Sabtu, Juni 30

Penelitian Air dan Hasilnya Ajaib!

Mulai hari ini, aku jadi tahu kalau air minum dalam kemasan, air keran, dan air dari tukang jerigen bisa menghantarkan listrik.

LOH ITU GIMANA CARANYA?

Bukannya air itu non elektrolit alias nggak punya bahan yang menghantarkan listrik? Yuk mari kenapa dia bisa menghantarkan listrik. Aku tahu semenjak bapak-bapak peneliti air oksi datang kerumah tadi pagi. Hasilnya sangat mengejutkan sekali.

Awalnya dia menyuruhku untuk mengambil segelas air minum dalam kemasan, kemudian beliau mengambil air keran dan air dari tukang jerigen di dapur. Sudah ada tiga gelas. Kemudian beliau memperlihatkan alat pendeteksi pH (entah pH meter atau bukan, tetapi ambang batas air yang bisa dikonsumsi langsung di Eropa, Amerika dan Singapura adalah 50. Mungkin ppm atau bagian perjuta zatnya). Alat itu tanpa menggunakan listrik. Jadi pas alat pendeteksi air itu dimasukkan, maka akan tertera angka. Berikut hasilnya.
1. Air minum dalam kemasan = 76
2. Air dari tukang jerigen       = 92
3. Air keran dari dapur          = 219

Aku mulai curiga dengan air keran, semenjak beliau menjelaskan kenapa air keran di Singapura bisa langsung diminum tanpa dimasak. Padahal kan, air keran itu.... 

Beliau tahu aku, Opa, Oma, dan Ayah penasaran. Beliau mengeluarkan Ohmmeter. Ohmmeter itu terdiri dari dua kabel, masing-masing warna hitam dan merah yang dihubungkan dengan batangan logam. Dua kabel itu terhubung dengan lampu pijar. Dan ohmmeter ini menggunakan listrik supaya makin klop cahaya lampunya.

Dua kabel itu dimasukkan ke dalam tiga sampel air secara bersamaan. Yuk mari ini hasil cahaya lampunya.
1. Air minum dalam kemasan = redup
2. Air dari tukang jerigen       = redup
3. Air keran dari dapur         = terang

Dan kecurigaanku yang lain adalah. INI BUKAN SULAP!!!! THIS IS REALLY SCIENTIST EXPERIMENT! It makes me freak and wanna more. Bikin penasaran. Dan itulah yang membuatku sedikit lupa apa yang pernah kupelajari. Elektrolit. Kimia loh kimia~

Beliau menjelaskan, mengapa lampu pijar itu terang. Hal itu disebabkan karena tiga sampel air mengandung zat logam, besi (Fe), mangan (Mn), dll. Aku kaget. JADI SELAMA INI GUE MINUM AIR KAYAK BEGITUAN? Pantesan beberapa bulan yang lalu, aku sakit diare lama banget sembuhnya. Pantes. Oh ya, besi dan mangan adalah logam, pastinya bisa menghantarkan listrik dan membuat lampu jadi terang. Kenapa air yang aku konsumsi selama ini nggak dijadikan sumber energi alternatif aja? Kan.. keren.

Solusinya adalah, menggunakan mesin filter yang beliau bawa. Mesin filter ini memilah dan menyaring air dari zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Sedangkan limbah air dari proses mesin ini dipisah lagi dan dikeluarkan dari pipa tersendiri. Air limbah proses filter ini kayak air biasa, hanya agak keruh. Air ini mengandung logam, mangan, dan besi. Kalau dites pakai ohmmeter dan pH meter, cahaya lampu akan terang. Kalau air hasil filter, lebih jernih dan kandungan logam hilang. Bisa dikonsumsi tanpa pemasakan. Keren kan? Bukan sulap loh.


