Senin, Desember 31

Etdah! 2 Jam Setengah Lagi!

Finally, I have finished to make this blog tidier :)

Akhirnya, pekerjaan yang saya kira, berat karena menyita waktu dan memfokuskan mata terus-menerus. Ternyata malah mudah apabila diselesaikan dengan santai dan senang.

Kalo nggak senang, ga mungkin blog ini bolak-balik diatur settingan template dan lain-lain -__-" Bersyukur juga, kesampaian deh ngeberesin blog ini. Yang awalnya acakadut, jadi rapi. Sampai bergetar jari dan tangan saya karena kelamaan ngetik dan main di depan laptop tersayang ini.

Tapi kapan lagi ya? Besok kan udah ganti tahun, ganti bulan pula. Tetap aja kok sibuk dengan tugas, sekolah, ulangan, bahkan ujian yang lebih berat, yakni UN, SNMPTN, SBMPTN, Ujian Praktek, Ujian Sekolah, bahkan ya.. Ujian Mandiri.

MUMPUNG FREE dan LIBURAN NIH! *aak bahagia itu sederhana ya*

Oh ya, di luar sana, orang-orang meniupkan terompet yang entah untuk apa mereka lakukan. Bahkan mereka nggak ngerti, ngapain sih niup terompet? Ntar, malaikat Israfil niupin terompet beneran baru deh, rasain. Takut sih, kenapa masih ada orang menyia-nyiakan waktu di luar sana. Berhura-hura, main terompet, petasan, kembang api, bakar-bakar, bentar lagi ngebom pake molotov dah! Kan aneh-aneh saja! Belum lagi konser dadakan yang disiarkan di tivi bahkan di lingkungan sekitarmu yang membuat jam segini nyaman tidur malah bangun lagi.

"Apaan sih tuh di luar. Kaga tau apa orang ngantuk banget!"

Bukannya memeriahkan. Tapi tetap membuat orang menggerutu, sama seperti tahun sebelumnya. Dan berpikir bahwa yang ngerayain boros. Sayang aja sih. Mending duit ditabung buat persiapan ujian dkk. Ujian Nasional Perguruan Tinggi Cuy!! Kan tidak mudah~ Dan hal-hal lain yang menyita perhatian lebih dari perayaan tahun baru itu serta yang berhubungan dengan pembiayaan gede.

Mungkin selama masih bernafas, masih duduk nyantai di rumah, atau lagi ngapain kek. Bersyukur dah, siapa tau Allah masih memberikan nyawa untuk menghabiskan masa-masa terakhir. Eh, bukan! Masa-masa awal 2013. Ya, semoga. Berdoa. Jangan make a wish ya! Berdoa aja deh, semoga tetap diberikan yang terbaik sama Allah SWT. Amiinnnn. 

Rumah Nostalgia

Selamat datang rumah nostalgia!

Aku terinspirasi dari lagu Kak Raisa berjudul "Terjebak Nostalgia". Aku punya sedikit cerita, yang mungkin bisa membayar rindu menulis dan ngeblog ini. Selamat membaca :))

***

Hari ini adalah hari pertamaku berpisah dengan sahabatku yang jauh. Ya, aku harus memulai segala yang baru. Dengan hal-hal baru serta suasana hati yang baru. Pikiranku masih mengolah kejadian yang kualami kemarin. Aku masih belum bisa melupakan hari kemarin. Menyakitkan!

Aku membaca sms darinya kemarin. Bulir air mataku mengumpul, dan hidungku berair. Ah! Kenapa jadi cengeng begini? Biasanya kan santai dan menikmati setiap perpisahan yang sering kualami. Tapi kali ini tidak.

"Kak, kenapa kau?" tanya Rere yang sudah berada disampingku. Ia memukul bahuku.

"Gak dek, biasalah. Masih keinget kemaren. Ngapain kau? Cepat kali kesini, kayak hantu," candaku.

"Halah kak! Udah, cowok begitu lupain aja! Masih banyak kok yang lain," ceplos Rere. Tak kusangka kata-katanya menusuk hati, nyes banget.

"Kau dek, ngawur aja. Udah sono, ngapain gitu," usirku. Cepat-cepat aku mengelap air mata dan mencuci muka.

Kulihat sms kemarin. Kata-katanya tidak menyenangkan hati, maksudku, menyesakkan sekali! Ia menyuruhku menjauh dari kehidupannya. Padahal, tidak ada yang memaksakan mendekat dan menjauh. Semuanya alami. Aku juga tak mengerti perubahan tahun, perubahan bulan, bahkan perubahan masa-masa gengsi juga ikut mempengaruhi sikapnya padaku.

"Lo gak usah sok deh. Gue pukul lo suatu hari," geramku sambil memukul cermin. Cukup! Aku harus memendam semuanya. Tidak ada orang yang menanyaiku tentang hubunganku dengannya! Aku berdiri dan meninggalkan kamar. Sunyi, hanya gorden bergoyang karena angin dari jendela. Kamar hijau yang membuatku mengantuk. Aku membuka pintu dan angin dari luar menghempas wajahku.

"Kamu!" teriaknya di depanku.

Aku kaget dan lantai yang kuinjak berubah. Bukan lantai granit, tapi paving block yang ditutupi rerumputan. Dimana aku? Kenapa begitu cepat keluar kamar dan sampai di taman gelap seperti ini? Tidak ada bunga bermekaran, sulur anggur yang layu dan anggur busuk. Serta kucng hitam yang tersenyum tulus padaku. Matahari bersembunyi dibalik awan dan berkabut. Kulihat seorang laki-laki yang berteriak "kamu" itu.

"Kenapa mirip dia... Gue sebenernya dimana?" bisikku. Semakin aneh saja! Tiba-tiba ada perempuan bersayap sambil membawa tongkat tersenyum ramah padaku.

"Hai, pasti kamu bingung. Aku akan membantumu menuju rumah itu," kata perempuan itu. "Namaku Peri. Jangan sebut aku dengan nama itu dengan nada membentak. Aku akan berubah," sambungnya.

Aku menurut. "Maksud peri, aku dimana sekarang?"

"Kamu berada di masa lalu. Semua masa lalu tersimpan di negeri ini. Database yang sangat besar dan luas sekali. Takkan terhapus oleh apapun! Yakinlah padaku, kamu akan senang berlama-lama disini. Sayangnya..."

"Sayangnya, kenapa peri?" tanyaku penasaran.

"Kamu nggak bisa mengubah masa lalu. Kamu harus belajar dari itu, kemudian takkan mengulanginya lagi. Janjilah pada dirimu sendiri, jangan padaku. Aku hanya membimbingmu ke rumah itu," jelas peri.

Aku menganga cukup lama. Ternyata aku berada di alam bawah sadar. Aku tak tahu harus kembali kapan.  Semoga peri ini baik dan banyak membantuku. Negeri ini aneh.

"Peri, selain membantuku ke rumah itu. Kamu mau membantuku apa saja?" tanyaku untuk basa-basi.

Peri berhenti sejenak dan berpikir.

"Mungkin menghibur hatimu," jawabnya diplomatis.

Wajahku berseri.

"Tapi aku tidak terlalu pandai melawak. Akan kutunjukkan hiburan yang pas untuk hatimu, ya. Pasti kau akan mengingatku terus," sambung peri.

Tidak apalah. Untuk memecah kesunyian. Dari tadi aku melihat bunga yang layu menjadi segar dan bermekaran. Kulihat burung yang bahagia dan terbang bebas. Kucing hitam tadi, malah mencari jodoh terbaiknya diantara semak-semak ditumbuhi bunga tulip. Awan yang gelap, menjadi terang dibiaskan matahari. Sungguh, benar-benar indah.

Hanya satu yang kurang. Laki-laki yang memanggilku tadi menghilang. Mataku mencari-cari dimana. Sebentar-sebentar aku berhenti dan memegang erat lengan peri yang lembut.

"Kau kenapa? Tenanglah, semua baik-baik saja. Rumah itu tampak hitam dan suram dari jauh, tapi nanti akan cerah seperti yang kau lihat sekarang," tenangnya.

"Tapi peri, aku tadi melihat seorang laki-laki yang memanggilku di depan pintu kamar. Itu siapa ya?" tanyaku.

Alis kanan peri terangkat. Raut wajahnya berubah muram.

"Untuk apa kau tanya sekarang. Siapa tahu itu petunjuk terakhir dari perjalanan ini," bijaknya. Ia menarik tanganku untuk meneruskan perjalanan.

Aku menurut. Tak enak saja rasanya membuat peri ini bersedih. Demi meneruskan perjalanan, aku rela minumku dihabiskan peri. Tapi ia memberiku air lebih banyak dari sebelumnya. Bunga-bunga tadi, bertambah kesegarannya dan makin cerah. Tidak ada keanehan yang kuhadapi. Feelingku berkata bahwa rumah akan semakin dekat. Tak sabar ingin melihat isi rumah tersebut.

"15 langkah lagi akan selesai. Aku akan memberimu hadiah!" kata peri bahagia.

Aku ikut bahagia. Kukira peri akan muram terus sampai di rumah. Ternyata tidak. Peri memang ramah sekali.

"Apa itu? Cokelat? Oh please, I'm not a child again," kataku sambil menyunggingkan senyum.

"Bukan! Nanti lihat saja! Seberapa kuat kau akan menghadapi tantangan pada 2 langkah lagi."

"Maksudmu?" tanyaku.

"Sekarang kau sudah menyelesaikan 13 dari 15 langkah. 2 langkah itu sangat membuat hatimu terguncang. Kuharap kau tidak menangis ya!" kata peri menepuk bahuku.

I'm not a child again, peri, gumamku.

Ternyata sangat dekat. Kelihatannya saja jauh karena belum mencoba. Ditemani oleh peri, rasanya menyenangkan jalan berdua. Ia bercerita banyak hal tentang negeri masa lalu. Database yang besar dan luas sekali. Hanya orang-orang tertentu yang bisa masuk ke negeri ini. Tentu orang-orang sepertiku, yang berniat ingin move dan out dari zona nyaman. Akan dipanggil kembali melalui alam bawah sadar yang entah berapa waktu akan kuhabiskan nanti.

Ia terus bercerita tentang dirinya yang tiba-tiba menjadi peri. Padahal ia juga berasal dari dunia nyata yang terjebak ke negeri masa lalu. Ternyata ia terlalu larut dalam masalah yang seharusnya bisa diselesaikan sendiri dan bantuan Tuhan. Tapi ia sangat emosional dan tidak ingin bangkit. Ia sangat nyaman dengan masa lalunya, meskipun di dunia nyata ia rapuh dan putus asa. Ia manja ternyata.

