Senin, April 16

Khayalan Senin

Selamat siang Senin, aku mencintaimu. Berdo'a usai lelah menghadapi ribuan bisu angka dan huruf dalam kertas tak berdosa. Aku terpekur menghadapi celoteh mereka.

Tadi pagi, tangan kananku siap siaga memegang pensil grafit, tangan kiriku selalu memegang penghapus. Dan, lembar jawaban yang harus mulus tanpa tetesan keringat ketakutan. Untuk apa? Padahal tiga tahun yang lalu aku sudah merasakannya, dan mengapa lebih menyenangkan?

Otakku panas. Aku menggaruk-garuk rambut yang sebentar lagi akan berantakan. Aku tak ganteng lagi. Ah, apa peduli. Pengawas yang ada didepan pojok menertawaiku dalam hati. Dan mencemooh, aku takkan bisa melayani celotehan lembaran kertas berisi ratusan kalimat. Kulawan dia dengan hatiku,

"Bodoh! Aku pasti bisa mengerjakan ini semua! Sampai hari yang dinanti!"

Dan pengawas itu mendongakkan kepala. Berdehem dan mengumumumkan tinggal 5 menit lagi.

Aku jatuh terjerembab, masuk ke liang penggaris.

Aku menguap, mengaum dalam pikiran. Mataku blur, hanya melihat 45 soal yang tak terisi. Sungguh, pengawas yang cerdas.

2 komentar:

  1. kenapa bisa sampe 45 soal belum dijawab sih nad ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kayaknya dia pusing banget deh, makanya dia cuma ngisi 5 soal diantara 50 soal.

      Hapus

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.