Beliau juga mengeluarkan alat hidrolisis, yakni alat untuk penguraian zat. Alat ini juga menggunakan listrik dan mempunyai empat batang logam siap dicelup ke dalam air. Dari alat hidrolisis ini, bisa ketahuan kalau tiga air sampel, air filter, dan air hasil limbah filter sebenarnya mengandung zat apa. Yuk mari fotonya :D

Air limbah hasil filter membentuk endapan warna merah bata. Kemungkinan kandungannya adalah besi (Fe), mangan (Mn), lumut, kuman, dll.







Kalo air keran ini loh! Benar-benar kelihatan mengandung lumut hijau dan mengendap. Awalnya air ini berwarna hijau.

(Bawah) Air dalam baskom itu ya air dari tukang jerigen yang sering lewat depan rumah. Membentuk endapan warna oranye. Walaupun katanya air ini dari gunung, tapi kalau soal kebersihan dan bebas dari zat logam berbahaya belum tentu menjamin.

(Atas) Kalo air kemasan itu.. ehmm... Ya meskipun di iklan meyakinkan, tetapi pas dicek dengan pH meter, mesin filter, dan alat hidrolisis, tetap saja mengandung zat yang berbahaya. Tentu ini sangat mengagetkan kita-kita yang setia mengonsumsi ini.

Sedangkan gambar samping kanan ini adalah hasil filter. Air ini murni dan bersih. Bisa dikonsumsi langsung tanpa dimasak. Memiliki ppm 11 dan kandungan zat berbahaya berkurang. Airnya agak kekuningan setelah dimasukkan alat hidrolisis, warna kuning itu menunjukkan zat mineral yang diperlukan bagi tubuh.



Here are all. Jadi kelihatan warna-warni air. Ya gitu juga warna-warni dalam hidup dan hati *etdah.

Itulah hasil eksperimen beliau. Aku hanya mempublikasikan kebenaran dan sedikit informasi yang munkgin berguna buat kita semua. Moga-moga lebih hati-hati beli air minum dalam kemasan, keran, dan lain-lain. Biar jaga-jaga juga nggak mencret hehe :D

Selasa, Juni 26

Introduction: Cerita gue

Suara detak jam. Berisik. Terus berdetak. Hingga jam 12 malam nanti.

Baiklah, mari kita membahas sesuatu. 

Aku ingat ketika malam ini, aku masih berkutat dengan tugas yang menumpuk, itu waktu kelas 2 SMP. Masih kelas 2 SMP, sudah bergadang. Lalu bangun jam 4 pagi untuk belajar kemudian berangkat ke sekolah jam setengah 7 di komplek pendidikan Soposurung Balige Sumatera Utara. Lalu pulang jam 4 sore karena ada ekskul karate.

See? Tampaknya monoton. Tapi aku menyimpan dan mencatatnya karena ada hal yang berwarna.

Bohong juga sih kalo masa sekolah nggak membahas cinta. Tapi apa iya ngebahas cinta terus lalu lupa sekolah? Nilai anjlok? Galau nggak karuan? Atau.. merasa dijauhi Allah? Kalimat terakhir yang paling kompleks! Merasa dijauhi Tuhan karena GALAU! Yuk mari!

Lalu apa hubungannya dengan malam ini? Ya karena malam ini suasananya pas untuk berpuisi. Bercerita tentang cinta yang membuat Allah cemburu, sehingga Allah ngasih kegalauan dan keresahan biar sadar. Aku mendapatkan pencerahan setelah membaca twit-nya Felix Siauw, Inspirator Muslim. Silakan cek twitternya di @felixsiauw . 

Dan aku ingin berpuisi. Atau sekedar cerita. Yak di postingan selanjutnya ya :D *sambil menahan lapar*

Kamis, Juni 21

PENSI OASIS V 16 Juni 2012 (1)

OASIS V Proudly presents:

- Thirteen
- Souljah
- Abdul and The Coffee Theory
and the last is... Glenn Fredly!