"Makanya, aku sangat beruntung bertemu denganmu. Semoga semangatmu bisa tertular padaku, agar aku keluar dari sini," kata peri terharu. Matanya bening. Senyumnya manis tapi lain. Aku ikut membalas senyum. Aku yakin bisa menghadapi 2 langkah itu.

***

"Ehem, sudah 13 langkah kita hadapi. Sekarang bersiap-siap menghadapi langkah 14 alias 1 dari 2 langkah yang sudah kujanjikan," kata peri tersenyum. Senyum lain yang kukatakan tadi. Kurasa ia menyembunyikan sesuatu.

"Aku akan memberimu hadiah!" kata peri.

"Mana laki-laki yang memanggilku tadi? Aku ingin bertemu dengannya!" pintaku.

"Itu, di halaman rumah. Ia duduk di ayunan. Sendirian bukan? Ia berhak diganggu olehmu. Kau boleh bercerita apa saja. Sampai tertawapun, aku restui," ujar peri.

"Tapi hati-hati. Ia semu. Tahu kan?" bisik peri.

Aku memberanikan diri ke halaman rumah itu. Aku bersyukur, semuanya terang dan bunga-bunga di halaman bermekaran. Sulur-sulur anggur dan tanaman merambat di rantai ayunan menghijau. Laki-laki yang duduk termenung, kemudian tegak dan... ia menoleh padaku! Dengan senyum yang persis saat aku bertemu dengan dia, seseorang di dunia nyata! Mirip sekali wajahnya! Oh Tuhan!!!

"Kamu? Terima kasih sudah kemari. Aku menunggumu semenjak kita berpisah," kata laki-laki itu.

Wajahku merona dan tersenyum lebar. Dari tadi aku tersenyum entah apa gunanya. Menutupi kesedihan atau hanya menebar ketulusan saja? Bodoh amat. Yang penting aku bertemu dia versi negeri masa lalu. Mirip sekali. Hanya saja wajahnya lebih bersih dan lebih ramah.

"Kalau boleh tahu, namamu siapa ya? Sepertinya aku pernah melihatmu di dunia nyata," kataku malu-malu. Ku sodorkan tangan untuk berjabat tangan.

"Rio. Aku lah yang membuatmu resah akhir-akhir ini. Maafkan aku." Ia menjabat tanganku dan berdiri. Ia menarikku yang diam ini menuju taman bunga di belakang rumah. Ratusan bunga berada di depanku. Mulai dari mawar hingga bunga-bunga tropis lebih indah dari anggrek.

"Inikah yang kau rindukan, Vin? Kamu lebih suka berlama-lama di taman bunga dan toko buku. Tapi toko buku nggak ada disini. Taman bunga aja ya? Bunganya ratusan dan segar-segar. Kuharap kamu bawa kamera digital lensa single yang kamu cinta itu."

Aku menganga lagi. Cukup aku dua kali menganga dan diam. Otakku lambat loading, prosesornya sudah lelah karena tidak tidur siang. Apakah jetlag? Tidak, waktunya sama seperti waktu buka pintu kamar. Kebetulan saja jam tidur siang. Bagaimana ya? Naluriku bilang iya dan harus berkata yang sebenarnya. Apakah dia harus bertanggung jawab menyembuhkan luka hati karena sms di dunia nyata atau diam saja karena sudah memberiku hadiah taman bunga super indah dan segar ini. Kamera digital lensa single tertinggal. Handphone tertinggal. Bodoh kuadrat! Peri tertawa cekikikan bersama kicauan burung. Kamu udik, Vin. Katanya begitu.

... tak ada yang bisa menyelamatkanmu selain dirimu sendiri, Vina.

Suara bisikan tegas sampai di telingaku. Kucerna cepat. Aku tak boleh lengah!

"Ehem, maaf. Gue gak bisa nerima gitu aja. Lo pasti inget apa yang lo lakukan. Mohonlah, minta maaf pada diri lo sendiri dan gue. Gue sakit baca sms lo kemarin," tegasku. Menahan detak jantung yang keras. Ingat, tak boleh lengah!

Rio melengos.

"Banyak yang aku lakukan untukmu! Kamu tak tahu berterimakasih! Itu pelajaran untukmu, supaya kuat! Take it as a challenge!"

"I'm not the robot one! I'm not a steels in construction! I'm a woman! I have heart like you! My logics always said to me that you lost from my mind! Dimana logika yang lo pakai selama ini? Basi!" balasku.

Aku berlari menuju taman bunga dan menerobos bunga yang tingginya setengah badanku. Rio mengejarku dan menangkap tanganku yang semakin tak tahu kemana arahnya. Kaki ku lemas. Ternyata sakit itu memuncak di ubun-ubun.

Oh ya, ini namanya sakit hati. Sampai sakit begitu.

"Let me go! Gue sudah di langkah 1 dari 2!" teriakku sambil melepas genggamannya.

"Lo belum berhasil! Lo ketinggalan satu hal!" bentak Rio. Suaranya seperti singa mengaum.

Aku diam ketakutan. Keluar urat-urat wajah Rio dan sangat marah besar. Orang bodoh sepertiku mau diapakan?

"Rekam semua ini! Kemudian tutup matamu! Lalu buka dan keluar dari taman bunga ini! Ini jebakan peri!" kata Rio memegang pundakku.

"Ia licik. Ia membawamu kesini untuk menikmati zona nyaman masa lalu kita. Kamu harus segera pergi. Ikuti matahari itu sebelum tenggelam. Dialah masa depanmu!" bisik Rio lembut. Ia memelukku erat, kubalas pelukannya. Air mataku jatuh dan lama kelamaan peri itu mendekat.

Ia berubah jahat. Peri jahat. Bunga dan kicauan burung masih bersemangat. Mendukung yang baik.

"Jahat kau! Kita nggak berteman sekarang!" tangis Peri.

"Maaf, peri." Aku melepas pelukan Rio dan berlari sekencang-kencangnya. Sampai di gerbang keluar taman, kulihat ke belakang, masa lalu. Rio dan peri hilang terhempas angin senja. Langkah 1 dari 2 selesai. Sekarang langkah ke 2. Ternyata aku lewat dari target sebenarnya. Aku harus kembali ke rumah itu. Aku menunduk.

"Hei, itu baru taman belakang. Sekarang sudah di depan pintu masuk! Masuk saja. Semuanya akan baik-baik saja," kata seseorang yang kukenal suaranya. Hei! Itu kan Rio! Masih hidup!

Aku mengikuti jejaknya. Dia sudah sampai di rumah yang dikatakan peri.

"Masuklah. Bukan saatnya diam. Tapi harus kembali ke masamu di dunia nyata," gumamku.

Kulihat seisi ruangan. Hampa udara. Hanya foto-foto tak berguna yang tak pantas diingat lagi. Itu ternyata dari memori otak yang sudah merekam semua kejadian yang pernah kulakukan selama hidup. Selama aku mengenalnya. Semua yang kurasa kini, tak berubah sejak dia pergi. Tapi aku ingin sendiri disini. Begitu kata lirik lagu Kak Raisa. Tercatat pada memori otak itu. Semuanya tergantung di atas dinding bagaikan foto keluarga.

"Ini rumah nostalgia, ya?" tanyaku ke Rio.

Aku lihat lagi, kebodohan yang kulakukan ketika aku ingin melupakannya. Banyak jalan menuju roma dan ya, sangat menantang sekali. Cara-cara umum kulakukan seperti menyukai bunga, ke toko buku dan memborong buku layaknya sebuah baju, serta nongkrong di balkon seolah punya dunia dan impian sendiri. Kulihat aku sedang berdialog dengan Tuhan. Aku memohon agar Tuhan menghapus dosa dan masa laluku. Dan masa lalu kubuang ke kertas. Dan buktinya ada di memori jangka pendek. Untuk apa menyimpannya terlalu lama? Oversaving.

Memori jangka panjang hanya menyimpan bukti sakit hati. Serta raut wajah lelah. Dia bodoh. Ia menganggu keindahan masa kejayaan dengan teman-teman tapi ia menghalanginya. Berkata bahwa tidak baik buatku. Tiba-tiba intelegensi dan spiritualku menurun. Layaknya zat adiktif, cinta adalah sesuatu yang harus diwaspadai jika berlebihan dan merusak. Pelan-pelan aku menjauh dan move-and-out from comfort zone. Mulailah aku menghadapi yang sebenarnya.

Semuanya palsu.

Sekarang aku terjebak di rumah nostalgia. Kepalaku semakin pusing. Ilusi makin mengaburkan pandangan dan otakku, sehingga saraf-saraf kocar-kacir. Berharap aku segera balik ke masaku sekarang. Dimana matahari setia menunggu dan tak pernah berkhianat. Biarlah aku sendiri, dengan matahari, pagi, senja, Tuhan dan semua yang berada di dekatku. Mereka nyata.

Ya, mereka nyata.

13 langkah sudah selesai. 2 langkah terberat sudah selesai. Gampang-gampang susah. Terima kasih Tuhan, aku sudah bangun. Tak terasa aku tertidur di lantai. Pantas saja kedinginan. Oh ya! Hadiah dari peri dimana? Aku mencari-cari sesuatu yang mengganjal di kantung celana. Aku mengambil benda itu.

"Cokelat? Kan udah dibilang tadi," keluhku.

"Eh tapi! Wah, ada ukiran tulisan! Cokelat kecil yang unik!" Kubaca ukiran itu dengan suara pelan. Kupahami lagi maksudnya. Begini katanya:

"Be yourself. And, don't let someone disturb your heart and your life."

Aku memeluk cokelat yang terbuka itu. Sayang untuk dimakan.

Selasa, Desember 18

Masih Jaman, Resolusi?

Masih jaman sama namanya resolusi?

Ehem, resolusi itu sering dibicarakan kebanyakan orang menjelang tahun baru. Mungkin resolusi itu untuk perubahan diri dan menyiapkan tahun baru yang baik dan lebih baik dari tahun sebelumnya.

Resolusi juga ditentukan masing-masing. Ada yang banyak dan berat, atau sebaliknya. Ada juga yang banyak tapi ringan. Dan ada juga yang sedikit tapi berat. Banyak sedikit itu jumlah resolusinya. Dan gak heran, banyak orang gregetan sama resolusi yang udah ditulis tanpa berpikir. Gimana ya cara mencapai resolusi itu?

Masih jaman sama namanya resolusi?

