Jumat, Mei 25

The Changes

Perubahan.

Setiap orang berhak berubah. Yang awalnya peduli menjadi tidak, bahkan sebaliknya. Itulah perubahan. Nggak cuma itu, perubahan sering dialami oleh orang sekitar kita. Mungkin kamu, dia, mereka, ataupun kalian yang tak bisa aku lihat dari layar datar monitor ini.

Perlukah? Perlu!

Tapi ada kok, orang yang tidak berubah, walaupun berubah sedikit sih. Tapi orang itu hanya akan menjadi kenangan dari bagian masa lalu dan masa sekarang. Belum tentu aku, atau kamu , atau kita juga.

Kita boleh berubah untuk kali ini, pada masa transisi yang membingungkan. Ketika dunia masa kecil berubah menjadi dunia sedikit dewasa, bahkan mendekati kebalikan kekanak-kanakan. Sedikit egois dan bijaksana menghadapi masalah yang makin kompleks.

Aku tahu, hidup itu buat dijalani, disabarkan, dihadapi, dan sama seperti menghadapi orang yang berubah. Mungkin sedikit rendah hati dan sabar aja kali ya, semoga selalu ceria dan tenang menghadapi masalah. Terkadang perubahan itu menyakitkan. Tapi terkadang juga perubahan menjadi membawa sesuatu yang lebih baik. Mau pilih perubahan mana yang ada dalam sejarah hidupmu? Baik atau lebih baik? You just answer in your heart :) Allah swt. selalu disamping kita, seburuk apapun :)

Enjoy! Ganbatte! ^___^

*with music of Paramore - Franklin. has the meaning of changes*

Jumat, Mei 18

Ensure in waiting

Memang menunggu adalah hal yang sulit.
Butuhkah? Butuh. Menunggu ada dalam kehidupan. Kehidupanku, kehidupanmu, dan mungkin kehidupan mereka yang mungkin lebih menderita dari kita.

:)
Sedikit senyum adalah bumbu.
raut sedih adalah merica pembuat bibir perih, dan itulah semuanya.
mengapa? Karena kita menunggu. Sambil beraktivitas dan menyibukkan diri. Agar waktu tak terasa lama.
bahkan cepat melesat...
seperti kecepatan menempuh hari esok, entah berapa kilometer pengalaman tiap jamnya,
entah berapa kecepatan rangsang akan menyaksikan hari esok,
dan begitu pula menunggu kejelasan,
kepastian,
atas semua (cinta) ini.

Saat aku menunggu selesainya jenuh masa sekolah; terasa datar tanpa pengalaman menghadapi kompetisi kompleks
persaingan licik tak pernah kita sadari, walaupun dasar (cinta universal) telah kita dapat.
Menunggu? Tentu
kesabaran dan syukur entah mengapa mempunyai rasa manis dan asam

Oh ya! Tidak ada gombal dalam menunggu, semua butuh proses, kompleks membalikkan arah ketidakpastian menjadi kepastian (tak kekal). Tak semua eksakta, kan? Tentu kamu dan aku akan selalu menunggu sebelum Tuhan mengubah skrip-Nya.

Dan banyak berjuang! Salah satu hidangan terenak tapi sederhana yang paling ampuh dalam menunggu. Kita cinta mereka, kan? Kita cinta Tuhan kan? Selamat menunggu dan berjuang (dalam ketidakjelasan dunia) :)

Peminta Sumbangan Masjid

Meringkuh dibalik hujan, lalu memeluk foto yang berisi pecahan kenangan. Tetapi diluar sana, tidak jadi hujan. Oh.

Aku ingin mengungkapkan isi nurani yang tak pernah dibuang ke kotak cerita maya ini. Yang ku pikirkan hanya memendamnya, lalu melupakannya. Atau dianggap tak penting. Mau tahu? Yang membuatku miris adalah, para peminta sumbangan untuk mendirikan masjid. Mereka memintanya kala siang yang mencekik dan mobil yang tak hentinya menyusuri jalan hampa.

Ya, mereka. Kadang aku berpikir sama seperti mereka.

"Kalo mau ngasih sumbangan, ya langsung ke orangnya, ke ketuanya. Biar dijamin."

Wah, begitukah? Supaya apa? Diingat? Bukannya sedekah itu untuk dilupakan selama kita menyedekahkan sedikit penghasilan atau rezeki? Entahlah...

