Selasa, Juli 19

Today is Almost Amazing

Sebuah keajaiban. Aku bisa bertahan hidup di SMAN 1 Bekasi. Sekolah baruku. Aku beruntung banget ya, masih bisa mendapatkan teman sesama anak baru. Hahaha... Ada bermacam-macam kami. Yaa, cewek, cowok. Tapi, kalo cowok aku gak terlalu kenal. Baiklah.

Ini sudah dua hari sekolah. Termasuk pula dua hari berada di SMA favorit itu. Hari ini sih, aku seneng banget. Soalnya aku dapat kenalan waktu pagi-pagi buta, dekatnya loker kelas 11 IPA 7. Huaaa!!! Kalo gak salah, waktu pagi-pagi tadi, anak-anak SMP yang akan bertransformasi ke SMA sedang melaksanakan MOS bersama OSIS. Didepan pintu gerbang masuk kelas (anggaplah pintu gerbang kedua), ada pula anak-anak yang ngumpul bareng dengan baju putih 'agak lain' dengan seragam putih pada umumnya. Ku lihat, ada bet yang mirip seperti bapak-bapak polisi yang ngatur jalanan macet. Kussebut, polisi bagian Lalu Lintas. Ahh.. Mereka..

Ternyata eh ternyata, siswa yang ngumpul bareng pagi buta jam 6 lewat 10 itu adalah PELAJAR SIAGA! Aku tau dari Desi, Lia, Putri, dkk waktu kenalan!! Aaakkk!!! Kukira mereka ngumpul gak jelas, pake baju dengan embel-embel lambang polisi Jawa Barat, atau kukira mereka OSIS, tapi gak pake jaket hitam. Jaket hitam OSIS itu, sama seperti jaket hitam OSIS di SMAN 1 Sumenep. Cuma, ada garis kuning sebagai pembedanya.

Aku melihat mereka waktu itu. Kayaknya pada capek, nungguin anak-anak MOS selesai mendengarkan ceramah dari ibu guru di lapangan utama. Mereka mungkin rindu, dengan anak-anak MOS yang sering membuat mereka marah, ketawa, suka menasihati, dsb. Ah, kurasa mereka nungguin anak MOS sampai dengan wajah lesu. Mereka gak punya kerjaan lagi. Kecuali, aku jalan didepan mereka. Haduh! Wajah mereka sangar-sangar. Tapi, aku santai aja lah, cukup memberi mereka senyum. Toh, mereka gak masang wajah sangar lagi kan,,,

Tiba di 11 IPA 7. Kuintip dari pintu kelas. Hanya ada beberapa orang, eh, tas. Kuputuskan untuk nongkrong diluar aja! Yay! Kebetulan, aku pengen ngeliat absen yang ditempel di kaca jendela kelas. Ada namaku sih. Dan absenku turun 2 angka. Sebelumnya di X-1 24, sekarang 26. Jumlah siswa dikelas 37. Wah, sama kayak jumlah siswa di IPA 1 dan IPA 2 di Sumenep yah? :)

Aku pun mendengar suara langkah sepatu. Cewek. Pake kerudung *ya iyalah! Dia melihat absen yang ditempel di kaca jendela tersebut. Mungkin mencari namanya.

"Anak 11 IPA 7 juga ya?" tanyaku untuk memecah keheningan.
"Iya," jawabnya.
"Oh, kenalan ya! Aku Nadia. Anak baru," kataku. Aku menyodorkan tangan untuk bersalaman.
"Oo.. Aku Lia. Ini namaku," katanya sambil menunjuk nama lengkapnya di absen itu. Tauk deh! Aku lupa Lia absen berapa!!
"Pindahan dari mana?" tanyanya. Ah, itu pertanyaan konvensional...
"Dari Madura," kataku.
Lia kaget. "Wah! Jauh banget! Kok pindah?"
"Aku ikut orang tuaku. Mereka kerja di Bekasi," jelasku.
Lia pun mengangguk paham. Aku lihat sekilas, dia sama seperti siswa yang nongkrong dan nunggu anak-anak MOS. Dia pelajar siaga!