Masih kok. Di internet, banyak yang ngebicarain resolusi. Resolusi nama berat tuh. Lebih tepatnya target! Menurut blog http://inspirasikukeni.blogspot.com, resolusi adalah pernyataan komitmen yang kita buat mengenai apa yang akan kita lakukan untuk mencapai cita-cita di masa depan. Dengan resolusi, kita bisa evaluasi diri dan membuat target yang dicapai tahun depan. Pastinya harus lebih baik dong! Resolusi terdiri dari beberapa target. Tapi....

Percuma dong, bikin resolusi yang menurut kamu susah untuk dicapai karena nggak tahu cara menyelesaikan  target yang dibuat.

Eits! Ga masalah!

Bikin resolusi, tulis target-target yang mungkin dicapai dalam beberapa minggu, beberapa bulan, beberapa tahun, atau bahkan beberapa hari. Jadi, setelah tulis target, kita mesti nentuin batas waktu untuk nyelesain target. Lalu buat skala prioritas supaya kita bisa ngukur kemampuan untuk mencapai target dalam waktu yang cepat. Kan biar resolusinya sukses ^^.

Resolusi cuma bakal jadi harapan dalam kertas kalau nggak jelas targetnya dan nggak sesuai kemampuan. Bolehlah, menambah kemampuan dengan resolusi berat dikit. Misalnya, tamat baca novel Maryamah Karpov dan Cinta di Dalam Gelas - Padang Bulan (Andrea Hirata semua. Novel tebel amat lagi) dalam satu bulan. Wah boleh tuh. Selama kamu gila baca dalam waktu yang lama, tanpa istirahat kecuali minum dan lain-lain, pasti tamat deh baca novelnya.

Dengan resolusi, pikiran dan gaya hidup bisa terarah dari target dalam resolusi itu. Selain itu, kita bisa belajar buat berkomitmen yang akhirnya bisa bikin kita kesengsem saat beberapa target udah selesai. Kepuasan karena ngerasa "wah, gue bisa nyelesain target yang ga pernah gue pikirkan!" Mungkin begitu.

Dan... Karena masih terbawa suasana film 5cm yang booming, ya dengan target-target, kita bisa mencapai mimpi dengan cara fokus sama tujuan dan gantungin sejauh 5cm.

Jadi, resolusi masih jadi bahan pembicaraan hangat di internet. Karena terkadang, dalam resolusi, ada mimpi yang akan dicapai beberapa waktu kedepan. Akhirnya, bukan hanya kepuasan yang didapat, tapi rasa syukur.

Resolusi masih jaman kok, selagi masih banyak orang yang ingin hidupnya terarah dan memiliki mimpi yang besar!

Minggu, Desember 2

Empat Hal yang Merusak Tubuh

Ternyata, ada empat hal yang dapat merusak tubuh kita. Antara lain adalah khawatir atau cemas atau stres, kesedihan, kelaparan, dan tidur larut malam. 

(Hikmah)

Diantara hal-hal tersebut, pasti ada yang sudah dijadikan kebiasaan yang tak bisa dihilangkan lagi. Mungkin bisa dikurangi secara bertahap. Supaya, suatu hari nanti tubuh tetap sehat dan tenang dalam menghadapi masalah.

Tetap semangat dan keep thinking positive! 

Sabtu, November 17

Kematian Itu Tak Mengenal Apapun!

Hmm, seharusnya aku belajar untuk tryout Grafity UI 2012. Tapi hatiku tersentuh untuk ingin tahu kenapa teman-temanku me-mention temanku yang sepertinya sedang punya masalah. Mungkin bisa dikatakan kepo. Baiklah, aku menuruti kata hati.

Ternyata ada hal buruk yang aku hadapi. Pertama, ayah temanku meninggal dunia. Innalillahi wa inna illaihi raaji'uun. Semoga beliau berada di sisi Allah dan dihindari siksa kubur dan siksa api neraka. Semoga temanku, tabah menghadapi dunia yang makin keras. Kemudian bisa membuktikan diri untuk sukses seleksi perguruan tinggi dan ujian nasional tahun depan. Aminin ya kawan pembaca :) Semoga temanku sabar dan kuat.

Sudah 6 kali aku mendengar berita meninggal dunia, khususnya ayah temanku. Bergidik rasanya, jika mendengar seseorang yang meninggal, terutama orang tua dari teman sekelas atau kakak kelas sekalipun. Baik ayah ataupun ibu, sama saja bergidiknya. Merindingnya, terasa mengingat bahwa mati itu di depan mata. Tidak peduli siapapun orangnya, waktunya, bahkan tempat.

Sekarang hujan. Yap, suasana yang pas untuk menulis. Mari kita lanjutkan.

Pertama aku melayat waktu SMP, tepatnya kelas 2 di Balige. Teman sekelasku tidak masuk beberapa hari dan sempat membuat Bu Rajagukguk penasaran. Setelah ditanya kabar temanku dari orang lain, ternyata ayahnya meninggal dunia. Terpeleset jatuh. Ah, bapak yang malang. Ayah teman sekelasku bekerja di instansi pemerintahan di kota tersebut, dan banyak membantu biaya sekolah teman sekelasku.

Hingga suatu hari aku melihat ayah temanku kaku dan bisu dalam peti mati. Kebetulan dia Kristen Protestan, mungkin ada sedikit bumbu adat Batak. Jadi aku agak ngeri melihatnya. Ibu temanku tidak bisa menyentuh pipi suaminya sendiri, mungkin karena sudah diberi pengawet. Kaku, putih. Temanku hanya menangis, begitu pula ibu, kakak, dan adik-adik temanku. Kayaknya sudah ada peringatan bahwa kematian itu tidak mengenal agama dan suku bangsa.

Yang kedua dan ketiga saat kelas 1 SMA di Sumenep. Dua orang teman sekelasku, sama-sama mengalami kesedihan hebat karena kehilangan ayah mereka. Kalau teman perempuanku, dia sampai tidak mau mendengar suara ambulans karena sedih kehilangan ayah yang setia menemaninya ke sekolah. Dan ayahnya juga sangat membantu temanku hingga bersekolah di SMA favorit disana. Tak kurang itu, kasih sayang juga iya! Kalau teman cowok, ayahnyalah yang mendukung dia sampai ke SMA favorit, juara lomba matematika, dan juara lomba catur. Beliau meninggal disaat menjelang ujian semester 2. Terbayang waktu itu, temanku, Tiwi, menutup telinga karena ada suara ambulans yang mengantar jenazah ayah Oki (teman cowok) ke pemakaman. Tiwi menangis dan aku merasakan kengerian di hatinya. Miris, sekaligus ada yang ingin aku sampaikan pada ayahku untuk jangan meninggal sekarang. Astagfirullah...

Keempat. Kakak kelasku pun begitu. Ayahnya meninggal dan mungkin mbak tersebut merasakan hal yang sama seperti teman-temanku yang dulu. Kematian selalu menyusul.

Kelima, pada saat menjelang ujian semester 1 kelas 2 SMA, teman sekelasku menangis di kelas LH. Teman-temanku berkumpul dan menanyakan kenapa. Hanya tangis saja, tak mungkin dijawab. Susah rasanya. Temanku itu pernah cerita. Orang yang kadar gulanya tinggi, tidak boleh jatuh dan terluka atau minimal tergores dan luka. Karena katanya dokter sih begitu. Selain itu, orang yang kadar gulanya tinggi, bisa saja menurunkan sifatnya pada keturunannya. Bisa jadi ada kemungkinan teman sekelasku punya penyakit diabetes. Maaf ya kawan, jadi menceritakan masa lalu. Tapi ambil hikmahnya ya :)

Kematian karena penyakit. Ini yang paling sering. Allah udah ngasih skenario terbaik buat dijalani umat semua. Kematian ayah yang kudengar ini, jadi pelajaran bahwa ayah itu penting banget karena ayah punya peranan penting. Ya namanya juga ayah, jika beliau wafat berarti tulang punggung keluarga diserahkan oleh ibu atau anak pertama. Berita kematian ayah dari semua temanku (satu lagi, ada lagi), makin membuatku sadar bahwa memang kematian itu di depan mata. Tapi kehilangan ayah atau ibu, itu lebih jahat ketimbang kehilangan yang lain. Orang yang sudah membesarkan dan mendidik kita, meninggalkan kita karena dipanggil Allah. Mungkin ya benar saja, kita, yah, anak-anaknya, hanya titipan. Mereka hanya mendidik kita ke arah mana kita nanti dengan kasih sayang dan tanggung jawab tinggi.

Temanku yang sekarang ini, dengan malam yang hujan ini. Alhamdulillah banyak mendapat dukungan dan semangat dari teman-teman lain di twitter. Sama seperti teman-temanku dulu, mendapat dukungan agar tabah. Semoga teman sekelasku yang kali ini sabar dan tabah, serta kuat. Semoga dewasa dalam menghadapi masalah dan bijak. Dan selalu mengingat Allah dan ciptaan-Nya yang ga bisa ditebak.

Berarti sudah pas 6 kabar yang kuterima saat ini kan? Sudah ada tanda-tanda bahwa kematian akan selalu menyusul pada yang lain. Entah kapan, dimana, bahkan siapa.

Itu kehilangan ayah. Ayah berbeda dengan ibu. Ayah bisa mendukung sifat laki-laki kita, baik laki-laki atau perempuan. Ayah bisa mendukung kita untuk hobi karate bila ibu tidak setuju. Ayah setuju kalau diajak ndaki gunung jika ibu tidak setuju. Bahkan ayah setuju (diam-diam) akan keinginan anaknya sendiri. Bukan berarti ibu tidak seperti ayah loh :) Kehilangan ayah bisa jadi ingatan paling kuat dalam memori otak. Karena ayah kandung, beda dengan ayah lainnya.

Semoga kawan semua bisa mengambil hikmah dari cerita temanku semua. Supaya berhati-hati bertindak sama ayah dan ibu. Hati-hati bertindak dan menggunakan waktu, karena kematian itu hal yang bagus bagi orang dalam sudut pandang tertentu. Astagfirullah al aziim.......

Mohon maaf bila ada kesalahan semuanya. Tetap semangat teman! Allah besides you :)

Everyday is Studying

You guys!

I have learned that everyday is studying. Although the days are Friday night, Saturday, and Sunday. But keep calm and be yourself, study means to get experiences in that three days!


Minggu, November 11

Happy Sunday!

Because today is sunday, doesn't mean you total rest for today...

There are activities that you do until done, then when you rest, you're fully sleep and enjoy your dream.



Happy sunday!

Thanks for my friend that made me didn't sleep and felt hungry -__-

Minggu, November 4

November!