Here's the pictures. Enjoy ^^

Pukul tiga sore kira-kira. Matahari masih agak terik dan kami berfoto saat Souljah masih manggung. Dari kiri ke kanan: Efma, Putri, admin blog ini, Ayu dan Mbah (ehehe).

Arni, Isna dan Putri

Putri dan Efma

Abdul and The Coffee Theory with song: Yang Penting Happy.

Ini dia vokalisnya Abdul and The Coffee Theory.

Dan yah! Ini Glenn Fredly beneran loh, bukan bohongan. Dia muncul lagi di Pensi OASIS V SMAN 1 Bekasi 16 Juni lalu. Dia sempat menyanyikan lagu Kasih Putih (?) *aku lupa maaf hehe* dan bercerita kalau MTQ di Maluku damai. Hubungannya apa ya? Hmm, mungkin waktu pembukaan MTQ di Maluku, Glenn Fredly tampil juga *sotoy on *gak percaya browsing ke mbah Google. Dan masyarakat di Maluku sana juga adem ayem waktu pelaksanaan MTQ. Keren kan? :P

Glenn Fredly and his band.

Ekspresi Glenn Fredly saat menyanyi.

Panggung dan suasana sore agak menggalau karena nyanyian Glenn Fredly. 

Hanya karena nyanyian Glenn Fredly, seketika aku sedikit galau karena suasana sore yang bagus dan adem ayem. Aku mengingat masa-masa ketika teman-temanku menggila semua, loncat-loncat, telapak kaki mulai gerah karena terus berdiri tanpa lelah, dan meracau tak karuan sambil merapal lagu-lagu yang mungkin mereka ingat. Itulah mereka. Sementara aku, menahan haus dan lapar karena nggak puas memotret banyak foto (-__-"). 

Tapi waktu itu, Pensi (Pentas Seni)-nya keren banget kok. Buktinya rame dan jajanan sangatlah enak. Cuma kurang murah ehehe :P 

Pengennya, tahun depan kan kelas 3 tuh, aku berharap bisa nonton Pensi yang kedua kalinya dengan mereka. Dan gila-gilaan lagi. Semoga :D

Oh ya! Videonya.... Insya Allah akan aku posting di postingan kedua. Karena butuh kerja keras untuk menyiasati video supaya ukurannya kecil dan waktu loading pol cepat. 

Keep crazy yeaa!!

Rabu, Juni 20

Backpacking itu seru banget loh!!

Liburan?

Yak! Satu kata berimbuhan itu yang membuatku bahagia seumur hidup! Selama aku bersekolah.

Menurutku, liburan itu adalah pelampiasan untuk bersenang-senang ketika waktu nggak liburan (maksudnya waktu masa sibuk-sibuknya belajar). Pelampiasannya sih bisa apa aja, misalnya main PS seharian pake istirahat, internetan sampai gila ngedumel dan teriak sendiri saking lemotnya, atau malah tidur, layaknya sleeping beauty? Oh boleh saja.

Bahkan aku dan teman-temanku sendiri rajin (mengotori baju) sekolah untuk mendengar kabar remedial dari guru (yang PHP) yang baik hati memberi nilai *ups.. Kadang disekolah kami gila-gilaan sendiri, mendengar curhatan seolah-olah mewarnai ideku buat nulis. Hm.. Dan tadi siang, aku malah straight untuk mendownload film seharian, tapi gagal --___-- .  Untungnya sih koneksi WiFi sangat dewa dan bahagia, sehingga nggak salah lah kalo gagal juga. Itu belum terima rapot loh. Kalo udah, kemungkinan besar aku takkan kembali ke sekolah, walaupun hanya mendownload film karena gerbang sekolah ditutup sampai 16 Juli, mungkin. 


