aku hidup dari perjalanan antara,
duniamu,
duniaku
Aku tinggal denganmu
mengikuti angin dan arah rerumput zaman
menumpangi mobil masa depan-masa lalu
berkelana dengannya
Lalu,
ku temukan lembaran tipis kehidupan
ku lihat arah mentari terbit
dari timur, mataku berkata: dari selatan
dari barat: terlihat di utara
Musim keringpun tiba,
terbangan debu bertebaran diwajahmu
Apabila musim hujan,
rerintik air turun bersamaan
Dan,
Malam kau tiba
namun kerlipan bintang buatan manusia tetap benderang
aku lihat dari bawah
benderang seperti kunang-kunang
BIlamana kau padam,
hingga gelap pun kau tak tampak
Tidak ada komentar:
Poskan Komentar
GO comment! Jangan tertegun berdiam diri aja...
Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^
Kalo mau komen... terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun google, silakan diaktifkan.