Dan seorang ibu berkoar-koar dari mic. Ia berlindung di pos penjagaan. Suaranya! Mengiris hati yang bersembunyi dalam baja hitam; mobil. Sementara ibu-ibu atau bahkan bapak-bapak dan kadang anak muda ikut membantu, mengumpulkan uang sedikit demi sedikit dengan gayung tak terpakai. Seikhlasnya.

"Makasih pak!" katanya sambil mengangkat lima jari.

Aku melihat dia dengan senyum ikhlas, tak pernah mengeluh walaupun debu menempel dipipinya. Bapak itu, ibu, dan pemuda yang sukarela berpanas-panasan. Yang didapat tak hanya dari satu mobil, tapi mungkin ribuan mobil (bahkan tak terhitung) yang rela memberi uangnya.

Ada sedikit bahagia diantara keresahan. Mengapa masih ada orang yang kadang tak peduli betapa susahnya peminta sumbangan itu sementara mereka asyik berpesta hingga malam. Masihkah ada yang peduli? :)

Shawl Fashion

Ngerasa bosen dengan gaya kerudung yang gitu-gitu aja? Aku dapat tips fashion dari Go Girl Magz . Gaya kerudung yang ada di postingan web itu memakai kerudung dengan shawl. 



That's it.. 

Contributor: Bayu Viva

Sekarang ini memakai jilbab bisa menggunakan apa aja, dan salah satu yang lagi happening adalah menggunakan shawl. Dan cara makenya pun gampang banget! Nah, dibawah ini adalah cara paling mudah dan cepat, namun tetap terlihat stylish. Kita coba yuk!
 

pengen tau lebih lanjut? langsung chao ke sini --> http://gogirlmagz.com/entry/29906/how-to-style-the-basic-shawl

Sabtu, Mei 5

HAMKA 4 8 April 2012

 
Tentang sore.

Aku menyukainya. Aku mencintainya karena inilah sore yang tidak begitu sempurna. Sore ini hanyalah serpihan dan kepingan cerita terakhir akhir pekan dan berujung pada lelah diri untuk bertemu dengan sosok yang tenar di dunia maya. Objek nyata di mata tapi hanya terhubung oleh ratusan ribu kabel antar jaringan dan monitor. 

Aku sangat antusias kepada temanku yang mau berinovasi dalam berjualan. Jualan es krim, makanan, dan buku pada waktu bazar pelatihan menulis sebulan yang lalu. Dia masih junior, kelas satu. Tetapi ia punya semangat tinggi yang terselip diantara rasa pesimis dan lelah. Itulah dia. Karena itu ia ingin menarik banyak keuntungan, walaupun bertahap. Tetapi hanya sedikit yang terjual. 

Aku juga nggak tau, buku-buku yang dipajang di atas meja sekolah sedikit sekali mata yang melirik dan membelinya. Itu karena judulnya tak menarik, sayang sekali. Dan juga tak cocok dengan anak muda yang pikirannya penuh hura-hura dan instan. Jadi, aku dan temanku hanya menunggu beberapa orang untuk membeli puluhan buku yang lama-kelamaan berdebu.

Bahkan aku bisa berani memborong 5 buku, ya walaupun aku juga menjaga stand buku. Tak apa, asalkan ada uang lebih. Itu untuk menutupi kesan tidak laku yang akan menggores di telinga kami, aku dan temanku.

Yah, begitulah berjualan buku yang resikonya tinggi. Apalagi kalau bukunya salah genre dan judulnya nggak menarik, payah. 

Tapi pelatihan menulis HAMKA4 8 April lalu sukses kok! Kak Arief Muhammad alias @Poconggg sukses dengna beberapa nasehat galau dan pending skripsi hukumnya. Dan beberapa MC jago berhasil ngerjain Arief Muhammad dengan pertanyaan yang stuck. Pokoknya keren deh! 

Kak Arief Muhammad (yang tengah, baju kotak-kotak putih)

Terima kasih juga buat kru HAMKA4 yang keren dan selalu semangat! Terima kasih juga buat teman-teman yang mau ngunjungin HAMKA4. Dan terima kasih juga buat evaluasi HAMKA4 yang sempat bertangis ria di kelas Civic 2, sampai-sampai mati lampu segala. 
 
 Ketua HAMKA4, Ajeng yang juga teman sekelasku. Samping kirinya Riri, dan yang kanan itu Nita. 
(maap yah Ajeng, Riri, dan Nita, kemaren hapenya ga sengaja motret wkwk)

Jejeran stand waktu HAMKA4 8 April 2012

Gina yang nemenin jaga stand buku. 

Mungkin tahun depan, akan ada HAMKA 5 yang mungkin juga, lebih sukses daripada HAMKA 4. Semangat! :D