Minggu, Januari 22

Liburan Tahun Baru 2


Wah, kayaknya liburan tahun baru sudah habis deh. Haha =D. Nggak apa-apa deh! Yang penting hari-hari kita nggak terus liburan yah :D dan selalu semangat untuk menghadapi gempuran PR, tugas, guru, teman-teman, de el el.

Ini dia....

Waktu itu aku belum sampai di Rangkasbitung. Masih di Pandeglang, daerah Desa Petir. Disanalah aku mengambil banyak foto yang bagus. Dan juga menghirup udara sejuk sore hari sembari melihat warga kampung yang bermain bola di lapangan.


Ngambilnya dari jarak jauh, makanya nggak terlalu keliatan orangnya, hehe.

Keesokan siang, aku, adikku, dan Opa (kakek) berencana pergi ke Masjid Agung Banten di daerah Banten Lama. Di Banten Lama, aku berkunjung ke sebuah masjid yang kata bapak-bapak penjual makanan, menara masjid itu akan miring pada waktu tertentu. Seperti menara Pisa di Italia, begitu pikirku. Tapi aku kurang percaya. Karena dibuku-buku juga nggak tertulis.

Tapi, aku berusaha mengambil banyak foto menara masjid Banten, karena punya nilai perspektif gambar dan gagah kalo difoto di siang hari. Apalagi kondisi langit pada siang itu sangat cerah dan udara tidak terlalu kering.


Ini sih, menara yang kumaksud. Ada lagi kok, tapi ini fotonya diambil dekat pintu gerbang. Jadi bangunan pertama terlihat di pintu gerbang akan ada di bawah ini...

*tuh kan, jadi keliatan pagarnya*

Ini bagian dalam masjid yang ku foto dengan zoom. Orang ramai pada saat itu, karena udah waktunya sholat Dzuhur.

Pertama kali melihat, ini hanyalah kolam ikan yang isinya ikan-ikan *yaiyalah. Ikan apa aja yang penting ikan. Dan mungkin wisatawan yang juga sholat disana bisa istirahat atau mungkin memancing ikan. Namun, setelah saya lihat dari dekat (tanpa di foto lagi pastinya), kolam itu adalah kolam wudhu! Masya Allah.. kukira apaan...

Cara ini lumayan kreatif ya. Apalagi pada zaman dahulu, pada saat masa peperangan di Banten Lama, tidak ada keran wudhu yang keren seperti sekarang. Yang ada hanyalah kolam yang bisa menghemat air. Walaupun air itu akan bercampur dengan air hujan. Tapi aku nggak melihat seorangpun berwudhu di kolam itu. Mungkin airnya kurang bersih.

Panasnya matahari, nggak menyurutkan niat penjual untuk menjual barang dagangannya. Walaupun pengunjung cuek-cuek nggak tau kalo ada yang jualan.

Great sister! Great "menara"! Great day and sun! Then.. Great sellers there!

Ini dia, tampak utuh Masjid Agung Banten di Banten Lama. Aku memotret dari luar pagar komplek masjid. Settingan kamera waktu itu.. *brb lupa*. Kalo nggak salah aku men-setting "Sunset". Settingan kamera ini berbeda dengan kamera lain, jadi tergantung jenis dan merek kameranya yaa :D

Masjid tampak dari belakang. Ini pintu belakangnya mungkin. Kalo seandainya aku katakan ini tampak dari depan, seharusnya bukan menara yang keliatan, tapi bangunan masjidnya. Mungkin sih... Setting-an kameranya juga sama, "Sunset".

Yuukk.. Kita kembali ke dalam.

Aku mengambil foto lorong menuju kuburan ziarah di dalam komplek masjid. Tidak ada istimewanya sih. Tapi aku tertarik sama suasananya aja. Kalo seandainya diedit, mungkin hasilnya akan foto emo.

Koridor atau lorong ya? Ah, aku rasa bisa dua-duanya deh. Ya udah lorong aja, biar lebih mudah.Lorong ini adalah jalan bagi peziarah untuk ziarah kuburan wali di Banten. Tapi liburan waktu itu, gerbang nun jauh disana tidak dibuka untuk umum. Jadi peziarah dan pengunjung biasa masuk ke gerbang yang kufoto tadi.

Ini juga... Menuju kuburan ziarah.

Sampai disini ke Masjid Agung Banten nya... Dan lokasi selanjutnya adalah museum. Disini saya akan menampilkan foto benda-benda bersejarah dan artefak yang ada di Museum Banten Lama.

Yuukk... ^_^


Banten punya museum yang menyimpan sejarah besar. Sejarah besar Banten itu termasuk dalam sejarah Indonesia. Ada di buku-buku pelajaran Sejarah sekolah lagi. Ditata rapi, kertasnya bagus. Ditulis secara menarik dan penasaran. Tapi.. kenapa museumnya seperti ini???

