Jumat, Mei 18

Ensure in waiting

Memang menunggu adalah hal yang sulit.
Butuhkah? Butuh. Menunggu ada dalam kehidupan. Kehidupanku, kehidupanmu, dan mungkin kehidupan mereka yang mungkin lebih menderita dari kita.

:)
Sedikit senyum adalah bumbu.
raut sedih adalah merica pembuat bibir perih, dan itulah semuanya.
mengapa? Karena kita menunggu. Sambil beraktivitas dan menyibukkan diri. Agar waktu tak terasa lama.
bahkan cepat melesat...
seperti kecepatan menempuh hari esok, entah berapa kilometer pengalaman tiap jamnya,
entah berapa kecepatan rangsang akan menyaksikan hari esok,
dan begitu pula menunggu kejelasan,
kepastian,
atas semua (cinta) ini.

Saat aku menunggu selesainya jenuh masa sekolah; terasa datar tanpa pengalaman menghadapi kompetisi kompleks
persaingan licik tak pernah kita sadari, walaupun dasar (cinta universal) telah kita dapat.
Menunggu? Tentu
kesabaran dan syukur entah mengapa mempunyai rasa manis dan asam

Oh ya! Tidak ada gombal dalam menunggu, semua butuh proses, kompleks membalikkan arah ketidakpastian menjadi kepastian (tak kekal). Tak semua eksakta, kan? Tentu kamu dan aku akan selalu menunggu sebelum Tuhan mengubah skrip-Nya.

Dan banyak berjuang! Salah satu hidangan terenak tapi sederhana yang paling ampuh dalam menunggu. Kita cinta mereka, kan? Kita cinta Tuhan kan? Selamat menunggu dan berjuang (dalam ketidakjelasan dunia) :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.