Sabtu, Desember 3

Malam yang Hidup

Malam yang hidup.

Malam yang hidup, kini ku dengar suara-suara motor yang tak pernah berhenti di jalanan sepi yang kadang ada dua insani berdua memadu kasih.

Kubayangkan,

Satpam-satpam itu berjaga-jaga apabila ada erampok yang berusaha memasuki perumahan blok sekian. Namun mereka terlena oleh tontonan televisi yang menyenangkan. Sedangkan para ibu, dimana itu istri mereka, selalu setia menunggu. Walau dalam galau dan sepi, galau yang nyata dan hilang ketika suami mereka pulang dengan selamat. Sepi.

Sepi karena anak-anak ibu itu tertidur pulas, tak memikirkan hari esok bagaimana dan hari ini apa yang sudah dilakukan. Mereka anak-anak yang masih terpancar kebahagiaan dan semangat hidup. Meskipun mereka hidup di pinggiran kota yang mulai macet oleh kendaraan pada..

Pada malam yang hidup ini. Malam minggu.

Malam yang terasa lama. Berbeda dengan malam Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jum'at. Waktu berputar sangat lama. Seolah-olah itu anugrah bagi dua insani yang sudah lama tak bertemu di kejauhan. Waktu bagi anak-anak yang berjuang dan terjaga hanya untuk mengerjakan sesuatu yang membuat mata mereka lelah di pagi hari.

Malam yang hidup.

Kini aku masih dalam kesendirian. Aku menunggu denting-denting pagi yang cerah dan kebahagiaan. Namun aku harus mati suri untuk menjelajahi mimpi yang membuatku jatuh tersungkur ke bawah alam sadar.

Malam yang hidup.

Kau menemaniku selalu. Aku bisa menumpahkan kekesalan hidup, kejengkelan, kegalauan tak karuan yang selalu menempel pada manusia belia, baik itu bujang maupun gadis.

Aku didepanmu, wahai layar putih. Berilah aku kebebasan untuk menodaimu dengan huruf-huruf hitam yang bergerak karena kecepatan tanganku yang menggelitiki badanmu. Karena kita mungkin takkan bertemu dimalam yang hidup ini.

1 komentar:

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.