Minggu, Januari 15

Final Result is Not The End - Sebuah Tes Perguruan Tinggi

Mari bernostalgia!

Tulisan ini saya tulis ketika diterima di sebuah universitas swasta di Bandung. Saya memilih jurusan Teknik Informatika ketika mengikuti sebuah tes universitas tersebut di sekolah. Tidak disangka, ternyata saya lulus. Meskipun dalam hati, kurang sreg dengan jurusan ini. Mungkin karena tidak terlalu suka Kalkulus, Fisika, dan atau Elektronika sebagai mata kuliah sepanjang 4-6 tahun perkuliahan kelak. Tapi, inilah. Semoga, dengan link dari tulisan-tulisan Kak Riris bisa membantu teman-teman untuk tetap semangat mengejar mimpi di SBMPTN nanti.

Psst, kuota SBMPTN diperbanyak loh! Maksimalkan!

----

Membaca semua postingan Kak Riris, yang ditampilkan pula di beranda akun Twitter-nya. Membuatku tersenyum. Entah hati yang berkeping-keping ini, bisa berkumpul kembali. Entah ilmu ikhlas baru ku kuasai 0,000000000001% dari 17 setengah tahun ini.

Meskipun Teknik Informatika sempat membuatku bahagia dengan rayuan temanku -- yang mengatakan bahwa, cewek bisa jadi hacker. Tetapi juga PTN adalah pulau utama. Teknik Informatika adalah sekoci, mungkin jeritan nurani yang tak pernah kudengar. Aku tak tahu ini sebuah passion atau bukan. Tapi aku buta pemrograman. Aku tak tahu bagaimana memulai dan mengakhiri sebuah koding.

Karena yang kutahu hanyalah Kimia, Biologi, dan Bahasa.

Tak apa, aku menunggu setia pengumuman-pengumuman Ujian Mandiri itu. Aku setia, aku tak ingin menyalahkan Allah. Mungkin human error lebih banyak dan belajar bersyukur.

Dan, sebuah postingan dari Kak Riris berjudul "Bangkit dan Pilih Suksesmu". Semoga bermanfaat semuanya :) Marhaban Yaa Ramadhan, bulan puasa ini pasti akan penuh perjuangan! 

Sabtu, Januari 14

Bagaimana Menulis Diary? - Repost Blog

Menulis buku harian, susah-susah gampang. Loh kenapa?

Menulis buku harian pada dasarnya menulis segala aktivitas, perasaan, dan kejadian yang kita lihat hari ini. Sebagian besar orang-orang menuliskan perasaan dan kejadian dalam buku harian untuk mengingat momen yang pernah dialami. Dalam buku diary, banyak tumpahan perasaan dan kata-kata, kadang juga bekas tetesan air mata yang mengering. Loh loh, hehe.

Lalu, bagaimana menulis buku harian yang mudah?

1. Beli buku harian
Boleh dari buku catatan, kumpulan kertas binder, buku catatan kecil, atau media menulis apapun yang tidak bisa dijangkau oleh orang lain.

2. Catat!
Apapun, bisa perasaan, kejadian, pandangan hidup, pendapat, kritik, dan sebagainya. Bebas. Ini berguna untuk melatih kepekaan kamu di lingkungan sekitar. Juga, melatih menulis dengan berbahasa yang baik dan benar. Tapi, perlahan-lahan loh.

3. Buku harian mobile
Bukan berarti buku harian ditulis di gadget atau smartphone kamu ya. Maksudnya, bawa buku harian yang kecil atau mudah dibawa tadi kemanapun. Selipkan dalam saku kemeja, kantung celana, maupun ranselmu. Bisa juga loh ditulis dalam gadget atau smartphone. Tetapi, bukankah lebih menyenangkan menyeimbangkan otak dan tangan agar lebih sehat tanpa radiasi?

4. Baca buku
Baca buku berguna untuk menambah perbendaharaan kata. Misalnya, ketika kamu stuck atau kehilangan ide menulis, kamu tidak perlu panik menggunakan kata apa yang paling bisa mewakili isi hatimu. Tidak perlu membolak-balik kamus besar bahasa, kalau kamu sering membaca buku apapun.

5. Tetap menulis!
Menulislah selalu! Meskipun kamu sibuk, tetapi menulis buku harian dalam 100, 200, atau berapa katapun akan membuatmu terbiasa menulis efektif dengan bahasa kritis. Nantinya, akan berefek pada menulis esai.

