Cari

Sunday, July 25

Alone in the crowded

I always feel alone in the crowded
when people only using his feeling,
for himself...

Kau takkan pernah merasa
semua apa yang terjadi pada diriku...
karena aku hanyalah orang biasa...
dan aku memang orang biasa....

Semalaman, aku berdiri ditengah-tengah keramaian rakyat kecil. Mereka beramai-ramai melihat pentas yang berlatar lampu warna-warni. Tapi bukanlah pelangi. Sambil lalu mereka berjoget bersama-sama, dipojok pentas yang duarr--duaaarr-- itu...

Sementara aku hanya mendapatkan job dadakan. Jadi tukang foto!! Hihihi...

Sudah dari tadi siang, Pesta Rakyat Simpedes yang dilaksanakan di Sumenep, tanggal 24 Januari itu sudah membakar kulit dan rambut hitamku. Mataku yang seharusnya menggunakan kacamata minus silindris, malah harus menyipitkan mata, agar lensa mata lebih fokus pada objek yang akan difoto. Banyak sangat orang yang menjadi partisipan, dan rame pula serta norak-norak namun menarik. Norak tapi menarik, keren.. Kostum sebuah SMP di Sumenep, yang memakai baju olahraga, lalu diatas kepalanya masang kepiting warna oren. Hehe, lucu-lucu.. SMP nya kreatif banget.

Kemudian, ada pula partisipan yang hanya memakai pakaian layaknya biar disebut bijaksana. Wah, polos.. Biru dan dengan jilbabnya, mereka tersenyum seakan memaksa. Melawan panasnya matahari dan banyaknya asap motor Vespa kuno... Dan aku hanya antusias nggak maksa memotret mereka.

Sebelum pawai dimulai, sang MC meminta Bpk. (bukan Babi Panggang Karo.. maapp!!!) Pinca BRI Sumenep untuk membuka acara pawai sebelum Bpk Wabup Sumenep. Mula-mula, Bpk. Pinca membuka pawai dengan pidato lebih dahulu, lalu Pak Wabup membukanya langsung pake bendera. Waktu Pak Wabup bicara, aku ikut-ikutan foto Wabup. Kelihatannya, aku emang ikut-ikutan, padahal nggak ada yang menarik dari beliau. (Kan, semua fotografer foto beliau juga, so, I photo him too)

APA KABAR BRI??? LUARRRR BIASA...

Lalu, pawaipun dimulai... Seru juga sih... Udah pakaiannya bagus-bagus, kreatif lagi. Ada juga yang serba hitam-hitam.... Pokoknya keren. Sampe-sampe, Mbak-mbak MC bilang PRS (Pesta Rakyat Simpedes) di Sumenep lebih rame (penonton) ketimbang kota lain... Dua jempol!

Namun, aku tak bisa memikirkan arwahku ada dimana pada malam hari. Seakan-akan, aku seperti burung hantu yang nokturnal. Mencari makanan dimalam hari. Namun aku mencari foto dimalam hari. Setiap objek difoto, pasti pake setelan Night Photo. Kalo nggak, kurang bagus hasilnya.

Acara dangdutan, pasti dipasang. Karena, walaupun dangdutan itu hal umum, namun efeknya luar biasa. Semua orang goyang-goyang, dan ada juga yang rusuh... Sound system juga dipasang tinggi-tinggi, supaya penonton makin banyak. Dan makin rame... Sementara aku, tetap mencari foto, karena aku sudah bilang... Tau kan??

Soal aku yang nokturnal, baru kali ini.. Mas-mas tukang foto dari Madura Channel (kalo ga salah) ngajarin memotret orang yang beratraksi silat. Kebetulan, waktu itu sedang atraksi silat, dan hasil potretan yang ku potret, jelek sangat.... Karena mereka terlalu cepat bergerak.. Beda dengan karate, masih bisa di potret (tapi aku ga bisa dapet potretan mereka. Aku hampir kehimpit orang-orang!)

Dan aku tetap sendiri. Walaupun ada Sempai-sempai yang mau atraksi, tetap saja aku sendiri. Walaupun banyak orang-orang yang hampir memenuhi halaman depan BRI, dan aku hampir bersesakan dengan mereka, tetap saja aku sendiri. Aku memang membiarkan diriku sendiri. Aku ga diapa-apain kok. Aku sengaja masang muka cuek, dan pastinya berani hanya untuk mendapatkan koleksi foto.

Ntah apa yang terjadi.... Aku tetapppp aja sendiri... Coba aja kalo ada yang nemenin.. Adikku udah nemenin, cuma ga bisa kompromi... Atau teman, namun batang hidungnya ga keliatan....

Musik dangdut dimulai... Orang-orang pada bergoyang ga karuan... SI penyanyi, kalo bukan pake baju seksi (hanya bermodalkan baju penyanyi dan celana pendek) bukan dangdut namanya. Rusuh hampir terjadi... Untung saja, ada yang melindungi... (Ssstt... waria pun nongkrong di PRS.. foto saja.. Hihihi)

Dan aku tetap sendiri ditengah keramaian musik duniawi....
Sound system cuek aja... hanya bergema,
memantulkan musiknya yang keras...
gitar listrik dan bass ga peduli lagi...
seakan-akan,
mereka tenggelam dalam senar-senar besi....

Sumenep, dari pulang sekolah sampe jam 23. 10 malam... diceritain jam sekarang

2 comments:

  1. wah poto2x di aplot donk,,lucu2 tuh kayaknya...

    ditunggu link n follow back-nya non...

    ReplyDelete

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.