Hi November! I'm just meet you. And this is crazy. But here is day, so call me maybe 

(pinjam liriknya ya mbak Carly Rae Jepsen ^.^)

Tahu-tahu udah bulan November aja. Perasaan kemarin (dan kemarinnya lagi) masih bulan Oktober, akhir bulan lagi! Kenapa ya waktu berjalan begitu cepat?

Kalo nggak salah, aku pernah membaca buku tentang Kiamat. Nah, waktu yang berjalan begitu cepat kayak gini termasuk kiamat kecil atau kiamat Sugra. Kiamat sugra, termasuk pada waktu berjalan sangat cepat, sehari terasa beberapa jam, seminggu terasa beberapa hari, sebulan terasa sekejap saja. Meskipun ditambah kesibukan masing-masing, bengong pun, waktu berjalan sangat cepat.

Dan waktu itu bisa nusuk banget ketika seseorang udah nggak bisa lagi mengatur waktunya. Keteteran dan stres. Jadi bener dong, memanfaatkan waktu yang sedikit untuk melakukan hal yang berguna. Karena waktu ga bisa ditebak, nyawa seseorang ga bisa ditebak.. Selama masih hidup, yuk manfaatin waktu!

Go and Ganbatte!!

Sabtu, Oktober 27

Gundam 001st Opening (Daybreaks Bell - L`Arc~en~Ciel)

video

Cerita dari Seorang Kawan

When nothing right, goes left 

9gag.com


But, when you go left, there's gravel that you can jump it. Unfortunately, just one of your feet can't jump perfectly. You don't get perfection of landing..

Dan jalan itulah yang paling keren dan menantang.. Karena selain jelek, tapi nggak pernah diurus seorang pun. Hanya orang tertentu yang mau melewati jalan itu. Kalau lewat jalan kanan, rasanya mulus banget tapi membosankan. Ga ada tantangan. Ada yang kurang, ngeluh. Tapi kalau dikasih jalan kiri, rasakanlah. Menderita, tapi suatu saat akan kebal dengan jalan seperti itu.

Padahal ada aja salah satu dari kita yang ga mau keluar dari zona nyaman, from the right way.. Yang mulus itu... Tergantung masing-masing ^^

Because there is no proverb make you run quickly as jet... Nggak ada pepatah yang menyuruh kita berhasil secara instan. Succes people is from left way, much gravel. You face the stresses, pressures, finally you can breathe free after it. Break the limit!



- cerita dari seorang kawan - 

Minggu, Oktober 21

Eduday 2013 - Batik Incredible Guidance Teaser

watch this video and feel the motivation!

fly high and reach your dream!



Panic at Next 2 Months

Maybe I should know that time grows so fast. It makes me panic, because October will end in 30, in Tuesday surely.

I write and update a post for this blog between panic for tomorrow. Because tomorrow will be tomorrow for next one week. It is the ending of October. I have many things that I've done in this month, but it is not enough until now. Next year, the 2013's students must best graduate, success in national exam, SNMPTN, or maybe SNMPTN Undangan, or Ujian Mandiri. They such as ghosts of all high school students, make us scared, much worry, or if someone can't be stronger in mentally and physically, she/he maybe scream like crazy people.

These are like war. Education war. Competition between students high school in Indonesia, or maybe in my school and my class too.

We are as a students must having preparation to face all. Study, study, and study! Then prepare another things, like good score in school report. Have many strategies so that we can pass the university, or yeah, things that you have known and have done by you in your high school.

And, because of these, I don't know why I left my homeworks for while :D and took pictures below:


Buku latihan soal itu perlu. Soal ulangan akhir semester, ujian nasional, dan ujian-ujian lainnya ada di buku soal tersebut. Kecuali sih... komik Detective Conan disebelah buku Kimia itu ^^


Ada satu hal yang sering membuat meja belajar kita berantakan. Yaitu tempelan post-it di sisi kiri dan sisi kanan dinding meja belajar. Make it noise, but sometimes we remember the activity should we do.

Entah dari meja belajar ini, bisa tercermin karakter seseorang. Bagaimana dia belajar. Dan bagaimana dia mengatasi paniknya untuk menghadapi 2 bulan akhir tahun nanti. Semoga saja bisa :D Dan saingan anak-anak SMA di Indonesia itu ribuan loh. Apalagi mintanya universitas negeri bergengsi. Atau yang realitasnya saja? Biarlah nanti waktu dan Allah SWT yang menjawab. Semua tergantung usaha dan semangat (mengatasi kepanikan seperti ini, hingga aku memotret meja belajarku ini -_-).

Belajar, berusaha, dan berdo'alah!! Next 2 months is so fast as jet as we feel! Prepare all! Fly high, like an airplane! 

Selasa, September 25

(Pokoknya harus) Semangat!!!

Lemah semangat mengurangi kuatnya perjuangan hidup karena tidak ada motivasi dari dalam jiwa. Jiwa yang lemah tidak dapat menerima hal-hal besar, dia seperti mikroskop yang membesarkan hal-hal yang kecil. Kelemahan diri dan rasa malu sering diselimuti dengan ketetapan hati dan keteguhan pendapat. 

(Hikmah)

- dapat dari kalender harian muslim

Jumat, September 21

ALL ABOUT GEOLOGY AND GEOPHYSICS SITES


Entah kenapa aku bisa nyasar di pilihan dan blog/website ini:

- ALL ABOUT GEOLOGY:
>> Tips buat yang mau Karsam,
>> Indonesian Petroleum Association (episode kedua),
>> Geology,
>> Selamat dan Sukses Bagi Mahasiswa Teknik Geologi Undip (Aveliansyah) Juarai The Best Student Poster Presentation,
>> Geologi Apa Ya Biologi Bukan,
>> JANGAN SALAH PILIH JURUSAN,,,
>> Teknik Geologi dan Geofisika,
>> Tentang Geologi (Postingan ke 100)
>> GEMPA ACEH | Sama-sama Besar, Berbeda Dampak | Brigitta Isworo Laksmi & Ahmad Arif

- ALL ABOUT GEPHYSICS (Teknik Geofisika, beda dikit sama Geofisika yang termasuk Fakultas MIPA di UGM dan UNPAD ya):
>>  Teknik Geofisika,
>> Geofisika UGM
>> Geofisika, Ilmu Kebumian Yang Lagi Naik Daun,
>> Pendahuluan Geofisika,
>> Teknik Geofisika [Geophysical Engineering].


Oh ya, banyak kepo atau cari tahu jurusan itu penting banget! Mumpung masih semester pertama kelas 3, buru-buru main di internet buat cari jurusan. Cari jurusan yang sesuai minat kita! Itu yang terpenting, biar ntar gak nyesal dan ngerasa berat banget atau jadi beban.

Biar tambah seru, segera buka link-nya. Dari link website atau blog yang aku cantumkan diatas, masih kurang. Tapi pas kamu buka, kamu bakal kebanjiran informasi dan hati-hati ya kalau bingung ^^

Mungkin ini website atau blog yang bisa aku share kepada mas/mbak pembaca. Moga-moga terbuka pikirannya, kalo jurusan berbau "Geo" atau yang prospek kerjanya bagus banget tapi gak terlalu terkenal (paling males bahas gini, urusan rejeki itu urusan individu kepada Tuhan) atau mungkin yang favorit dan populer dimata anak IPA. Insya Allah, pengen memposting tentang Ilmu Gizi, Agronomi dan Hortikultura, dan Ilmu dan Teknologi Kelautan/Ilmu Kelautan/Teknik Kelautan/Oseanografi.

Semoga membantu (kegalauan kalian!) ^^

Fix You - Coldplay - Cover



Enjoy :) Fix You - Coldplay. Cover by Lizzy King
Memang waktu tak bisa kembali seperti dulu. Jika kenangan dulu dihiasi oleh kejayaan atau hal-hal manis yang tak bisa dilupakan.

Karena waktu itu seperti kamu yang melesat dalam kecepatan cahaya. Tubuhmu akan menua dan hatimu akan terpaut jauh pada masa lalu.

Sudah lama aku ingin menulis tentang kenangan yang indah itu. Tapi tertahan oleh hambatan yang membuatku diam membisu. Pura-pura tidak tahu namun tahu apa yang terjadi segalanya, terlihat oleh mata kepalaku sendiri dan hati nuraniku membentak mereka secara pasif. Untung mereka tak mendengar suara nuraniku itu. Kalau iya, mungkin aku sudah digebuki massa dan dicemoohkan. Lalu mereka menjauh secara perlahan.

Padahal mereka tak tahu aku sebenarnya. Ingat, aku punya jutaan pengalaman yang belum pernah mereka rasakan. Dan sekali lagi mataku terus menyaksikan apa yang terjadi saat ini.

Kini mataku yang sakit, membuatku perih karena tak bisa berinteraksi ke dunia luar. Tapi mata hati? Entahlah, semoga tak tertutup oleh kebohongan. Hei kamu, mungkin kita takkan pernah bertemu lagi. Selagi waktu terus berjalan. Apakah waktu mau mendengar doa kita ya? Apakah waktu mau mendaur ulang kenangan yang sudah lama dan membuat kita (diam-diam) bahagia?

Entahlah, semoga kita bisa bertemu di lain waktu. Kemudian marilah kita berbagi cerita sepuasnya. Sampai kamu tahu apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini.

--------

Cocoknya, fiksi ini mau dikasih judul apa ya? Minta pendapat mas/mbak pembaca ya :D Silakan di komentar ^^

Sabtu, September 15

Yang Kecil, Yang Terlupakan

Alhamdulillah yey! Akhirnya aku bebas dari hiatus juga :'). Mumpung malam minggu dan sudah mengerjakan satu PR Kimia, mending ngeblog bentar dan blogwalking. Kangen banget gak melakukan ini...

Oke, malam minggu sih.. Ya, jamannya untuk menggalau kali ya? Kebetulan aku dapat blog *blog orang sih sebenarnya wkwk* tentang galau. Ternyata, "galau" itu punya arti tersendiri dari Majalah Provoke , yang artinya Gambar Selaw.


Tapi bukan itu yang aku maksud.

Tapi yang dibawah ini.


Saat membaca paragraf terakhir, sempat sedikit galau dan pengen nyakar monitor notebook. Seharusnya kita sadar bahwa masih ada kehidupan yang tersembunyi diantara kesenangan. 

Seharusnya juga, screen paling atas diperkecil dan screen paling terakhir diperbesar :D. Mungkin hal terkecil dan sederhana emang suka dilupain kali ya. 