Walaupun sekedar meriam mati tanpa peluru besi, tapi meriam ini juga menjadi saksi sejarah pada zaman dahulu kala. Untungnya benda ini masih utuh dan bagus, jadi terlihat keren walaupun benda kuno.

Salah satu artefak di dalam museum. Ada tulisan sepertinya.

Ini dia tulisannya. Pake bahasa Inggris?? Oh tidak... Sungguh rajin pengelola museum ini. Baiklah, kita coba :D.

"Banten Lama sudah dihuni sejak lamanya berdiri kerajaan Islam. Hal ini ditunjukkan oleh penemuan arkeologi yang tertanggal dari waktu pra sejarah sampai masuknya kebudayaan Hindu. Pada tahun 1525 Masehi, pusat kekuatan Hindu yang terletak di Wahanten Girang, ditaklukan Maulana Hasanuddin dan setelah itu kebudaaan Islam berkembang pada saat itu."


Bagian depan museum. Seolah-olah kita masuk ke sejarah yang sebenarnya.

Ini peta dunia versi penjelajah Eropa. Ini replika, bukan asli :D.

Ini salah satu nisan yang berbahasa asing. Kurasa berbahasa Belanda, atau nggak Inggris.

Ini dia tulisan yang kumaksud.

"Here Iyeth the Body of Cap Roger Bennitt Commander of the Bombay Marchant deceafed y 3 t of January 1677"

Nisan yang sangar.... Ada gambar tengkorak plus tulang yang disilangkan.

BTW, aku juga nggak tau apa ini hanzi mandarin yang masih berlaku sampai sekarang atau tidak. Aku rasa tidak, buktinya kamu dan aku nggak bisa membacanya *jiaahh.



Mesin cetak ini juga merupakan benda terpenting. Ya, tau sendiri lah, benda ini udah mencetak ribuan bahkan jutaan rim kertas yang akan dijadikan koran pada zaman sebelum kemerdekaan dan setelah kemerdekaan.

Ups!!!

Ah, ini orang pacaran cupu banget. Kenapa pilih lokasi museum? Bukannya pantai atau ditengah laut *loh*. Apalagi.. mereka tampak alim kalau dari foto ini. Baiklah, kita berpikir positif saja. Mungkin mereka pasangan muda yang baru menikah. Karena terlihat muda, jadi mereka pacaran, padahal sudah menikah. Ya, semoga prasangka baik ini nggak menjadi gosip dan dosa :))

Tapi kalo dilihat.. mereka pacarannya lucu dan lucu banget *udah ga usah dibahas*.

Sempat ketauan juga ketika aku mengambil foto dari jarak jauh. Apalagi satu kali gerak-gerikku kebaca mereka. Gerak-gerik pertama belum terbaca, karena foto dari jarak jauh mode zoom. Namun kedua kalinya ini. Setelah mengambil foto, aku dan adikku cekikan agak keras, sehingga mereka yang jauh disana merasa mereka difoto lalu panik. Deuh, jadi mengganggu keasyikan mereka. Tapi yaaa, daripada keterusan, mending diganggu aja *kurang kerjaan banget ---_____---*.

Yah.. mereka berjauhan deh. Gara-gara ketauan ketangkap kamera. HAHA :D

Tapi.. itu kan benda purbakala. Seharusnya.. mereka nggak boleh mendekati daerah itu, bahkan diduduki. Takut roh rajanya masuk ke badan mereka. Hmm, perhatian barang museum dari pemerintah kurang yaa. Tapi kalo kursi di DPR *seperti yang di berita, ampuun selangit banget harganya.


Benteng Surosowan dari kejauhan...

Dan.. suasana museum malah berubah menjadi ini! Liat atas!

Kami sengaja ke pantai karena untuk menuju Rangkasbitung, perlu jalur yang agak jauh dan lebih dekat melewati pantai. Jadinya, sekalian kan... ke Pantai Anyer!! ^___^

Setelah bosan melihat benda-benda bersejarah di museum, pada akhirnya kami langsung ke pantai. Udah lama juga sih, nggak pernah ke pantai sejak terakhir di Sumenep. *berasa nggak pernah ke pantai deh*.

Itulah liburan hari kedua-ku di Banten. Liburan yang menyenangkan dan menyegarkan pikiran deh! esok harinya, aku akan menghadapi perjalanan liburan yang lebih menantang, dan gak akan keulang lagi, mungkin.

Kritik dan saran membantu banget yaaa ^___^ . Selamat berkomentar :))

2 komentar:

  1. Wah, liburan mengasikkan....mantap....tapi jangan sampai lupa belajar ya.. :-)

    BalasHapus

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.