Cari

Friday, June 11

Pertarungan batinku

Malam ini... yak malam ini. Aku baru pulang dari latihan karate di BRI Sumenep. Aku dan adikku dilatih oleh Sempai.., ya sempainya ayahku sendiri. Aku sabuk biru, tapi jarang banget latihan (kebanyakan pake mood sih, makanya jarang latihan). Tiba saat latihan tadi, aku lemes.. Nggak kuat. Baru 30 menit, aku dah megang perut dan lemes. Hmm... Biasa, kebetulan aku lagi halangan (heheh... ati-ati!!). Untungnya sih, masih kuat. Sakitnya nggak seberapa seperti dulu.

Saat aku latihan karate, biasanya si sempai mendahulukan sikap "osh" kepada muridnya. Otomatis, muridnya juga "osh" kepada sempai (pelatih, guru karate). Osh ini bisa disebut juga salam hormat dalam istilah beladiri Karate (semua karate pake Osh. Karate kid mungkin pake osh juga, hehehe). Setelah "osh", sempai dan murid sama-sama membungkukkan badan seperti orang Jepang yang menghormat atau kenalan (tradisional) kepada orang lain. Membungkukkan badan tidaklah harus seperti rukuk, cukup membungkukkan badan sedikit, itu udah hormat.

Beda sama olahraga yang berasal dari Xinjiang Cina. Apa ya? Ooo... namanya Thifan Po Khan. Olahraga beladiri ini juga sama seperti karate, melindungi diri dan membuat badan sehat serta dipertarungkan. Namun, Thifan Po Khan nggak pake kata "osh" dan tidak membungkukkan badan kepada sempai, sesama murid, ataupun dojo (tempat latihan). Pembukaan olahraga Thifan Po Khan cukup dengan mengatakan "Assalamu'alaikum" sebagaimana yang diucapkan oleh seorang Muslim saat menyapa, ataupun melakukan kegiatan bertemu dengan orang lain. Unik kan? Simpel lagi. Tapi, kenapa ya, kok Karate lebih terkenal dimata anak-anak sekarang ketimbang Thifan Po Khan yang lebih simpel dan islami? Apalagi, setelah ku baca weblognya Thifan Po Khan Indonesia, selesai saling pukul, mereka langsung mengaji.

Cukup unik ya? Kedua olahraga ini, Karate dan Thifan Po Khan memang menarik. Selain itu, latar belakang mereka juga nggak jauh-jauh amat dengan munculnya Karate dan Thifan Po Khan. Karena, semua beladiri (katanya sihh) berasal dari tiga negara. Yaitu, Jepang, Cina, dan Korea, termasuk Karate dan Thifan Po Khan.

Nih ya, blognya Thifan Po Khan Indonesia : http://thifanpokhan.blogspot.com/. Silakan dibuka. Kalo website-nya Karate, mah banyak. Banyak aliran-alirannya (dan pastinya banyak perguruannya). Kalo yang waktu aku latihan tadi sih, aliran Shotokan perguruan INKAI (Institut Karate-Do Indonesia). Kalo website nya sih http://http://www.inkai.or.id// (dibuka juga ya, nanti keliatan banget perbedaannya).

Masalahnya, kenapa kayaknya aku nggak ikhlas ngejalanin latihan? Padahal, aku pengen banget ngelindungin diri tanpa nyusahin orang lain. Tapi, kenapa aku kayaknya nggak semangat latihan? Dan latihannya hanya untuk ujian kenaikan sabuk ataupun pertandingan aja? Mungkin.. waktu kecil....

Heheh, aku belum cerita yah... Waktu kecil, kelas 4 SD kira-kira, aku sudah menjalani karate di Kutacane. Pastinya lah di BRI. Aku rajiiiiinnn kali latihan, sampe bagus gerakannya dan naik sabuk kuning. Tiba sabuk kuning, frekuensi latihan tetap. Tapi, kalo sabuk hijau... Ampun deh malesnya!! Kayaknya nggak penting amat! Mungkin... aku cuma termotivasi latihan karena ingin mendapatkan sabuk hitam di usia dini dan dapet gelar DAN 1. Mimpi anak-anak pasti kadang ilang kalo udah besar. Inilah mungkin penyebabnya....

Orang Karate, temperamentalnya seperti kebanyakan orang. Nggak ada temperamen khusus kecuali keras, disiplin, dan pantang menyerah. Mirip motto hidup orang Jepang juga. Tapi, kadang Karate juga menularkan (eiitt... mengajarkan kalee) sifat individual dan egois. Semua olahraga juga ngajarin gitu kok. Individual, kita bisa, kita ngelakuin sendiri. Walaupun diarahkan pelatih. Temannya, kadang yang "tertentu" aja. Kalo egois, kita diajarin, gue harus dapet itu! Apapun yang terjadi! Itu berlaku buat pertandingan Kumite (sparring) saja. Kalo yang lain nggak. Namun, awal dan akhir Kumite pertandingan minggu lalu, diawali dengan salaman dan diakhiri dengan pelukan... Hmm... lumayan deh, nggak dendam kesumat....

Hmm... itulah olahraga. Termasuk juga Karate dan Thifan Po Khan (mungkin masih tergolong baru). Kadang bikin nyebelin (kalo malas dan dimarahin, atau juga dicuekkin sama anak-anak) dan juga kadang bikin nyenengin.

Eaahh,... Itulah endingnya....

(awas, orang yang nge-blog ngantuk berat)

3 comments:

  1. Hmmm....jadi inget masa2 kuliah lgi nih

    ReplyDelete
  2. tiffan bela diri yang kerenn abiis. kata temenku bagus banget buat menjaga diri kita. apalagi ga melukai lawan, cuma melumpuhkan aja. *bener ga yaa??*

    ReplyDelete

Go comment! Langsung ketik idemu di komen ini!! ^^

Kalo mau komen, terutama anonymus, kasih namanya ya.. Atau yang punya akun Google, silakan diaktifkan.