Rabu, Desember 29

TIMNAS ohhh.. TIMNAS

Aduuuu....

Kenapa sihh, TIMNAS Indonesia harus kalah lagi melawan Malaysia? Emangnya Indonesia salah apa??

Berikut adalah pertanyaan polos yang sering diajukan kepada kotak berwarna atau tivi yang menyiarkan bola "langsung". Tau gak, apa penyebab Indonesia kalah dua kali, sejak liga (leg) 1 sampe leg 2? Aku sebenarnya heran juga sih... Dan banyak juga orang menghubung-hubungkan kalo misalnya kita terjadi sesuatu dan sial, maka TIMNAS Indonesia kalah. Gitu ya? Mpek segitunya...

Oke, berikut adalah beberapa alasan menurutku sendiri, dan menurut orang lain yang ku tulis diblog ini. Semoga alasan ini ada benernya juga.

1. Indonesia over euforia

Artinya over euforia alias kesenangan. Maksudku bukan kesenangan kata benda ya, kesenangan menurutku itu terlalu senang. Mentang-mentang udah susah payah berjuang mencari permukaan atas alias mencari final dan menang, Indonesia mpek cepatnya seneng banget kalo TIMNAS nya menang. Dan bahkan harapan yang digantungkan terlalu berat. Kenapa?

Berat karena, semakin ke pertandingan final, makin berat lawannya. Itu menurutku. Ya, walaupun semifinal lawannya adalah Thailand yang jago dan jago (kuadrat, hehe), tapi bisa aja kok dikalahkan Indonesia. Dan tiba ke Final leg 1, kalah telak lantaran Malaysia tuan rumah. Eh, Indonesia tuan rumah kenapa kalah lagi? Hayooo... Ada apa? Bukankah masalah awalnya kita terlalu senang atau bangga walaupun sampe semifinal doang yang menang?

2. TIMNAS Indonesia diekspose media massa terus-menerus

Aku sebenernya antusias banget nonton berita tentang TIMNAS. Apalagi yang jadi trending topics di Indonesia itu Christian GOnzales, Irfan Bachdim (awas kamu bilang ga suka, kamu pasti suka karena ganteng, keren, de ka ka nya... ), Bambang Pamungkas, dan mungkin si kiper Markus Horison. Atau ada lagi Firman Utina *kenapa ga sekalian semua pemain aja sampe pelatihnya, Alfred Riedl?

Aslinya ya, mereka itu capek dan lelah banget tau! Mereka itu udah nelan masa-masa pahit sambil nelan keringat sendiri! Dibiarin ditubuh mereka sendiri keringat itu. Dan, mereka juga ga nyangka kalo usaha mereka direspon orang secara berlebihan.

Udah sibuuukk aja dari kemaren yang lalu nendang bola. Eh malah ada wawancara, diundang sama tokoh politik. Ngajakin pelatih TIMNAS lagi. Kan capek namanya? Udah gitu difoto terus, diberitakan bahkan diomongin di acara gosip. Coba aja kalo para pemain TIMNAS itu sempaatt aja nonton tivi dirumah. Mungkin aja kuping naik dan seneng abis. Sekaligus ada yang jengkel karena dianggap lebay.

Buktinya, ada aja tabloid wanita yang menampilkan tentang Christian Gonzales. Tentu kalo misalnya uda Gonzales mau diwawancarai bersama istrinya. Dan istrinya pun membeberkan tentang Christian Gonzales dari A sampe Z. Terus, ada juga tuh berita tentang Irfan Bachdim.. Pasti dong, si Irfan udah nyiapin sebelumnya kalo dia diwawancarai sambil menahan cidera kaki? Hehhehe...

3. TIMNAS Indonesia mungkin memikirkan atau merenung sesuatu.

Nah, ini pendapat orang lain.. Tapi aku ganti judulnya. Hehe..

Menurut orang, mereka itu ga konsen dilapangan karena mereka sedang memikirkan sesuatu tentang hal yang udah mereka lakukan sebelumnya. Ngerti?

Nggak kan?

Coba ingat-ingat berita kalo TIMNAS Indonesia diundang oleh seseorang tokoh politik nasional kita, sekaligus ketua Partai Kuning.. Hehe, PArtai GOlkar maksudnya. Mungkin aja sih mereka dijamu sama tuan rumah, diberi pengarahan dikit, pas dikasih penghargaan. Minimal iming-iming. Mungkin aja sih...