Intinya, cinta itu gak sebatas sama cowok atau cewek. Cinta itu sama semuanya deh! Bukan hanya harta, uang, cewek/cowok, benda, baju keren dan mahal, nilai mata pelajaran, dan lain-lain! Karena, kalo cinta sama semua yang aku sebutkan itu bakal hilang dan siapa tau kita bisa gila kalo kehilangan itu semua.

Ini baru malam minggu! Pas dengan lagu Firehouse di 95,1 KIS FM Jakarta.

Kamis, September 13

This is about "Melamun"

Melamun adalah kebiasaan khas orang-orang sakit saraf. Melamun membawa pikiran ke alam mimpi; merenung membawa pikiran ke alam nyata. Melamun merupakan pekerjaan sehari-hari orang yang tidak mau berpikir ke arah kemajuan. Lamunan-lamunan kosong mengantarkan seseorang pada pintu kehinaan 

(Hikmah)


Melamun itu seperti, pesawat yang mengambang stabil di udara, tetapi jatuh tiba-tiba karena kekurangan oksigen :P

(re2myblogg)

Sabtu, Agustus 25

ISFJ


ISFJ - "Conservator". Desires to be of service and to minister to individual needs - very loyal. 13.8% of total population.
Take Free Jung Personality Test
Personality Test by SimilarMinds.com


ISFJ itu... Lawannya adalah ENTP. ISFJ adalah singkatan dari Introverted, Sensing, Feeling and Judging. Orang seperti ini kira-kira 13,8% dari total jumlah penduduk di dunia. Sedangkan ENTP adalah Entroverted, Intuitive, Thinking and Perceiving. 

Pastinya penasaran, apa maksud istilah-istilah tersebut. Makanya ikut tes ini di: http://similarminds.com/jung.html . Kamu bisa lebih tau sebenarnya sifatmu di istilah psikologi itu apa. Yuk mari dicoba ^^

Hiatus for awhile

Hiatus.

Beberapa hari ini, banyak banget ide yang numpuk dan membuyarkan konsentrasiku di kamar mandi. Ohiya, kamar mandi jadi tempat terindah untuk mendapatkan ide menulis. Dan sayangnya, ide itu terkesan pemberi harapan palsu saking cepatnya pergi. Akhirnya, keinginan untuk nulis dari kemarin nggak jadi. Kesampaian nulis itu cuma hari ini.

Yakni tentang hiatus. Menurut sarupaningbeja.blogspot.com , hiatus itu bisa dikatakan kalau blogger udah nggak melakukan aktivitas ngeblog seperti memposting, blogwalking, tukaran link, bahkan ngurus begono-begini kayak Google AdSense, Google AdWords, bahkan SEO. Ah, begitulah. Waktu hiatus juga... terserah  apa kata bloggernya itu sih. Mau 3 hari juga bisa, seminggu, bahkan sebulan. Ada juga yang setahun kalau aku lihat di blog tertentu. Mereka punya alasan tertentu untuk memutuskan hiatus.

Mungkin, aku akan hiatus selama tahun ini, entah kapan dan sampai kapan. Mungkin aku akan sangaaaattt kangen nulis blog. Meskipun kadangkala masih sempat blogwalking. Masih banyak ide yang numpuk di pikiran. Menurutku, hiatus juga bagian dari kehidupan sehari-hari.

Nggak akan kapok deh melamun di kamar mandi untuk nyari ide! Hahaha XD. Ide juga bagian motivasi nulis! Tapi kalo udah kepepet sama pikiran yang lain, yakali bisa nulis. Semoga kalau hiatus, aku terus menulis :) 

Sabtu, Agustus 18

Dua Kegembiraan Orang Berpuasa

Orang yang berpuasa itu akan mendapatkan dua kegembiraan, yaitu kegembiraan saat berbuka dan kegembiraan saat bertemu dengan Tuhannya

(Hadits Riwayat Bukhari)

Senin, Agustus 13

Grab Your Dreams!!

Ketika kamu senang mendapatkan apa yang kamu inginkan, kamu akan berloncat bahagia sambil teriak. "Aku menemukannya!!" 

Ternyata bahagia itu sederhana ya :)

Tetapi ketika kamu bahagia sejenak setelah mendapat apa yang kamu inginkan, kamu malah merasa galau dan tak yakin dengan pilihanmu. Kamu masih saja ingin berharap dari doa orang tua dan orang-orang yang menyayangi kamu. Agar kamu selamat dan tidak salah arah. Bahkan tak menyesal. 

Ternyata begitu mudahnya hati kita dibolak-balik Allah SWT. :)

Dan ketika kamu masih terseok-seok untuk memperjuangkan apa yang kamu inginkan, ada saja senyum dari orang tua, baik ayah atau ibu. Mengingat senyum mereka, entah kenapa ada rasa lega dan terasa ridho mereka sampai pada lubuk terdalam kita. 

Ya, ridho Allah SWT. tergantung juga pada ridho orang tua :)

Dan ketika kamu terus berjuang hingga kamu lupa siapa yang menyayangi kamu (dulu). Kamu selalu ingat bahwa masa depan adalah suatu hal yang harus dipegang erat! Jangan sampai luruh seperti pasir yang digenggam. Lalu energimu termakan habis karena mengingat perihnya masa lalu.

Ayo semangat! Grab your dreams!!!

*Terinspirasi karena sudah kepo berkali-kali tentang jurusan untuk kuliah. Dan akhirnya, dapat juga yang terbaik sesuai keinginan orang tua. Walaupun jurusan satu lagi masih diawang-awang*

Kamis, Agustus 9

Flowers 1




Selamat Berjuang!

Karena, hanya putus asa (dalam menginginkan harapan), kita bisa jauh dari rahmat Allah. Gimana kalau putus asa sebelum berjuang? Belum tahu rasanya tapi udah (sok) merasa susah banget... 

Akhirnya, kita nggak bakal maju. Tetap jalan ditempat. Sampai Allah ngasih ide buat kita.

Impossible.

Al-Qur'an mengatakan bahwa, Allah nggak akan mengubah seseorang atau kaum kalau mereka nggak mau berusaha untuk berubah.

Cobain dulu rasanya gimana. Nggak usah mikirin susah atau nggaknya. Because, we still learn about the lessons, that you are scared. Physics, Maths, and Chemistry.

Selamat mencoba menjadi anak kelas 3 SMA ^^


Jumat, Agustus 3

Hadits Qudsi, Riwayat Bukhari dan Muslim

Sesungguhnya puasa itu untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. 

(Hadits Qudsi, Riwayat Bukhari dan Muslim)

Jumat, Juli 20

Says Sorry from Riko

It's about Mita.

Setelah sholat tarawih, aku bertemu temanku bersembunyi dibalik pohon bambu.

"Ngapain lo disini? Ngumpet? Atau lo nggak sholat?" tanyaku mendelik.

Ia melipat kedua tangannya. "Urusan lo apa? Peduli apa?" Ia membawa satu kantong plastik hitam. Entah apa isinya.

Aku diam saja sambil melirik kantong plastik hitam yang dia bawa.

"Gue pulang dulu. Nggak baik gue mojok disini, ntar dikira ngapain. Maaf," kataku sambil meninggalkannya. Aku terus berjalan, sampai tak terlihat olehnya.

***

It's about Riko.

Sedangkan aku kaget karena kepergok Mita. Aku membawa kantong plastik berisi sendalnya. Kulihat wajah sebal dan malunya ketika dia pulang tarawih tanpa sandal. Aku tertawa dalam hati sebenarnya, tapi ada rasa kasihan. Bagaimana kalau dia terinjak kaca atau kerikil yang jahat? Biarlah, dia kan cukup tomboy dan kuat untuk menghadapi itu. Yang penting dia tidak tahu.

Cepat-cepat aku meninggalkan pohon bambu, sebelum ada ular mematuk atau ustad yang berdiri tiba-tiba dari belakang.

***

Sampai dirumah, aku diomeli ibu karena pulang tanpa sendal. Aku hanya menunduk sambil memetik kulit jari telunjuk sampai sobek.

"Bu, kalo gitu nggak usah pake sendal yang bagus. Nanti dicuri lagi."

"Tapi kan sendal itu tahan lama!"

"Percuma aja bu, kecuri juga. Mending pake sendal ayah aja."

"Ayah? Mana? Dia sudah meninggal!"

Deg. Meninggalkan aku dan dua adikku? Dan ibu? Sejak kapan? Bulir air mata jatuh ke pipiku dan aku langsung berlari menuju kamar di lantai dua. Rumah yang cukup besar tak membuatku bahagia apabila tanpa ayah.

"Mita! Turun kamu nak! Ibu belum selesai bicara!"

Aku mengunci kamar pintu dan menghidupkan DVD player. Kubesarkan volume sampai tak kedengaran. Sudah cukup hari ini. Hari pertama tarawih sebelum puasa besok.

Ketika hari ini aku menghadapi dua lelaki yang tak sengaja meninggalkanku dan kutinggalkan. Entah kenapa mereka membuat hariku kusut. Karena ibu dan sendal aneh itu.

Lelaki yang kutemui di pohon bambu, Riko. Kurasa dia sholat tarawih tetapi duluan keluar. Dan entah apa isi kantong plastik itu, yang membuatku curiga. Apalagi masjid sudah sepi 10 menit yang lalu dan tidak ada sendal satupun yang tersisa. Seharusnya ada sendalku disana, tetapi hilang. Sedangkan ayah? Ah, ibu bohong. Ayah tak mungkin meninggal. Ayah akan pulang hari ini, membelikanku kamera DSLR yang kuidam-idamkan. Kurasa ibu bercanda, hanya kesal saja yang membuatku menangis.

***

"Tok..tok...tok.."

"Mita, buka pintunya. Ibu mau masuk."

Tidak ada suara.

"Kak, buka kak. Ibu mau masuk. Ibu tadi bohong kok, ayah udah pulang nih. Lagi ngetes kamera DSLR. Ayo buka kak, ayahnya udah nunggu dua jam yang lalu."

Aku terbangun. DVD player sudah berhenti satu setengah jam yang lalu. Kemudian kubuka pintu kamar. Melihat wajah ibu berseri-seri. Oh, jadi ayah tidak meninggal. Syukurlah. Tetapi aku masih kesal tadi. Aku tersenyum kecut pada ibu, dengan mata yang masih sembap. Lalu aku memeluknya.

"Maafin ibu ya. Biasanya kamu seneng aja kalo diajak bercanda."

"Lagi nggak mood bu," kataku sambil melepas pelukan ibu. Kemudian aku duduk di kursi belajar.

"Yaudah, nanti turun ke bawah ya."