6. Semangat!
Menulis banyak manfaatnya loh!



Tulisan ini di-posting ulang dari Between Girl and Woman. Yuk kunjungi! Jangan komentar dan follow yaa :)

Terima kasih :D

Selasa, November 22

HOW DOES IT FEEL TO RIDE JAPAN SHINKANSEN ?



JAPAN, SUMMER 2017!

Perkenalkan, kami, dua delegasi Indonesia yang akan berpartisipasi di ajang konferensi International Student Conference 63 di Jepang dan misi kebudayaan oleh National Geographic pada tahun 2017, yaitu Nadia dan Cordova (mahasiswa prodi Sastra Cina dan HI UI), membutuhkan support kalian!

Yap, di dalam bentuk penyelesaian misi kebudayaan oleh NatGeo dan persiapan konferensi itu, kami mendirikan sebuah channel melalui media YouTube!

Dua tujuan kami menciptakan channel ini. Pertama, kami adalah delegasi terpilih yang akan berdiskusi di panel media internasional, mengenai peran media sosial di era digital. Selain itu, juga sebagai media dalam ekspedisi penyelesaian tugas NatGeo tahun 2017 mendatang.

Support kampanye digital dan misi kebudayaan kami melalui langkah sebagai berikut berikut:
1. Buka link bit.ly/JapanProject2017
2. Masuk ke halaman YouTube Channel 'Cordova Japan'
3. Klik Tombol 'Subscribe'
4. Share ke teman-teman atau rekan kerja yg mungkin antusias atau aktif di YouTube

Jangan lupa subscribe, like dan share ya!

Terima kasih! Semangat dan sukses selalu di seluruh kegiatannya 🙂

Minggu, Juli 3

Kadang, menjadi perempuan di zaman sekarang itu, menyeramkan.

Perempuan, hampir tak lepas dari pelecehan seksual. Baik itu perempuan baik-baik, ataupun perempuan bagaimana. Tapi, tidak adil juga bila laki-laki kurang menjaga.

Iya, ya, menjaga apa? Hai, bangunlah! 

Rabu, Maret 16

Dua Kata

Pasrah.

Sebuah kata untuk menyerah pada urusan langit, isi hati dan tetek bengek ketulusan manusia
Sampai kapanpun, aku tidak akan pernah tahu apa yang terjadi di sana
Meskipun telah beribu kali mencari-cari tahu,
Berharap pada-Nya demi diolah rasa sedemikian rupa,
Atau bahkan memuntahkan segala pikiran menjelma menjadi sampah-sampah kertas

Rezeki.

Tidak ada kata pasrah, tetapi berserah
Segala daya upaya
Didorong oleh rapalan keyakinan pada-Nya
Semoga Tuhan membantu makhluk-Nya
Siapa yang tulus,
Dan siapa yang berpura-pura. 

Rabu, Februari 10

Vicki Zhao / 赵薇 (Zhao Wei): "Dearest" theme song, "My Dear Child" [ENG SUB]





人 来 人 往,勿 失 勿 忘
Ya, jangan pernah meninggalkan orang-orang yang kita sayangi. Meskipun di antara mereka ada yang datang dan pergi.



Begitu lah di akhir videonya.

Jumat, Januari 29

Lingkaran Setan

Rasa bersalah.
Menjadi seorang mahasiswa itu serba salah.
Bermental penguasa, cupu. Bermental idealis, basi.
Lalu maunya apa?
Lalu aku harus bagaimana?

Pertanyaan-pertanyaan itu seolah seperti mahasiswa yang tak tahu berpijak,
tak tahu letak,
tak bisa menentukan arah.

Individualis, dikata tak ada nurani
Idealis, dikata tak realis
-Is –is apa lagi yang kau mau?

Ah, jangan-jangan mahasiswa sekarang dicekcoki cinta,
jodoh tak kemana,
bersemangat memperbaiki diri,
menjaga hati,
agar mendapat jodoh dari wali,
konstruksi media mainstream.

Ah, jangan-jangan mahasiswa sekarang dicekcoki seramnya dunia kerja
jangan-jangan ditakut-takuti oleh industri
jangan-jangan, terpana melihat gedung perkantoran Jakarta nan menjulang
jangan-jangan, kamu didesak orang tua?
cepat lulus
cepat menikah
punya anak bayi mungil nan lucu

Matilah.

Kemapanan.