Dan antiklimaksnya itu ketika TIMNAS tanding di stadion Bukit Jalil Malaysia. Adaaaa ajaa hal-hal konyol dan lucuu abis ala satire. Ngerti? Banyak temenku di Facebook bilang, kalo bendera Malaysia dipampang oleh suporter dengan cara ga nasionalis. Terbalik gitu deh... Trus apa hubungannya? Ga ada.. Hehehe

Terus, ada om-om yang bantu-bantu aku bersihin rumah. Nah, waktu aku bersih-bersih rumah aku nanya,
"Kenapa Indonesia kok bisa kalah ya?"

Dia jawab
"Itu ada unsur politiknya. Terus media itu mengekpose nya berlebihan. Pas, waktu tanding ada bendera-bendera nya partai sapa waa... Tauk itu mau kampanye atau beremma..."

Aku iya-iya aja..
Mungkinkah? Mungkinkah para bendera partai politik tersebut mendukung timnas hanya karena mengambil untung dan hasil kerja keras TIMNAS? Lalu ada politisasi dalam PSSI ataupun politisasi harga tiket? Yang katanya bikin rakyat gak bahagia lagi? Gmm.. Ga tau deh...

Waktu tanding di BUkit Jalil pun TIMNAS main kacau banget, tapi lumayanlah... Asalkan bisa tanding. TIMNAS berani protes atas laser ijo yang ngeganggu banget! Ga ada pelangi kok malah ada laser? Mau apa kalian Malaysia? Mau menang pake laser... Dilaserin lu mau? Buta mata loe..

TIMNAS Indonesia kembali ke negerinya. Negeri gue dan rakyat Indonesia. Tanding di GBK yang menurutku super keren kalo diisi suporter baju merah. Terus bawa syal Indonesia dan menyanyikan lagu Indonesia Raya waktu pembukaan pertandingan. Membahana, bahkan bikin luluuhh... Haduuu....

Tapi mainnya bagus kok... lumayan deh 2-1. Namun syarat 2-1 itu kurang banget. Yang seharusnya disarankan orang banyak itu 3-0. Dan 1 itulah cukup berarti bagi kemenangan TIMNAS Malaysia... Biarin.. masih ada perjuangan Indonesia selain bola. Emang cuma bola yang bikin kita sukses? Ga juga kan?

Huff...


Yahh.. Aku rasa aku cuma punya 3 pendapat itu.. Dari 3 pendapat itu, minimal mbak/mas yang udah lama bersekolah bisa ngembangin apa maksud dari pendapat tersebut.

Misalkan aja, poin nomor 1 bisa aja berkembang menjadi TIMNAS dan Indonesia terlalu pede dengan kemenangan? Atau poin 2 TIMNAS Indonesia ngerasa mendadak seleb di tivi, dan di social networking.. Atau yang poin ke 3 TIMNAS dipolitisasi.... Terserah aja sihh.. Sebenernya pengembangan poin itu juga termasuk alasan.. Hehehehe...

Okee dehhh... Mungkin bukan sekarang TIMNAS dan Indonesia menang ngelawan Malaysia. Mungkin 4 tahun kedepan, atau kapan gitu.. Asalkan belum kiamat aja... Hihihi.. Dan mungkin itu jadi tombak ga beracun untuk menusuk PSSI, karena tombak kekalahan tersebut menyuruh PSSI dan Indonesia untuk memperbaiki sistemnya.

Siapa tau?

Pokoknya kekecewaan penonton dan suporter masih membekas dan terkumpul. Lalu melempar kemarahan kepada Malaysia dengan berbagai sebutan. Okee.. Aku setuju itu. Karena itu ada sangkut-pautnya dengan harga diri yang lagi diinjak-injak oleh Malaysia. So, aku juga dukung rakyat Indonesia lohh...

So you must keep cold and calm... Do your consciousness of your mistakes... Think white, why Indonesian peoples very hate you then mocking (google translate? mengejek) and insult you.. Try to thinking that! Don't always think that you are very strong from Sepak bola melawan Indonesiaa!!

Garuda di Dadaku!
Love you mucchh!!

2 komentar:

  1. suporter indonesia sedang merindukan kejayaan sepakbola nasional,,ya momen ini sangat berpengaruh besar terhadap ekspos besar2 yg dilakukan di indonesia.
    ya anggap saja ini salah satu wujud dari puncak kerinduan yg sudah lama terpendam akan kebangkitan sepak bola nasional...

    sdh lma g brkunjng kesini,, pak wow pindah rumah,mohon dicatat ya..dtunggu kunjungan baliknya...trims... ;)

    BalasHapus

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.