Kemudian aku tanya-tanya tentang ekskul. Ini bagian terpenting dalam sekolah dan hobi. Selain mencari kebosanan eh kegiatan. Tetapi juga mencari pengalaman dan teman. Daripada dirumah... -__- . Lia berkata bahwa ada 33 ekskul disekolah. Termasuk pula Kantin Sastra (KanSas) dan majalah sekolah, PRISMA. Ada pula NIHON CLUB, DEUCH CLUB, dll. Taekwondo. Karate gak ada. Memang banyak sih. Tapi aku bilang ke Lia (dalem hati), kalo aku pengen ikut KanSas dan PRISMA aja. Mendengar penjelasan ekskul dari Lia, aku jadi ingin cepat-cepat mendaftar ekskul.

Beberapa menit kemudian, ada pula temannya Lia, namanya Ayu. Dia sekelas dengan Lia dan aku juga, hehehe... Kalo dilihat-lihat, dia mirip temanku waktu SMP dulu, Putri.

Dan beberapa jam berlalu, aku bertemu dengan temanku sesama anak baru, Desi. Setelah itu ketemu lagi dengan Ester, Nadia, Vinly atau Evelyn. Lalu berkumpul sambil ngerumpi. Yaa.. ngerumpi sekolah. Hahahah.. Terutama Vinly, dia 'aktif' ngomong. Dan waktu tes di SMA, pandangan pertama *halah, dia anak yang pede-dan-pede! Namun, kami harus berpisah karena Vinly, Nadia, dan Ester harus nongol sebentar di Rokris, Rohani Kristen. Sedangkan aku dan Desi mojokan sambil cerita.

Aku dan Desi bercerita tentang segala hal yang mungkin gak perlu diberi tahu disini. Yah, paling cuma cerita tentang sekolah lama. Banya' se lebur caretana.... (Banyak yang seru ceritanya, bahasa Madura). Dia dulu sekolah di Dian Harapan Cikarang. Cikarang loh, masih masuk Kab. Bekasi Jawa Barat :D . Dia masih mending, masih agak anak kota. Aku loh, dari Sumenep... Paling timur Pulau Madura setelah Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Oalah...

Dan, kami kenalan lagi dengan gadis hitam manis bernama Refina (wah, jangan ingat merek garam ya! Nanti kamu ditapok moso jhreya! Aaakk! Maap Refina,,, :'(). Refina sekelas dengan Desi, 11 IPA 6. Wah, IPA itu banyak ya, di sekolah ada 8 IPA dan 1 IPS. Setelah berkenalan dengan Refina, kami kumpul lagi dengan Nadia, Vinly, dan Ester. Kami duduk dibawah pohon yang rindang.

**

Yeah! Tiada hari tanpa kenalan. Hari pertama sekolah, berkenalan dengan anak baru itu. Dibarisan waktu upacara, aku kenalan dengan gadis berkulit putih bernama Ana dan Manda. Manda pindahan dari SMAN 8 Jakarta. Sekarang dia di 11 IPA 8. Sedangkan Ana, yaa anak SMAN 1 Bekasi laahh... Kemudian, aku berkenalan dengan Ajo. Ajo, ajo loh! Ajo itu bahasa Padangnya abang, mas, beli, kakak (cowok). Sinonimnya adalah Uda. Namun uda mungkin untuk panggilan khas suami. Yaya.. Ajo versi kenalanku ini namanya sendiri. Atau mungkin entah nickname nya.

Setelah upacara selesai, aku ke kelas 11 IPA 7. Aku berkenalan dengan Putri, Azkia, dan Dinny. Berlanjut lagi, kenalan dengan Ainun. Ainun! Ainun yang suka membelalakkan mata waktu kelas X-1??? Ahh.. Bukan. Ini Ainun, anak 11 IPA 6 SMAn 1 Bekasi. Kalo Ainun yang suka la'-mencella (maap ya, Nun. Hehe) itu ada di 11 IPA 1 SMAn 1 Sumenep. Hmm... Ternyata disekolah yang baru malah membuka celah baru untuk mengingat momen masa lalu.

Ah, entahlah. Entahlah esok pagi ang akan disambut oleh macetnya beribu kendaraan yang mengeluarkan hasil pembakaran gak sempurna, CO. Dan bisingnya suara kendaraan motor dan angkot yang jadi raja jalanan di pagi hari. Dan juga jadi pelayan para raja anak sekolahan. Entahlah, apa esok pagi aku bisa berkenalan lagi dengan anak-anak lain. Sambut saja dengan bismillah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.