Cari

Sunday, November 6

Molang Are 16 taon, Otanjoubii Omedetou

Today is rather different day.

Yah, inilah sedikit kata-kata yang bisa ku katakan. Hari ini kan hari minggu, tapi berasa gak hari minggu karena sesuatu hal yang sedikit mengganggu hari minggu ku. Entah itu apa.

Namun, hari ini aku merasa bersyukur kepada Allah SWT, karena aku masih diberi umur yang panjang, yakni 16 tahun. Serta aku masih bisa bangun dan bernafas pada saat jam setengah 6 pagi tadi. Aku bangun pagi dengan tersentak, karena ada sms dari kawan nun jauh disana. Hmm, siapa yak? Hahah.. Tentunya teman-temanku waktu SD, SMP hingga kelas 2 SMA ini . Mereka mengucapkan sekedar "selamat ulang tahun" dengan embel-embel bahasa mereka. Baik itu mengucapkan menjelang jam setengah 12 malam, jam 12 malam, bahkan subuh-subuh.

Wah, aku berterima kasih banget sama mereka yang mau bergadang. :D Atau mungkin kebetulan aja mereka ingat hari ini adalah hari raya Idul Adha 1432 H sekaligus hari raya ulang tahun Prof. Yohannes Surya *loh, kok?*. Ya.. Dan hari ulang tahunku juga sih. Hehehe.. Dan, di hari Minggu ini, tepatnya jam setengah 10 malam. Ditemani oleh Winamp yang memutar lagu Adele - Someone Like You, aku ingin mengungkapkan sesuatu yang ada dipikiranku. Ini sudah lama. Dan aku ingin menjemput ide itu walaupun aku harus mencuri waktu belajar mengerjakan PR Vektor Matematika. Kasian banget-banget :D.

Ulang tahun. Happy birthday. Molang are, mon oreng Madhura ngoca', Tanjoubii orang Nihon berkata, Milad. Itulah yang diberikan kepada orang-orang yang berulang tahun pada hari ini. Termasuk pula ulang tahunnya Prof. Yohannes Surya, orang yang telah membuatku sedikit semangat untuk menpelajari lebih dalam pelajaran Fisika selama aku bersekolah di sekolah lanjutan. Hal yang membuatku terus bermotivasi adalah, aku ingin seperti siswa didikan beliau, dimana mereka adalah orang yang tekun dan mau merelakan waktu bermain mereka dengan berkutat soal-soal dan belajar.

Tapi nilai UTS Fisika ku paling rendah diantara 14 mata pelajaran lainnya. Sedih, miris. Untuk apa? Fisika waktu SMP hanyalah hafalan dan bisa diandalkan untuk menghafal ala jembatan keledai. Kalo fisika kelas 1 dan 2 kini? Tidak mungkin. Penuh logika. Mending aku kabur ke kimia yang masih mau diajak kompromi *emang jual-beli android?* . Atau bahasa Indonesia yang selalu menemaniku jika merangkai kata. Atau Jepang, Mandarin? Entahlah.

Namun, satu hal yang membuatku terlupakan sebagai remaja adalah.. Agama. Ya, agama. Hidup di kota besar, dipinggiran kota Jakarta. Sering digabung dengan akronim Jabodetabek, lihat penggalan -bek. Bekasi. Bekasi adalah kota iman. Begitu katanya. Namun itu omong doang. :( Bekasi masih termasuk kota yang punya bibit-bibit hedonisme. Karena ada pusat kapitalisme ekonomi macam mal, dan individualisme yang membutakan nurani. Entahlah...

Sekedar flashback...

Aku sangat merindukan masa kecilku yang penuh dengan pertanyaan. Setiap mengaji, aku belajar kepada Bu Zuraidah yang gaul dan keren. Dia dulu mengajar disebuah madrasah tsanawiyah negeri, dan dia sangat keren! Dia gaul karena mau mengerti tentang masalah-masalah yang menjadi trending topics pada tahun 2006-2007 di majalah Islam terbesar di Indonesia, Sabili. Jadinya, aku ingin masuk madrasah tsanawiyah dan ingin belajar mad Al-Qur'an dan lainnya yang kuanggap menarik. Namun aku malah masuk SMP negeri. Aku tersesat dalam kebaikan. Hal ini memaksaku untuk sedikit fanatik terhadap agama. Aku dipaksa untuk belajar bertahan diantara mayoritas. Sebagai minoritas, aku harus bertahan. Bagaikan hidup di Amerika, orang Muslim merasa tersiksa. Walaupun ada toleransi, tapi itu kadang tak ada.

Ya Allah, selama 16 tahun ini aku hidup, aku masih bisa bernafas dan berpikir lebih positif. Aku masih bisa melihat perbedaan yang sangat nyata, walaupun menyakitkan. Di 16 tahun ini, aku akan belajar lebih dewasa, mengatur waktu antara les, ekskul, belajar dan "me time". Di 16 tahun ini, aku akan berpikir positif dan mencoba untuk straight self. Walaupun yaa, 16 tahun dikatakan masa puncak labil dan blaa-blaa-blaa. Ini sulit. Makanya aku harus berusaha dan berdo'a. Bukankah itu "Ora et Labora" ?

Alhamdulillah Ya Robbi, semuanya masih membekas kuat di ingatanku yang mulai dipenuhi oleh pelajaran full IPA. Ya Allah, lindungilah ingatan kecilku, agar aku termasuk orang yang bisa belajar dari masa lalu dan masa depan. Amin.

Di hari Idul Adha ini, aku juga bisa belajar. Pengorbanan Nabi Ibrahim a.s kepada Allah SWT, yang mana Nabi Ibrahim a.s diperintah oleh Allah SWT untuk menyembelih Ismail, anak Nabi Ibrahim a.s. Namun karena ketulusan dan keteguhan Nabi Ibrahim a.s, Allah menggantikan Ismail. Pada awalnya, Ismail dijadikan kurban, namun berganti menjadi kambing atau domba atau sebagainya *maaf, aku agak lupa cerita ini*.

Dalam arti, setiap pengorbanan seseorang kepada sesuatu hal, Insya Allah, Allah SWT. akan membalasnya. Tapi, ini pengorbanan positif. Mengorbankan waktu bermain dengan belajar. Mengejar sesuatu hal yang hanya akan kali ini berakhir di masa menyenangkan. Apa yah, ah, mungkin aku harus mengulang seperti kelas 1 dulu, OSK. Yaya, do'akan aku semoga bisa. Hanya itu pikiran yang menekanku.

Selamat ulang tahun administrator re2myblogg! Semoga sukses selalu! Jangan lupa besok senin ada pertandingan Soekarsa Cup! Dukung 11 IPA 7! Yey!! :D

1 comment:

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.