"Besok aja bu, masih ada waktu." Aku terpekur menatap kaca kecil yang memantul wajahku. Tak bagus. Aku harus belajar mengerti keadaan malam ini. Sekarang sudah jam 11 malam, waktu yang bagus.

Tiba-tiba handphone-ku berdering. Kulihat siapa nama yang ada dilayar handphone-ku, Riko.

"Assalamu'alaikum. Apa?"

"Wa'alaikumsalam. Ehm, maaf gue ganggu lo tidur," kata Riko dengan suara ragu.

"Gue nggak tidur. Ada apa?" ketusku. Aku tidak ingin lama-lama berbicara dengan orang yang mencurigakan waktu pulang tarawih.

"Gue minta maaf Mita. Besok kan puasa. Terus gue udah ngambil sendal lo tadi. Makanya lo tadi ngeliat gue paling duluan keluar tadi."

Ada petir kejujuran menyambar. Jadi.. Riko yang mencuri sendalku? Pantasan dia membawa kantong plastik hitam segala dan bersembunyi dibalik pohon bambu. Lidahku kelu dan aku dijadikan moodbreak-nya malam ini.

"Mita?"

Aku tersadar lagi. Mau jawab? Untuk apa? Tetapi kalau tidak dijawab juga payah. Besok kan puasa. Salah juga kalau tidak memaafkan orang lain. Apalagi Riko teman sekelas bimbel dan sekelas di 12 IA 3. Bisa berabe nanti.

"Iya nggak apa-apa. Lain kali kalo mau nyuri langsung kabur. Bukan sembunyi dibalik pohon bambu," candaku serius.

Kudengar Riko tertawa dan meminta maaf kedua kalinya karena sering melakukan itu setiap tahun.

"Tapi gue janji, Ta. Tahun ini gue gak nyuri lagi!" janji Riko serius.

"Kenapa?"

"Gue takut puasa gue nggak berkah. Dan Allah nggak mau bantuin gue buat tahun depan nanti," katanya sendu.

Dasar -_____-


Kamis, Juli 19

Marhaban Yaa Ramadhan :)

Assalamu'alaikum guys!

Udah lama aku nggak nongkrong di blog lagi. Mungkin karena masih terasa hawa liburan dan malas. Eh dan nggak tahunya udah puasa aja. Padahal baru hari Senin kemarin masuk sekolah, udah libur lagi.

Dan, sekarang sudah tahun kedua aku berpuasa di Bekasi. Rasanya tidak jauh beda seperti aku berpuasa di Sumenep, Balige, bahkan Kutacane-Aceh. Tetapi suasana dan tren yang mempengaruhi ya. Puasa kali ini diwarnai dengan kecemasan apakah kita bisa siap diri menghadapi puasa dan sukses saat lebaran atau tidak. Kan, sayang kalau puasa tahun ini gagal lagi seperti tahun lalu, terlalu banyak godaan.

Oh ya, btw, Marhaban Yaa Ramadhan ya! Semoga puasa kita tahun ini lebih bagus, lancar, dan berkah dari tahun sebelumnya. Meskipun tantangan berpuasa tahun ini lebih berat, tetapi niat bersih untuk berpuasa harus  menyertai langkah kita berpuasa, supaya nggak rusuh dan adem ayem. Menghargai perbedaan tanggal berpuasa, tak apa. Yang penting lebaran bersamaan hehehe.

Mohon maaf lahir dan batin juga ya jika ada postingan yang nggak penting dan kurang berkenan bagi mbak/mas pembaca. Semoga anda semua makin ganteng, cantik, soleh atau solihah selama bulan Ramadhan nanti *aminin dong :D :D.


SO KEEP FASTING AND STRAIGHT! Fasting month is about how you can reach taqwa and Allah's love.

Minggu, Juli 8

17 Agustusan sebelum puasa


Awal aku datang ke pertigaan komplek sekaligus lapangan basket. Ini dia, udah mulai lomba memasukkan bendera




Ekspresi anak-anak komplek


Si Jendral lucu dan imut berlari untuk menaruh bendera ke dalam botol

Nggak terasa ya, sebentar lagi mau puasa. Perasaan setahun yang lalu aku masih baru-baru tinggal di komplek itu. Nah sekarang memulai puasa kedua di Bekasi. Semoga puasanya lancar dan berkah, nggak ada pikiran yang mengganggu, tapi Agustusan jalan terus 

Shikkari shiro! Bertahanlah dan berjuanglah!

Jumat, Juli 6

Serba Salah

Serba salah.

Itulah yang kurasa sekarang. Ketika kakak kelasku mengucap selamat kepada yang lain karena sukses lolos SNMPTN dan diterima di PTN yang diinginkan. Aku merenung, apakah tahun 2013, aku bisa mencapai impian terpendam seperti mereka? Bukankah mereka memilih cita-cita dari kecil dan berubah sejak pemilihan jurusan untuk SNMPTN itu? Apakah cita-cita hanya sebatas dokter, insinyur, ilmuwan, model, perawat, pilot, dsb sedangkan di pilihan prodi universitas banyak sekali jurusan untuk mencapai cita-cita (yang lain)? Entah lah.

Aku tak ingin gagal. Banyak teman-teman dan aku mengucap itu getir. Aku dan mereka bukan orang yang takut gagal, tapi sudah berusaha berani gagal namun tak tercapai pula (takutnya). Lagi pula belum tahu kan rasanya? Kan masih masuk kelas 3 dan baru tahun 2013 itulah masa-masa (seolah-olah) kelam?

Belum lagi ancaman dari beberapa bimbingan belajar dan informasi tentang banyak peminat terhadap jurusan favorit seperti Kedokteran, Teknologi Informatika, Ekonomi, bla-bla-bla. Membuatku semakin takut untuk memilih jurusan pertama, kedokteran. Memang aku pernah terpikir, ingin menjadi dokter kandungan. Karena kebanyakan dokter kandungan adalah laki-laki. Tapi sekali lagi, pesaing dan passing grade itulah. Sebenarnya aku tak takut. Namun mengapa aku hanya nyantol pada dua pilihan. Pilihan pertama yang tak pernah berubah karena rasa penasaran dan pilihan kedua karena kakak alumni yang memberi informasi. Tak salah kan? Pilihan itu individu dan relatif.

Terkadang banyak orang menyarankan, kedokteran. Ehm, atau minimal, pilihlah jurusan yang gajinya nanti menjanjikan, pekerjaannya cerah. Eh, terbalik? Nggak semoga :) Tetapi aku tak menginginkan itu. Kenapa mereka yang sibuk? ... atau, kenapa aku mau saja mendengar mereka? Mau jadi apa nanti kalau berpikiran seperti itu? KARYAWAN? Lebih baik jadi penulis atau guru!

Entahlah, mengapa 2013 yang kurasa makin sulit. Setelah merasakan UN SMP pelajaran IPA yang kedua, tahun depan nanti merasakan SNMPTN tanpa tulis alias UNDANGAN! Bagaimana tahun depan nanti ya? Apakah rasanya seperti seenak rainbow cake atau sayur pare? Lihat saja nanti :))

Pokoknya selamat aja deh, buat kakak-kakak kelasku yang lulus SNMPTN. Semoga suksesnya gak di SNMPTN doang ya, tetapi sukses seterusnya :*

Hatiku Dibekukan Tuhan

Hi you guys. How are you?

Kini malam makin larut, hatiku terasa mati.
Dibekukan Tuhan. 
Tetapi mengapa Tuhan selalu mencairkannya ketika sang hamba mendapat rezeki dan sesuatu yang tak terlupa?

Hanya mengingat nama-Nya, mungkin lisan takkan berhenti sampai mati
Walaupun sang hamba tetaplah terus berdosa, 
mengingat namanya 
yang tak perlu kausebut pun kau tahu siapa dia.

Kini hatiku semakin membeku, desahku tak teratur
Beberapa bulan lagi aku hidup,
Ku habiskan sisa hidupku, 
Dengan menyebut namamu.

Di tengah kebekuan hati. Kuharap Tuhan mau mencairkannya sebelum aku mati.

Kamis, Juli 5

Tentang Kamu


Tentang kamu. Yang tak bisa dilacak keberadaannya. 

Aku terus mencari sisa jejakmu, yang mungkin bisa ku ketahui sedikit saja. Tapi kini tak bisa. Karena kamu pergi jauh, tanpa bekas.

Tentang kamu yang sudah pergi. 

Tak ada kata menunggu. Karena orang awam bilang, menunggu itu hal yang membosankan. Tetapi menunggu itu melatih hati untuk bersabar. Kata-kata darimana itu? Aku sudah bosan mendengarnya. "

"Maukah kamu menunggu sedikit lagi?" Begitu katamu.

-Tidak-

Karena aku bukan robot, yang bisa menunggu loading dan perekaman data. Tersenyum tanpa ekspresi. Tak bisa menangis dan merasa sakit. Mempunyai kekuatan eskplosif, ketika kamu mengganggunya. Suatu hari.



Note:
Ide menulis ini gara-gara kaki keseleo dan luka robek di telapak kaki kemarin sore. Jadinya aku sering menulis. Ya, penyembuhanku adalah menulis. Lain kali harus hati-hati bermain basket dan jangan sampai nggak pakai sepatu atau sendal!

Life

You know guys, life is unfair but happiness is fair!

Sabtu, Juni 30

Penelitian Air dan Hasilnya Ajaib!

Mulai hari ini, aku jadi tahu kalau air minum dalam kemasan, air keran, dan air dari tukang jerigen bisa menghantarkan listrik.

LOH ITU GIMANA CARANYA?

Bukannya air itu non elektrolit alias nggak punya bahan yang menghantarkan listrik? Yuk mari kenapa dia bisa menghantarkan listrik. Aku tahu semenjak bapak-bapak peneliti air oksi datang kerumah tadi pagi. Hasilnya sangat mengejutkan sekali.

Awalnya dia menyuruhku untuk mengambil segelas air minum dalam kemasan, kemudian beliau mengambil air keran dan air dari tukang jerigen di dapur. Sudah ada tiga gelas. Kemudian beliau memperlihatkan alat pendeteksi pH (entah pH meter atau bukan, tetapi ambang batas air yang bisa dikonsumsi langsung di Eropa, Amerika dan Singapura adalah 50. Mungkin ppm atau bagian perjuta zatnya). Alat itu tanpa menggunakan listrik. Jadi pas alat pendeteksi air itu dimasukkan, maka akan tertera angka. Berikut hasilnya.
1. Air minum dalam kemasan = 76
2. Air dari tukang jerigen       = 92
3. Air keran dari dapur          = 219

Aku mulai curiga dengan air keran, semenjak beliau menjelaskan kenapa air keran di Singapura bisa langsung diminum tanpa dimasak. Padahal kan, air keran itu.... 