Tapi liburan sebenarnya menurut majalah Ouch! adalah... BACKPACKING


Aku tertarik sama backpacking. Selain hemat dan spontanitasnya besar, tetapi juga kita bakal diajarkan kemandirian dan keindahan alam yang dapat dinikmati sendiri. Gak ada yang ngatur-ngatur, gak ada yang ngusik. Dan kalo nyasar pun bisa dibantu orang lain, Insya Allah. Selain itu, ada daya tarik tersendiri dari backpackers, yakni berpetualang ke gunung atau pegunungan, desa, hutan, sambil menenteng ransel berat minimal 2 kg dan kamera DSLR atau SLR bermerek. Itu menurutku, mereka manusia yang sukarela berlibur dengan meninggalkan kenikmatan! Mereka naik kereta api ekonomi, jalan kaki, kadang naik kerbau kalau gila di sawah *sotoy atau malah.. merenung sambil menatap awan ketika dalam bis reot penuh kenangan :D. Tertarik kan? Aku aja tertarik dan pengen banget....

Setelah backpacking, timbullah menulis. Ada hal yang memiliki hubungan erat antara dua kegiatan ini. Yakni pengalaman. Dari pengalaman yang membuat pikiran kita segar dan membuncah kuat, pasti ada rasa untuk menulis. Ya, setelah liburan seru dan unik pasti nulis deh. Minimal di blog atau diary. Itu aku banget :* . Dan aku menunggu hari-hari liburan sangat menegangkan! Ingin sekali ayah mengajakku ke Bromo dan Tangkuban Parahu lagi. Kayaknya seru banget.

Dari backpacking itu, yang dipromosikan majalah Ouch dimana mas-mas kurir majalah memotret aku dan temenku, berhasil membuatku terpana dan pengen banget nelan pengalaman backpacking. Apalagi tempat wisatanya sangatlah seru seperti Bali, Jalan Jaksa, India, Polandia, bahkan dimana saja! Untuk lebih lengkapnya, lihat aja di www.indobackpacker.com atau http://www.backpackersindonesia.com/ dijamin bakalan pengen banget banget backpacking!

Ayo liburan yang keren!!! :3

Lelah

Ketika waktu terasa begitu cepat,
dan aku tenggelam diantara rusuhan cerita.
kini aku merasa lelah;
fokus pada beberapa pekerjaan;
membuat otakku terbagi tiga.
ruh ku satu tapi jiwaku dibelah cermin menjadi dua


Ketika aku terbang dalam waktu per detik
aku melupakan kejadian beberapa menit yang lalu,
semacam bentuk kelupaan sementara,
membunuh memori jangka pendekku
kemudian amnesia untuk selamanya 

Batu

Dan kini,
aku hanyalah serpihan kecil yang akan menyatu
Setelah itu aku akan menjadi suatu bagian satu,
tak pernah rapuh,
walaupun diterpa angin kebersamaan yang semu.

Selasa, Juni 12

Sepi

Tulisan terambigu adalah malam ini. Disaat aku mulai ngantuk dan lapar dan memaksa pikiran untuk menulis apa yang bisa ditulis malam ini. 

Yak, kalo namanya sepi, itu adalah suasana yang mengundang dua makna. Yakni tidur dan emang mau menyendiri. Apalagi ini mau menjelang tengah malam, banyak nyamuk yang setia banget menemani penghuninya. 

Aku ingin bercerita tentang sepi. 

Sepi itu, disaat keramaian tak membutuhkanmu. Membuangmu ketempat sampah masa lalu, yang takkan pernah diingat orang karena pilu. Sehingga sepi itu hanya menjadi debu. Menghisap pikiranku, untuk menjauh dari keramaian yang gaduh. 

Sepi itu, disaat aku butuh pemahaman dari orang lain, tapi tak direspon. Ia menyendiri dalam sepi. Baik itu tengah malam seperti ini atau mencari tempat khusus untuk menyendiri. Tiada manusia yang mengganggunya, kecuali dia dan Tuhannya. Saat itulah, ia terbawa ke alam imaji yang diciptakan otak kiri, kemudian dialirkan ke sini. 

Ke hati.

