Kamis, Agustus 25

Jalan Tol

Aku dalam perenungan

Aku menatapi seonggok tanah dan dedaunan parah

Mereka menangis bagaikan terbawa angan

Kemudian aku hanyalah manusia punya mata

Aku hanya melihat mereka,

Aku tak bisa berbuat apa-apa


Aku dalam perenungan

Ketika mobil berkecepatan tinggi tak mempedulikan pepohonan

Ketika mobil itu pun menabrak dahan pohon yang lembut namun kuat

Dan

“maafkan aku mobil, aku harus membunuhmu”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.