Beliau tahu aku, Opa, Oma, dan Ayah penasaran. Beliau mengeluarkan Ohmmeter. Ohmmeter itu terdiri dari dua kabel, masing-masing warna hitam dan merah yang dihubungkan dengan batangan logam. Dua kabel itu terhubung dengan lampu pijar. Dan ohmmeter ini menggunakan listrik supaya makin klop cahaya lampunya.

Dua kabel itu dimasukkan ke dalam tiga sampel air secara bersamaan. Yuk mari ini hasil cahaya lampunya.
1. Air minum dalam kemasan = redup
2. Air dari tukang jerigen       = redup
3. Air keran dari dapur         = terang

Dan kecurigaanku yang lain adalah. INI BUKAN SULAP!!!! THIS IS REALLY SCIENTIST EXPERIMENT! It makes me freak and wanna more. Bikin penasaran. Dan itulah yang membuatku sedikit lupa apa yang pernah kupelajari. Elektrolit. Kimia loh kimia~

Beliau menjelaskan, mengapa lampu pijar itu terang. Hal itu disebabkan karena tiga sampel air mengandung zat logam, besi (Fe), mangan (Mn), dll. Aku kaget. JADI SELAMA INI GUE MINUM AIR KAYAK BEGITUAN? Pantesan beberapa bulan yang lalu, aku sakit diare lama banget sembuhnya. Pantes. Oh ya, besi dan mangan adalah logam, pastinya bisa menghantarkan listrik dan membuat lampu jadi terang. Kenapa air yang aku konsumsi selama ini nggak dijadikan sumber energi alternatif aja? Kan.. keren.

Solusinya adalah, menggunakan mesin filter yang beliau bawa. Mesin filter ini memilah dan menyaring air dari zat-zat yang berbahaya bagi tubuh. Sedangkan limbah air dari proses mesin ini dipisah lagi dan dikeluarkan dari pipa tersendiri. Air limbah proses filter ini kayak air biasa, hanya agak keruh. Air ini mengandung logam, mangan, dan besi. Kalau dites pakai ohmmeter dan pH meter, cahaya lampu akan terang. Kalau air hasil filter, lebih jernih dan kandungan logam hilang. Bisa dikonsumsi tanpa pemasakan. Keren kan? Bukan sulap loh.


Beliau juga mengeluarkan alat hidrolisis, yakni alat untuk penguraian zat. Alat ini juga menggunakan listrik dan mempunyai empat batang logam siap dicelup ke dalam air. Dari alat hidrolisis ini, bisa ketahuan kalau tiga air sampel, air filter, dan air hasil limbah filter sebenarnya mengandung zat apa. Yuk mari fotonya :D

Air limbah hasil filter membentuk endapan warna merah bata. Kemungkinan kandungannya adalah besi (Fe), mangan (Mn), lumut, kuman, dll.







Kalo air keran ini loh! Benar-benar kelihatan mengandung lumut hijau dan mengendap. Awalnya air ini berwarna hijau.

(Bawah) Air dalam baskom itu ya air dari tukang jerigen yang sering lewat depan rumah. Membentuk endapan warna oranye. Walaupun katanya air ini dari gunung, tapi kalau soal kebersihan dan bebas dari zat logam berbahaya belum tentu menjamin.

(Atas) Kalo air kemasan itu.. ehmm... Ya meskipun di iklan meyakinkan, tetapi pas dicek dengan pH meter, mesin filter, dan alat hidrolisis, tetap saja mengandung zat yang berbahaya. Tentu ini sangat mengagetkan kita-kita yang setia mengonsumsi ini.

Sedangkan gambar samping kanan ini adalah hasil filter. Air ini murni dan bersih. Bisa dikonsumsi langsung tanpa dimasak. Memiliki ppm 11 dan kandungan zat berbahaya berkurang. Airnya agak kekuningan setelah dimasukkan alat hidrolisis, warna kuning itu menunjukkan zat mineral yang diperlukan bagi tubuh.



Here are all. Jadi kelihatan warna-warni air. Ya gitu juga warna-warni dalam hidup dan hati *etdah.

Itulah hasil eksperimen beliau. Aku hanya mempublikasikan kebenaran dan sedikit informasi yang munkgin berguna buat kita semua. Moga-moga lebih hati-hati beli air minum dalam kemasan, keran, dan lain-lain. Biar jaga-jaga juga nggak mencret hehe :D

Selasa, Juni 26

Introduction: Cerita gue

Suara detak jam. Berisik. Terus berdetak. Hingga jam 12 malam nanti.

Baiklah, mari kita membahas sesuatu. 

Aku ingat ketika malam ini, aku masih berkutat dengan tugas yang menumpuk, itu waktu kelas 2 SMP. Masih kelas 2 SMP, sudah bergadang. Lalu bangun jam 4 pagi untuk belajar kemudian berangkat ke sekolah jam setengah 7 di komplek pendidikan Soposurung Balige Sumatera Utara. Lalu pulang jam 4 sore karena ada ekskul karate.

See? Tampaknya monoton. Tapi aku menyimpan dan mencatatnya karena ada hal yang berwarna.

Bohong juga sih kalo masa sekolah nggak membahas cinta. Tapi apa iya ngebahas cinta terus lalu lupa sekolah? Nilai anjlok? Galau nggak karuan? Atau.. merasa dijauhi Allah? Kalimat terakhir yang paling kompleks! Merasa dijauhi Tuhan karena GALAU! Yuk mari!

Lalu apa hubungannya dengan malam ini? Ya karena malam ini suasananya pas untuk berpuisi. Bercerita tentang cinta yang membuat Allah cemburu, sehingga Allah ngasih kegalauan dan keresahan biar sadar. Aku mendapatkan pencerahan setelah membaca twit-nya Felix Siauw, Inspirator Muslim. Silakan cek twitternya di @felixsiauw . 

Dan aku ingin berpuisi. Atau sekedar cerita. Yak di postingan selanjutnya ya :D *sambil menahan lapar*

Kamis, Juni 21

PENSI OASIS V 16 Juni 2012 (1)

OASIS V Proudly presents:

- Thirteen
- Souljah
- Abdul and The Coffee Theory
and the last is... Glenn Fredly!

Here's the pictures. Enjoy ^^

Pukul tiga sore kira-kira. Matahari masih agak terik dan kami berfoto saat Souljah masih manggung. Dari kiri ke kanan: Efma, Putri, admin blog ini, Ayu dan Mbah (ehehe).

Arni, Isna dan Putri

Putri dan Efma

Abdul and The Coffee Theory with song: Yang Penting Happy.

Ini dia vokalisnya Abdul and The Coffee Theory.

Dan yah! Ini Glenn Fredly beneran loh, bukan bohongan. Dia muncul lagi di Pensi OASIS V SMAN 1 Bekasi 16 Juni lalu. Dia sempat menyanyikan lagu Kasih Putih (?) *aku lupa maaf hehe* dan bercerita kalau MTQ di Maluku damai. Hubungannya apa ya? Hmm, mungkin waktu pembukaan MTQ di Maluku, Glenn Fredly tampil juga *sotoy on *gak percaya browsing ke mbah Google. Dan masyarakat di Maluku sana juga adem ayem waktu pelaksanaan MTQ. Keren kan? :P

Glenn Fredly and his band.

Ekspresi Glenn Fredly saat menyanyi.

Panggung dan suasana sore agak menggalau karena nyanyian Glenn Fredly. 

Hanya karena nyanyian Glenn Fredly, seketika aku sedikit galau karena suasana sore yang bagus dan adem ayem. Aku mengingat masa-masa ketika teman-temanku menggila semua, loncat-loncat, telapak kaki mulai gerah karena terus berdiri tanpa lelah, dan meracau tak karuan sambil merapal lagu-lagu yang mungkin mereka ingat. Itulah mereka. Sementara aku, menahan haus dan lapar karena nggak puas memotret banyak foto (-__-"). 

Tapi waktu itu, Pensi (Pentas Seni)-nya keren banget kok. Buktinya rame dan jajanan sangatlah enak. Cuma kurang murah ehehe :P 

Pengennya, tahun depan kan kelas 3 tuh, aku berharap bisa nonton Pensi yang kedua kalinya dengan mereka. Dan gila-gilaan lagi. Semoga :D

Oh ya! Videonya.... Insya Allah akan aku posting di postingan kedua. Karena butuh kerja keras untuk menyiasati video supaya ukurannya kecil dan waktu loading pol cepat. 

Keep crazy yeaa!!

Rabu, Juni 20

Backpacking itu seru banget loh!!

Liburan?

Yak! Satu kata berimbuhan itu yang membuatku bahagia seumur hidup! Selama aku bersekolah.

Menurutku, liburan itu adalah pelampiasan untuk bersenang-senang ketika waktu nggak liburan (maksudnya waktu masa sibuk-sibuknya belajar). Pelampiasannya sih bisa apa aja, misalnya main PS seharian pake istirahat, internetan sampai gila ngedumel dan teriak sendiri saking lemotnya, atau malah tidur, layaknya sleeping beauty? Oh boleh saja.

Bahkan aku dan teman-temanku sendiri rajin (mengotori baju) sekolah untuk mendengar kabar remedial dari guru (yang PHP) yang baik hati memberi nilai *ups.. Kadang disekolah kami gila-gilaan sendiri, mendengar curhatan seolah-olah mewarnai ideku buat nulis. Hm.. Dan tadi siang, aku malah straight untuk mendownload film seharian, tapi gagal --___-- .  Untungnya sih koneksi WiFi sangat dewa dan bahagia, sehingga nggak salah lah kalo gagal juga. Itu belum terima rapot loh. Kalo udah, kemungkinan besar aku takkan kembali ke sekolah, walaupun hanya mendownload film karena gerbang sekolah ditutup sampai 16 Juli, mungkin. 


Tapi liburan sebenarnya menurut majalah Ouch! adalah... BACKPACKING


Aku tertarik sama backpacking. Selain hemat dan spontanitasnya besar, tetapi juga kita bakal diajarkan kemandirian dan keindahan alam yang dapat dinikmati sendiri. Gak ada yang ngatur-ngatur, gak ada yang ngusik. Dan kalo nyasar pun bisa dibantu orang lain, Insya Allah. Selain itu, ada daya tarik tersendiri dari backpackers, yakni berpetualang ke gunung atau pegunungan, desa, hutan, sambil menenteng ransel berat minimal 2 kg dan kamera DSLR atau SLR bermerek. Itu menurutku, mereka manusia yang sukarela berlibur dengan meninggalkan kenikmatan! Mereka naik kereta api ekonomi, jalan kaki, kadang naik kerbau kalau gila di sawah *sotoy atau malah.. merenung sambil menatap awan ketika dalam bis reot penuh kenangan :D. Tertarik kan? Aku aja tertarik dan pengen banget....