Sepi itu, seperti kata-kata anak labil. "Gue kesepian. Gue butuh orang yang mau nemenin gue." Atau, "duh gue dikacangin. Sepi dah." Tapi sepi tak sekedar itu...

Sepi bukan hanya situasi. Tapi hati. Ketika tiada Tuhan menemani.

Jumat, Juni 8

ESFJ (?)


ESFJ - "Seller". Most sociable of all types. Nurturer of harmony. Outstanding host or hostesses. 12.3% of total population.
Take Free Jung Personality Test
Personality Test by SimilarMinds.com

Apa itu ESFJ? Yuk cari tau dulu tentang INTJ, ENFP, dsb. Aku juga baru tahu istilah psikologi semacam ini.
-__-

Belahan Jiwa "dia" dan "Dia"

Ketika dia adalah belahan hati.

Maka (pastinya) dia bukan belahan durian, atau malah belahan mangga.

Sering teman-teman yang membuat tulisan "Kaulah Belahan Jiwaku". Kedengarannya sweet banget. Tapi ntah kenapa buat yang move on atau patah hati, atau segalanya, cukup sulit diterima, kadang gampang diterima saking tertariknya sama kata-kata itu.

Mungkin belahan jiwa itu, yang jauh disana. Dia yang jauh terasa dekat. Tapi yang dekat malah terasa dekat, bahkan terasa jauh. Entahlah, banyak penyair amatir menuliskan rasanya bagaimana ada didekat belahan jiwa, yakni orang yang kita sayangi. Berpuluh-puluh kata dan ratusan kalimat ditumpahhkan ke kertas, atau diketik di  Microsoft Word, yang keluar hanya kata-kata standar untuk menunjukkan rasa sayang kepada belahan jiwa. Kedengaran tidak sedih. Tapi miris. Kenapa hal itu dibuat sedemikian rupa sehingga anak-anak seumuranku menjadi galau hanya karena membaca sepatah dua patah kata-kata yang nyantol dipikirannya?

Cukuplah tahu kalau dia adalah belahan jiwa. Bukan belajar jiwa.

Biarlah dia adalah sekedar belahan jiwa. Tetapi DIA adalah belahan dan belajar jiwa. Yah (y)

Belahan jiwa itu mungkin, akan menjadi sempurna ketika aku menuliskan ke kertas, disanalah aku bercerita tentang dia dan Dia. Ada dua "dia", dia itu manusia dan Dia itu Allah.

Bagaimana rasanya belahan jiwa diduakan, maka Dia akan cemburu. Beda dengan dia, dia hanya manusia, bisa mencari yang lain. Bisa nyari kesibukan. Bahkan nggak cari perhatian amat. Sedangkan Dia? Sekali kita tinggalkan, mungkin kita bablas dengan keluhan, musibah broken heart, move on yang gak jadi, dan seabrek masalah hati yang cukup tahu dan ditulis dalam memori jangka panjang saja. Berbagai kesusahan datang sukarela, untuk memberi pelajaran kalau "nih ya, jadi orang ga usah mentingin galau. kerjain tuh yang bikin kamu bersemangat!" 

Jadi ngiri sama orang yang tidak galau sama belahan jiwa "dia".

Mereka yang tidur beratapkan langit, dentuman bom. Berharap penguasa membebaskan sikap PHP yang bisa mengaburkan nuraniku, dan nuranimu juga.

Itulah mereka :D

*keingat sama Palestina dan Masjidil Aqsha yang masih digali pake buldoser buat mencari bukti Kuil Solomon dan membuat semacam keanehan dibawah masjid suci itu*

Kebaikan Itu Universal :)


Setiap orang seharusnya bisa berbuat baik kepada siapa saja, apalagi kepada kerabatnya. Kebaikan orang lain sedapat mungkin kita balas dengan kebaikan juga. Apalagi bila dibalas dengan kebaikan yang lebih baik lagi, ini merupakan salah satu tanda syukur kita kepada Allah SWT 

(Hikmah) - dapat dari kertas kalender harian.