil Aqsha yang masih digali pake buldoser buat mencari bukti Kuil Solomon dan membuat semacam keanehan dibawah masjid suci itu*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.