Setelah backpacking, timbullah menulis. Ada hal yang memiliki hubungan erat antara dua kegiatan ini. Yakni pengalaman. Dari pengalaman yang membuat pikiran kita segar dan membuncah kuat, pasti ada rasa untuk menulis. Ya, setelah liburan seru dan unik pasti nulis deh. Minimal di blog atau diary. Itu aku banget :* . Dan aku menunggu hari-hari liburan sangat menegangkan! Ingin sekali ayah mengajakku ke Bromo dan Tangkuban Parahu lagi. Kayaknya seru banget.

Dari backpacking itu, yang dipromosikan majalah Ouch dimana mas-mas kurir majalah memotret aku dan temenku, berhasil membuatku terpana dan pengen banget nelan pengalaman backpacking. Apalagi tempat wisatanya sangatlah seru seperti Bali, Jalan Jaksa, India, Polandia, bahkan dimana saja! Untuk lebih lengkapnya, lihat aja di www.indobackpacker.com atau http://www.backpackersindonesia.com/ dijamin bakalan pengen banget banget backpacking!

Ayo liburan yang keren!!! :3

Lelah

Ketika waktu terasa begitu cepat,
dan aku tenggelam diantara rusuhan cerita.
kini aku merasa lelah;
fokus pada beberapa pekerjaan;
membuat otakku terbagi tiga.
ruh ku satu tapi jiwaku dibelah cermin menjadi dua


Ketika aku terbang dalam waktu per detik
aku melupakan kejadian beberapa menit yang lalu,
semacam bentuk kelupaan sementara,
membunuh memori jangka pendekku
kemudian amnesia untuk selamanya 

Batu

Dan kini,
aku hanyalah serpihan kecil yang akan menyatu
Setelah itu aku akan menjadi suatu bagian satu,
tak pernah rapuh,
walaupun diterpa angin kebersamaan yang semu.

Selasa, Juni 12

Sepi

Tulisan terambigu adalah malam ini. Disaat aku mulai ngantuk dan lapar dan memaksa pikiran untuk menulis apa yang bisa ditulis malam ini. 

Yak, kalo namanya sepi, itu adalah suasana yang mengundang dua makna. Yakni tidur dan emang mau menyendiri. Apalagi ini mau menjelang tengah malam, banyak nyamuk yang setia banget menemani penghuninya. 

Aku ingin bercerita tentang sepi. 

Sepi itu, disaat keramaian tak membutuhkanmu. Membuangmu ketempat sampah masa lalu, yang takkan pernah diingat orang karena pilu. Sehingga sepi itu hanya menjadi debu. Menghisap pikiranku, untuk menjauh dari keramaian yang gaduh. 

Sepi itu, disaat aku butuh pemahaman dari orang lain, tapi tak direspon. Ia menyendiri dalam sepi. Baik itu tengah malam seperti ini atau mencari tempat khusus untuk menyendiri. Tiada manusia yang mengganggunya, kecuali dia dan Tuhannya. Saat itulah, ia terbawa ke alam imaji yang diciptakan otak kiri, kemudian dialirkan ke sini. 

Ke hati.

Sepi itu, seperti kata-kata anak labil. "Gue kesepian. Gue butuh orang yang mau nemenin gue." Atau, "duh gue dikacangin. Sepi dah." Tapi sepi tak sekedar itu...

Sepi bukan hanya situasi. Tapi hati. Ketika tiada Tuhan menemani.

Jumat, Juni 8

ESFJ (?)


ESFJ - "Seller". Most sociable of all types. Nurturer of harmony. Outstanding host or hostesses. 12.3% of total population.
Take Free Jung Personality Test
Personality Test by SimilarMinds.com

Apa itu ESFJ? Yuk cari tau dulu tentang INTJ, ENFP, dsb. Aku juga baru tahu istilah psikologi semacam ini.
-__-

Belahan Jiwa "dia" dan "Dia"

Ketika dia adalah belahan hati.

Maka (pastinya) dia bukan belahan durian, atau malah belahan mangga.

Sering teman-teman yang membuat tulisan "Kaulah Belahan Jiwaku". Kedengarannya sweet banget. Tapi ntah kenapa buat yang move on atau patah hati, atau segalanya, cukup sulit diterima, kadang gampang diterima saking tertariknya sama kata-kata itu.

Mungkin belahan jiwa itu, yang jauh disana. Dia yang jauh terasa dekat. Tapi yang dekat malah terasa dekat, bahkan terasa jauh. Entahlah, banyak penyair amatir menuliskan rasanya bagaimana ada didekat belahan jiwa, yakni orang yang kita sayangi. Berpuluh-puluh kata dan ratusan kalimat ditumpahhkan ke kertas, atau diketik di  Microsoft Word, yang keluar hanya kata-kata standar untuk menunjukkan rasa sayang kepada belahan jiwa. Kedengaran tidak sedih. Tapi miris. Kenapa hal itu dibuat sedemikian rupa sehingga anak-anak seumuranku menjadi galau hanya karena membaca sepatah dua patah kata-kata yang nyantol dipikirannya?

Cukuplah tahu kalau dia adalah belahan jiwa. Bukan belajar jiwa.

Biarlah dia adalah sekedar belahan jiwa. Tetapi DIA adalah belahan dan belajar jiwa. Yah (y)

Belahan jiwa itu mungkin, akan menjadi sempurna ketika aku menuliskan ke kertas, disanalah aku bercerita tentang dia dan Dia. Ada dua "dia", dia itu manusia dan Dia itu Allah.

Bagaimana rasanya belahan jiwa diduakan, maka Dia akan cemburu. Beda dengan dia, dia hanya manusia, bisa mencari yang lain. Bisa nyari kesibukan. Bahkan nggak cari perhatian amat. Sedangkan Dia? Sekali kita tinggalkan, mungkin kita bablas dengan keluhan, musibah broken heart, move on yang gak jadi, dan seabrek masalah hati yang cukup tahu dan ditulis dalam memori jangka panjang saja. Berbagai kesusahan datang sukarela, untuk memberi pelajaran kalau "nih ya, jadi orang ga usah mentingin galau. kerjain tuh yang bikin kamu bersemangat!" 

Jadi ngiri sama orang yang tidak galau sama belahan jiwa "dia".

Mereka yang tidur beratapkan langit, dentuman bom. Berharap penguasa membebaskan sikap PHP yang bisa mengaburkan nuraniku, dan nuranimu juga.

Itulah mereka :D

*keingat sama Palestina dan Masjidil Aqsha yang masih digali pake buldoser buat mencari bukti Kuil Solomon dan membuat semacam keanehan dibawah masjid suci itu*

Kebaikan Itu Universal :)


Setiap orang seharusnya bisa berbuat baik kepada siapa saja, apalagi kepada kerabatnya. Kebaikan orang lain sedapat mungkin kita balas dengan kebaikan juga. Apalagi bila dibalas dengan kebaikan yang lebih baik lagi, ini merupakan salah satu tanda syukur kita kepada Allah SWT 

(Hikmah) - dapat dari kertas kalender harian.

Jumat, Mei 25

The Changes

Perubahan.

Setiap orang berhak berubah. Yang awalnya peduli menjadi tidak, bahkan sebaliknya. Itulah perubahan. Nggak cuma itu, perubahan sering dialami oleh orang sekitar kita. Mungkin kamu, dia, mereka, ataupun kalian yang tak bisa aku lihat dari layar datar monitor ini.

Perlukah? Perlu!

Tapi ada kok, orang yang tidak berubah, walaupun berubah sedikit sih. Tapi orang itu hanya akan menjadi kenangan dari bagian masa lalu dan masa sekarang. Belum tentu aku, atau kamu , atau kita juga.

Kita boleh berubah untuk kali ini, pada masa transisi yang membingungkan. Ketika dunia masa kecil berubah menjadi dunia sedikit dewasa, bahkan mendekati kebalikan kekanak-kanakan. Sedikit egois dan bijaksana menghadapi masalah yang makin kompleks.

Aku tahu, hidup itu buat dijalani, disabarkan, dihadapi, dan sama seperti menghadapi orang yang berubah. Mungkin sedikit rendah hati dan sabar aja kali ya, semoga selalu ceria dan tenang menghadapi masalah. Terkadang perubahan itu menyakitkan. Tapi terkadang juga perubahan menjadi membawa sesuatu yang lebih baik. Mau pilih perubahan mana yang ada dalam sejarah hidupmu? Baik atau lebih baik? You just answer in your heart :) Allah swt. selalu disamping kita, seburuk apapun :)

Enjoy! Ganbatte! ^___^

*with music of Paramore - Franklin. has the meaning of changes*

Jumat, Mei 18

Ensure in waiting

Memang menunggu adalah hal yang sulit.
Butuhkah? Butuh. Menunggu ada dalam kehidupan. Kehidupanku, kehidupanmu, dan mungkin kehidupan mereka yang mungkin lebih menderita dari kita.

:)
Sedikit senyum adalah bumbu.
raut sedih adalah merica pembuat bibir perih, dan itulah semuanya.
mengapa? Karena kita menunggu. Sambil beraktivitas dan menyibukkan diri. Agar waktu tak terasa lama.
bahkan cepat melesat...
seperti kecepatan menempuh hari esok, entah berapa kilometer pengalaman tiap jamnya,
entah berapa kecepatan rangsang akan menyaksikan hari esok,
dan begitu pula menunggu kejelasan,
kepastian,
atas semua (cinta) ini.

Saat aku menunggu selesainya jenuh masa sekolah; terasa datar tanpa pengalaman menghadapi kompetisi kompleks
persaingan licik tak pernah kita sadari, walaupun dasar (cinta universal) telah kita dapat.
Menunggu? Tentu
kesabaran dan syukur entah mengapa mempunyai rasa manis dan asam

Oh ya! Tidak ada gombal dalam menunggu, semua butuh proses, kompleks membalikkan arah ketidakpastian menjadi kepastian (tak kekal). Tak semua eksakta, kan? Tentu kamu dan aku akan selalu menunggu sebelum Tuhan mengubah skrip-Nya.

Dan banyak berjuang! Salah satu hidangan terenak tapi sederhana yang paling ampuh dalam menunggu. Kita cinta mereka, kan? Kita cinta Tuhan kan? Selamat menunggu dan berjuang (dalam ketidakjelasan dunia) :)