Cari

Sunday, November 21

Arti Sesal

I
Sebuah penyesalan
mataku tertunduk ketanah...
leherku tak lelahnya menunduk, dan akupun murung
satu hal yang tak bisa kuucap padanya,
yang berkuasa
ketika semuanya telah berlalu dan selalu diungkit lagi
maka aku hanya menunduk
ikut menyesali


II
Entah, tujuan mana yang akan kau tuju malam ini
kau duduk terpaku sendiri menatap cemara udang didepan kelas
tak sadarkah, pikiranmu kosong melompong?


III
Aku lelah selalu berkhayal dan bermimpi
ketika didunia nyata aku terjatuh perih
hatiku menjerit-jerit, dimana mimpi-mimpi
dan harapan hanyalah harapan


IV
Bunda, aku tak mengerti apa pikiranmu
kau selalu bekerja 12 jam demi meneruskan karirmu
tapi, aku disini kekeringan...
tiada hari bahagia lagi,

Bunda...
kau bekerja bagaikan robot...
kau bukan superkomputer..

BUnda.. cepatlah pulang...
kami menunggumu disini...
aku menyesal jika kau selalu bekerja 12 jam...

2 comments:

  1. Rosa: puisinya bagus...

    ReplyDelete
  2. hmmm...bagus puisinya kawan.....
    ....SESAL.....mantabs...

    ReplyDelete

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.